Kamis, 06 Juli 2017

Mewujudkan Resolusi 2017 dengan ShopBack



Aku pernah menyusun resolusi pada awal tahun ini. Salah satunya adalah “ingin hidup berkecukupan”. Maksudnya, ya, pengen beli ini ada duitnya, pengen beli itu juga ada duitnya, cukup pokoknya. Trus untuk mendukung gerakan berkecukupan ini, aku mengusung tagline hidup hemat yang bunyinya: spend on what I need, not what I want. Harapannya, aku akan membelanjakan uangku untuk hal-hal yang perlu aja.

Rabu, 28 Juni 2017

Jelajahi Hong Kong, Jangan Lewatkan Wisata-Wisata Kuliner Berikut Ini

via. getyourguide.com

Apa yang pertama kali terlintas dalam pikiran kamu ketika mendengar kata Hong Kong? Kalau aku, sih, langsung mikirin Disneyland. Tapi Hongkong ternyata pesonanya tidak sekadar tempat bermain aja, lho. Liburan ke Hong Kong tidak akan lengkap tanpa mencicip kuliner khasnya. Ada banyak makanan yang menjadi andalan Hong Kong. Tidak hanya di restoran tapi juga di kedai-kedai pinggir jalan yang rasanya sangat menggugah selera. Beberapa kawasan Hong Kong memiliki tempat wisata kuliner yang terkenal sampai ke seluruh penjuru dunia.

Rabu, 17 Mei 2017

Berkenalan (Lagi) dengan Cuaca


Jujur aku agak struggling sama pelajaran kuliahku saat ini. Salahku juga karena aku nggak serius pas dapet pelajaran basic. Cuman asal masuk kuliah plus ngebawa tagline "yang penting lulus". Thanks buat sistem pendidikan di kampus yang ngasih "libur" selama satu tahun sehingga aku punya space untuk merenung tentang apa yang sebenarnya ingin aku capai. Hal itu berujung pada pembaharuan niat agar lebih serius mendalami kuliah selanjutnya. 

Tapi, ya gitu, aku masih ketinggalan jauh. Di saat teman-teman lain sudah ngobrolin tentang analisis cuaca dengan metode ini-itu atau pendekatan ini-itu, aku cuman bisa diem karena nggak nyambung sama omongannya. Padahal satu jurusan, lho. Aku aware banget sama perasaan kayak gini. Biasanya kalau aku udah nggak nyambung pas ngomongin soal pelajaran, mending sekalian nggak aku sambungin deh, alias ngebelok. Sok atuh pada ngomongin meteo, aku lebih senang belajar yang lain. Belajar Bahasa Mandarin, misalnya. Jadi kalau aku ngomong Bahasa Mandarin sama yang lain, mereka nggak bakal nyambung. Gitu. Kayak balas dendam sih. Cuman aku sadar kalau sebenarnya mental kayak gini harus aku singkirkan dulu. Jadi mending fokus ke sini dan mengejar yang lain biar ntar ngobrolnya nyambung. 

Selasa, 25 April 2017

Cara Aman Packing Album Kpop


Akhir Maret lalu, masa PKL-ku berakhir sudah dan aku harus kembali melanjutkan pendidikan di Tangerang Selatan. Itu artinya aku harus pindah dari Bitung, meninggalkan zona nyaman yang sudah aku lalui selama lebih dari setahun. Selamat tinggal buat unlimited waktu nganggur. Halo buat tugas, belajar, dan aktivitas lain-lainnya! 

Namun, ada hal yang bikin pusing ketika menyiapkan pindahan, selain karena menyiapkan berkas. BARANG-BARANGKU BANYAK BANGET! Sebenarnya pakaianku dikit banget. Aku bahkan cuman pernah sekitar 2-3 kali beli pakaian, itu pun ada yang sudah aku jadikan lap karena sobek. Yang bikin banyak itu buku (sampai koleksi tiga kardus) dan koleksi album Seventeen. Hiks. 

Jumat, 24 Maret 2017

Yang Aku Dapatkan dari PKL


Judulnya ini kayak mau bikin laporan, ya. HAHAHA. Nggak gengs, ini curhat.

Kami baru saja melihat pengumuman yang seger banget kayak es cendol di siang bolong. Setelah setahun menjalankan masa PKL, akhirnya kami akan melanjutkan kembali pendidikan di kampus sampai nanti lulus D4. Nggak kerasa, ya. Kayaknya baru kemaren aku syok banget gara-gara dapat pemanggilan PKL mendadak, yang bikin aku melalui perjalanan Kalimantan-Jawa-Sulawesi dalam waktu tiga hari. Dan sebentar lagi bakalan say goodbye sama zona nyaman.

Tapi kalau dipikir-pikir, tempat penempatanku (a.k.a Bitung) adalah jawaban dari doa-doaku. Dengan adanya kontrak “bersedia ditempatkan di mana saja di seluruh wilayah NKRI”, aku emang udah siap-siap dengan kemungkinan terburuk. Aku nggak punya request tempat yang spesifik. Aku bersedia ditempatkan di mana saja, ASAL WIFI-NYA LANCAR! Dan, yeah, aku puas banget ditempatkan di Bitung! :)

Jumat, 10 Maret 2017

I'm Thinking About Death

Akhir-akhir ini orang yang aku kenal banyak yang pergi. Satu persatu mereka meninggalkan dunia ini. Dari teman seangkatanku, teman yang pernah aku jumpai waktu lomba, seorang blogger, dan ketika aku menulis ini, aku baru saja menerima kabar kalau guru ngajiku waktu aku kecil dulu meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. 

Kabar kematian sering membuatku termenung. Seandainya saja mereka bisa bercerita, aku ingin tahu apa yang terjadi setelah ruh mereka terpisah dari badan. Aku juga ingin sekali mengetahui firasat seperti apa yang mereka dapat sebelum meninggal. Atau bagaimana sosok malaikat pencabut nyawa itu.