Sabtu, 29 Desember 2012

Yang Menarik Saat SMA (Part 4)

Salah satu hal yang menjadi daya tarik Pribadi BBS adalah prestasi akademik yang didapat oleh siswa-siswanya, baik OSN, ISPO, serta ajang-ajang lainnya. Kalau kamu ngambil  brosur Pribadi, kamu pasti akan dihadapkan pada wajah siswa yang sumringah sambil megang medali.

Gerry dkk pasca IBO

Perwakilan Pribadi BBS waktu OSN 2012
Hal-hal yang mungkin terlintas dalam pikiran orang non-Pribadi kalau ngeliat ini:
1. Wuih, anak-anak pintar ngumpul di sana.
2. Kalo aku sekolah di sana, mungkin nggak ya aku seperti mereka?
3. Berarti didikannya bagus, nih!
4. dll. 

Setelah aku menjadi salah satu siswa sekolah ini, akhirnya aku tahu hal yang menyebabkan semua itu terjadi. 

Seperti yang sudah aku jabarkan di part 2, hal yang unik dari Pribadi BBS adalah merekrut anak-anak berprestasi dari OSN maupun KMP. Ternyata, anak-anak itu tidak hanya sekedar direkrut. Di sekolah ini, mereka kembali dikembangkan dan diberdayakan. Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan mengadakan Olympiad Camp!

Apa itu Olympiad Camp? Pokoknya itu bukan camping di hutan dalam rangka olimpiade. Sama seperti camp biasa yang sebelum liburan, Olympiad Camp atau yang sering kita singkat jadi camp olim adalah program belajar khusus untuk anak-anak yang disiapkan untuk menghadapi Olimpiade Sains. Yang mengikuti camp ini adalah anak-anak olimpiade dari seluruh sekolah PASIAD. Jadi, anak olim Pribadi beserta dengan anak-anak olim dari sekolah PASIAD lainnya akan berkumpul di sebuah tempat yang telah ditentukan untuk mengikuti pelajaran khusus olimpiade. Biasanya selama 3 minggu.


Aku sendiri pernah ikut pelatihan ini, hehehehehe. *awkward*

Sebenarnya, sih, kemunculanku sebagai salah satu anak olim pada saat itu merupakan sebuah kebetulan yang tidak diduga-duga. Pinter ngga... bakat sains ngga... trus kepilih aja. Disuruh secara dadakan tanpa proses seleksi yang transparan.

Mungkin gara-gara dulu aku ngebet banget pengen ikut olim Kimia dan akhirnya terpilihlah aku berdasarkan ngebet tidaknya pengen ikut olim #abaikan

Yap, pokoknya saat itu ujug-ujug aku sudah ngangkat koper, ngangkat tas, dan tiba di Kharisma Bangsa, Tanggerang, tempat berlangsungnya pelatihan olim itu. Di sana, aku ngumpul sama anak-anak pintar se-PASIAD yang rata-rata punya buku gede dengan ketebalan yang bukan main. Pokoknya kalo dipake buat mukul maling itu ampuh banget lah.

aksesori anak-anak olim nih. lieeeuuuuuur......
Selama mengikuti camp olim, aku banyak menemui orang-orang super. Yang pernah ikut ini, ikut itu, menang ini, menang itu, blablablabla. Meskipun sebenarnya aku merasa kurang terkondisikan (gitulah), tapi aku merasa beruntung pernah kenal sama mereka :)

OSK (Organisasi Solidaritas Kimia)
camp olim pertama, untuk kelas 9 dan 10


Chem-is-crazy + OSK
camp olim kedua, untuk kelas 10 dan 11
Setelah camp olim selesai, ternyata tekanan buat belajar itu tidak berhenti sampai situ saja. Kita dihadapkan lagi pada kenyataan bahwa kita harus meninggalkan jam pelajaran di sekolah demi belajar olim. Istilahnya outing. Kita datang ke sekolah, tapi bukan buat belajar seperti biasa. Ada kelas yang khusus disediakan bagi kita buat belajar olim. Bayangkan! Itu membuat aku ketinggalan pelajaran selama hampir setengah semester. Bikin stress nggak sih? Bagi yang enjoy banget sama Sains pasti menikmati masa-masa ini. 

