Minggu, 08 September 2013

Yuk, Siap-Siap Buat USM STAN Tahun Depan!

Halo adek-adek~

Khususnya yang tahun ini baru masuk kelas 12….

Spesifikasinya adalah orang-orang yang lahir di atas tanggal 23 Juni 1995…

Aku ngerti, kok, awal-awal kalian masuk kelas 12 pasti ngomonginnya soal kuliah. Di antara kalian pasti masih ada yang bingung pengen kuliah apa, pengen kuliah di mana, bahkan belum nentuin tujuan hidupnya mau kayak gimana. Mungkin sudah ada yang tau tapi masih debat sama orang tuanya. Mungkin juga ada yang sudah tau tapi masih mikir-mikir biayanya gimana.

Oke, di sini Kak Audia mau ngerekomendasikan salah satu tempat kuliah yang mungkin bisa jadi pertimbangan kalian. Namanya STAN atau Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Bukan PTN, bukan juga PTS. Tapi PTK atau Perguruan Tinggi Kedinasan. Jadi, lulusan dari sekolah ini bakalan langsung diangkat jadi CPNS di ruang lingkup Kementerian Keuangan. Sekolahnya gratis pula. Prospeknya cerah banget. Menjanjikan bukan?

Kampus STAN Bintaro

Tapi... masuknya juga susah. Harus melalui beberapa tahap seleksi sebelum resmi jadi mahasiswa baru. Tahun ini saja, di antara 88000 orang yang mendaftar, hanya 4900 orang saja yang diterima. Dan sayangnya, Kak Audia termasuk orang yang gagal menjadi mahasiswa baru STAN tahun ini. Tapi, aku lumayan sudah lulus dari tahap ujian tertulis sehingga bisa berbagi pengalaman waktu ikut ujian tahap 2 dan 3. Aku harap pengalaman ini bisa ngebantu adek-adek dalam menghadapi USM STAN tahun depan :D


Kita mulai dari tahap pertama, ujian tulis. Naah, di tahap ini, peserta yang tersisih lumayan banyak. Rasionya kebanting banget. Untuk wilayah Kalselteng aja, di antara sekitar 500 orang yang ikut tes, hanya 45 orang yang diterima. Jadi, perjuangan kalian di tahap ini memang harus dimaksimalkan. Rajin-rajin latihan soal, kalau perlu ikut bimbel yang biasanya diadakan oleh kakak alumni STAN.

Tahun ini, soal tahap tulis STAN terdiri atas dua sesi. Sesi pertama adalah Tes Potensi Akademik (TPA) yang terbagi jadi soal Kemampuan Verbal, Bahasa Indonesia, Kemampuan Kuantitatif, Kemampuan Nalar, Logika Matematika, serta Kemampuan Gambar yang membuat soal itu terkumpul menjadi 120 butir. Soal-soal nan banyak tersebut harus kita kerjakan dalam waktu 100 menit. Kebayang, kan, riweuhnya gimana. Sementara sesi kedua adalah soal Bahasa Inggris yang terbagi jadi soal Grammar, Error Recognition, dan Reading. Soal bahasa Inggris terdiri atas 60 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 50 menit.

Tapi, hati-hati, ya, dalam mengerjakannya. Soalnya, sistemnya kayak SBMPTN: benar +4, nggak dijawab 0, dan salah -1. Untuk lulus, minimal kalian mengerjakan dengan benar 1/3 dari jumlah soal di setiap sesi. Maksudnya, di soal TPA minimal kalian harus benar 40 soal dan di soal Bahasa Inggris minimal harus benar 20 soal. Makanya, banyak-banyak latihan soal bisa bikin kalian lebih siap buat tahap ini.

Waktu tes hari H, kalian harus datang tepat waktu, soalnya tidak ada dispensasi bagi peserta yang datang lebih dari lima menit setelah tes dimulai. Langsung didiskualifikasi maksudnya. Pakaian yang dipakai pun bebas sopan rapi, terserah aja. Yang penting kalian nyaman memakainya. Jadi, waktu mengerjakan tes ngga ada yang sampai benerin kerudung, benerin sepatu, benerin jins, atau hal-hal lainnya yang bikin kalian nggak konsen. Oya, jangan lupa juga bawa perlengkapan tulis serta syarat-syarat yang harus dibawa seperti BPU (Bukti Pendaftaran Ulang) dan KTP/SIM/Ijazah/SKHU/Pasport. Pakai papan jalan juga biar ngebulatinnya pol. Soalnya kemaren aku ngerjain tesnya di gelanggang olahraga, jadi nggak pake meja.

Setelah melalui tes tertulis, kalian akan dibikin tegang dulu. Beberapa hari kemudian, daftar nama yang lulus tes tertulis bakalan diumumkan. Nama-nama tersebut bakalan mengikuti tahap selanjutnya, yaitu tes kesehatan-kebugaran serta tes wawancara. Nah, untuk tes yang satu ini, tempat dan tanggal tesnya sudah ditentukan oleh panitia. Kita tidak bisa minta ubah jadwal maupun lokasi tesnya. Makanya kemaren Kak Audia sampai ninggalin ospek buat ikut tes tahap ini. #curhat

Untuk tes kesehatan, ini adalah tes paling mudah. Kalian datang dengan santai ke tempat tes, pakai baju bebas dengan celana training, pokoknya pakaian yang kalian rasa enak buat olahraga. Trus kalian dapat nomor antrian sesuai dengan kedatangan kalian. Nanti kalian registrasi ulang dulu, baru kalian tes kesehatan.

Waktu tes kesehatan ini, pertama-tama kalian akan ngukur berat badan dan tinggi badan. Lalu, kalian bakalan ngukur tensi darah serta tes keminusan mata (disuruh nyebutin huruf yang ditunjuk sama yang ngetes dari jarak tertentu dan dengan satu mata ditutup. Oya, bagi yang emang matanya minus, kacamatanya boleh dipakai kok). Lalu, kalian bakalan pindah lagi ke ruangan lain buat tes buta warna, periksa gigi, periksa telinga, pukul-pukul perut, serta pukul-pukul lutut dengan memakai palu, hehehe. Disinilah kalian bakal tahu apakah kalian benar-benar sehat atau tidak untuk mengikuti tes kebugaran.

Naaah, tes kebugaran ini dibagi menjadi dua tahap:
  1.  Keliling lapangan 12 menit. Di sini yang diukur adalah jarak yang kalian tempuh selama 12 menit. 
  2. Shuttle Run atau lari membentuk angka 8 sebanyak tiga kali. Di sini yang dinilai adalah waktu yang kalian perlukan untuk menyelesaikan tiga kali shuttle run itu.

Karena tes ini berhubungan dengan fisik, usahakan kalian melakukan latihan secara rutin sebelum mengikuti tes biar waktu tes larinya jadi lebih ringan. Stamina juga harus dijaga. Jangan sampai keseringan begadang atau gimana. Selain faktor latihan dan penjagaan kondisi fisik, faktor keberuntungan juga berlaku di sini. Kenapa? Soalnya yang datang duluan bisa kebagian lari jam 9-an. Cuacanya masih enak. Beda sama yang kebagian pas siang-siang pukul 11-an pas mataharinya udah mau di puncak. Berarti usahakan juga datang paling awal, ya! Trus buat jaga-jaga kalau kebagian lari pas siang, mending jangan pakai baju warna hitam. Soalnya hitam paling ampuh menyerap panas. Takutnya capek duluan gara-gara kepanasan, hehehe.

Tes kesehatan-kebugaran diadakan satu hari. Di hari lainnya baru kita akan menghadapi tes wawancara. Untuk tes ini, aku rasa kalian ngga perlu datang awal-awal banget karena ternyata urutan peserta tes serta si pewawancaranya sudah ditentukan oleh panitia. Untuk tes wawancara, pakaian yang kalian kenakan usahakan pakaian resmi. Kalau kemarin, sih, banyakan pakai kameja putih dipadu dengan bawahan hitam serta diperkinclong dengan sepatu pantofel.

Aku rasa, sumber dari segala kegagalan aku dalam mengikuti USM STAN ini adalah tes wawancara. Setelah aku evaluasi lagi, aku ngerasa kalau aku bicara bertele-tele. Kemudian, aku juga agak overreact dalam menjawab pertanyaan si pewawancara sampai si bapak mungkin dalam hati bilang “Apaan sih?” Trus saking semangatnya pas wawancara, kakiku gerak-gerak sendiri tanpa sadar (nyadarnya baru sekarang ya ampuuun). Untuk pertanyaan yang memerlukan definisi pun aku jawab dengan kata-kata yang kurang tertata tanpa mikir dulu sehingga hasilnya ya begitu. Aku akui juga kalau aku kurang puas dengan performa aku pada tes ini, sampai-sampai setelahnya aku nangis karena ngerasa kurang banget (temperamenku melankolis, perfeksionis, jadi harap maklum yaaaa).