Nah, dari hari itulah aku sadar bahwa sebenarnya ini bukan passion-ku yang sebenarnya. Soalnya, aku sempat dicap sebagai siswa olim yang paling rajin belajar, tapi nilaiku ternyata stuck disitu-situ aja. Itulah masa-masa stress yang paling stress yang pernah aku alami selama aku merasakan stress. Aku sering ngerasa sakit kepala tiap kali liat buku kimia. Konyol sih ini sebenarnya. Tapi serius, ini pernah terjadi. Dan aku malah sering nggak masuk gara-gara faktor ini. 

*sesi curhat selesai* 

*nggak sih sebenarnya*

Sempat terpikir buat berhenti olim setelah camp olim kedua. Tapi waktunya nanggung, soalnya aku berpikir seperti itu menjelang seleksi olimpiade tingkat wilayah. Aku pun memutuskan untuk menyelesaikan masa-masa olim itu dengan tetap ikut seleksi. Hasilnya.....


Kak Rizkiyanto dapat peringkat 2 se-Bandung. Oke. Si Galih peringkat 9 se-Bandung sekaligus peringkat ke-5 se-Bandung Utara. Oke juga. Nah, coba kalian perhatikan siapa yang tiba-tiba nongol di peringkat 19 itu. Nggak nyangka ya. Untuk ukuran siswa yang sedang stress dan tidak terima kenyataan kalau dirinya masih jadi anak olim, hasil itu benar-benar lumayan. Di antara 700-an lebih siswa SMA di Bandung yang ikut olimpiade Kimia, aku berhasil tembus 20 besar dan melaju ke tingkat kota. Meskipun akhirnya langkahku terhenti di sana, tapi aku lega bahwa akhirnya aku bisa melewati kegiatan olimpiade ini dan bebas!

Teman-temanku lebih hebat lagi. Mereka malah mampu lolos hingga nasional, dapat medali, sampai masuk pelatnas. Tekanan yang mereka dapat bisa saja lebih besar dari yang aku alami. Namun, mereka mampu menghadapi itu semua dengan baik. Mereka memang berhak dapat yang terbaik. Selamat!

nih, fotonya aku pajang lagi. sebagai penegasan.

Seperti yang sudah aku bilang di awal part 1, tulisan ini bersifat subjektif. Aku menceritakan hal ini berdasarkan pengalaman dan apa yang aku rasakan. Tulisan ini tidak bermaksud buat meng-ilfil-kan kalian akan olimpiade, kok. Pokoknya selama kalian mencintai bidang yang kalian geluti, mengembangkannya ke arah yang positif, bersungguh-sungguh, menjalani dengan ikhlas, serta tekun, kalian pasti akan mendapatkan yang terbaik. Jangan kayak aku, ya... =)) #sokbijak #biarin 

Satu hal yang pasti: apabila kalian benar-benar menyukai kegiatan olimpiade dan menekuninya dengan baik, kalian berkesempatan buat dipajang di brosur Pribadi atau dibikinin baliho dengan gambar kalian megang medali. Jadi, siapin muka kobe yaaaa!

Contoh baliho (maaf ketutupan pohon)

Contoh brosur

contoh orang-orang yang tekun

contoh orang-orang yang bahagia saat belajar

ini nggak jelas lagi ngapain

contoh koleksi medali
Sampai jumpa di part selanjutnya~~

Hatur nuhun: 
- Bella A Amanda a.k.a Kak Bella
- Faizah Rofi
- Nabila Rosa Putri
- Zainab Aqila
- Rhogerry Deshycka
- Blog Jupri (Klub Jurnalistrik Pribadi)
- Google Images
atas kesediaannya untuk menyediakan foto-foto yang bisa aku download gratis untuk mengisi blog ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...