Jadi, untuk tes wawancara ini usahakan untuk lebih kalem dan tenang. Nggak usah terlalu bersemangat kayak pas tes kebugaran. Sikap duduk pun harus diperhatikan: badan tegak, kaki diem, tangan nggak usah terlalu banyak digerakkan, yang penting bahasa kalian meyakinkan. Mata pun lurus memandang mata si pewawancara, tapi nggak usah nyolot juga sih.

Sebelum wawancara, kalian nanti akan dikasih kertas yang berisi pertanyaan seputar diri kalian. Nama, TTL, riwayat sekolah, organisasi yang pernah diikuti, les yang pernah diikuti, hobi, prestasi, kelebihan, hal yang ingin dikembangkan, serta latar belakang ingin masuk STAN. Pokoknya isi sejujurnya kalian, ya. FYI, yang ngewawancarain itu adalah psikolog dan mereka juga akan merekam hasil wawancara kita. Jadi, kalo bohong ketahuan. Selain tentang diri kalian, pewawancara juga akan nanyain soal definisi sesuatu dalam sudut pandang kita atau bagaimana sikap kita dalam menghadapi masalah. Kalau aku kemarin ditanyain: apa yang kamu ketahui tentang STAN? Apa itu aturan? Apa dampak positif dan negatif menggunakan gadget? Pernah menasehati siapa aja? Pernah dinasehati siapa aja? Kalau kamu lulus di STAN sementara udah dapat universitas lain lebih milih apa? Punya tips apa aja dalam memimpin?

Lulus nggaknya kita dalam tes yang satu ini ternyata juga bergantung pada faktor keberuntungan. Ada beberapa pewawancara yang lebih senang nanyain pertanyaan soal diri kita dibanding dengan pertanyaan definisi seperti itu sehingga wawancaranya juga lebih santai karena nggak banyak mikir, hehehe. Ketika kalian emang dihadapkan pada pewawancara yang lebih kepo soal definisi, harus benar-benar pintar membawa diri. Jadi, banyak-banyak doa aja lah kalau soal yang ini.  

Setelah serangkaian tes ini, barulah kalian dibikin galau lagi untuk menanti pengumuman siapa aja yang resmi jadi maba.


Berhubung aku nggak lulus tahun ini, aku berencana buat nyoba lagi tahun depan. Semoga sistem tesnya masih seperti ini. Setidaknya aku sudah bagi-bagi pengalaman kepada kalian agar kalian lebih siap nantinya. Jadi, adek-adek, sampai ketemu di USM STAN depan yaaaa~ Kalau ketemu sama Kak Audia jangan malu-malu buat nyapa yaaaa~ Kalau perlu kasih ice lemon tea atau ayam saus melon :)

10 komentar:

  1. Thank you ka info nya, bermanfaat sekali buat bekal tahun depan kalo maun daftar di STAN.
    Aku dari SMAN Banua Kalsel ka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo juga ade~ iya, sama-sama :)
      oooh dari SMA Banua. Kamu siapa, sih, kok di sini namanya anonymous? hehehe

      Hapus
  2. Hoahh jadi makin gugup! Thanks infonya kak Audia :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa sama-sama. duh baru jawab wkwk

      Hapus
  3. waah arigato infonya kak Audia :) jadi apakah tahun ini kakak ikut lagi? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba lagi tapi nggak lulus hehe.

      Hapus
  4. penasaran googling cerita detectitive conan malah ketemu link Pejuang STAN.
    gimana 2014?

    salam
    alumni

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak lulus lagi kak hehe. emang bukan rezeki :)

      Hapus
  5. Ka mau nanya, kalo pas TPA ada yg ga di jawab nya (alias nol) boleh gaa ya?
    Apa 180 soal itu harus di jawab semua?

    Kalo bisa nya cuma 40 soal yg di anggep bener (kita nya beneran tau jwbn nya) boleh apa ngga?
    Terus kaka ikut bimbel engga?

    BalasHapus
  6. hai nabila,
    boleh kok ga usah jawab semuanya, soalnya kan ada nilai minusnya. yang penting yakin aja. kalau yg 40 soal aku juga kurang tau ya hehe. Kalau khusus stan aku nggak ada ikutan bimbel :)

    BalasHapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...