Minggu, 19 Juli 2015

Here I Am, An Introvert

Pernah pada suatu waktu aku merasa bahwa aku adalah orang yang aneh. Aku tidak menyenangi acara kumpul-kumpul, aku tidak bisa berbaur cepat dengan orang-orang, dan aku susah mengutarakan isi pikiranku secara lisan. Aku kira aku mengidap penyakit tertentu dan harus segera diobati. Kemudian, seiring bertambahnya usia dan wawasan, baru aku tahu bahwa aku memiliki sifat khusus.

Aku adalah seorang introvert. Setidaknya itu yang aku tangkap.
source: www.evisuals.co.za

Mengapa aku bilang introvert itu khusus? 

IMHO, kita semua terlahir sebagai manusia. Dari SD juga kita sudah menerima pelajaran ilmu sosial yang mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia memerlukan bantuan orang lain. Karena perlunya manusia akan orang lain, maka kita memerlukan interaksi. Dan apabila kata "interaksi" terlintas dalam pikiran kita, yang paling dominan kita bayangkan adalah sosok kita ketika tengah berbicara dengan orang lain. Ya, interaksi identik dengan "obrolan", "bicara", dan kata-kata yang menjurus pada bagaimana kita menggunakan mulut kita untuk berkata-kata. Dari sini, aku menyimpulkan bahwa: manusia dituntut untuk cerewet.  

Ada yang protes dengan kesimpulanku? 

Nah, karena tuntutan menjadi cerewet inilah yang membuat introvert dipandang aneh. Sebagian besar introvert cenderung senang menyimpan kata. Introvert kadang merasa terpaksa jika harus melakukan interaksi dengan orang banyak. Inilah yang kemudian membuat orang-orang salah paham dengan introvert. Dibilang individualis lah, nggak pedulian lah, sombong lah, dan banyak tanggapan miring lainnya. Well, inilah yang membuat introvert menjadi khusus, karena memang memerlukan jenis perlakuan khusus agar dapat berbaur dengan orang lain. 

A guide to care for introverts :)
Okey, jika memang SEMUA orang ingin memahami introvert, cukup dengan gambar itu saja problem solved. Sayang sekali, tidak semua orang mengerti tentang kepribadian orang lain. Mereka hanya memandang dunia dalam satu sudut pandang yang sangat umum sehingga orang-orang ini akan sulit mengerti dengan introvert.

Jadi, bagaimana cara introvert menghadapi orang-orang ini?

Aku juga bermasalah dengan hal ini. Maka, aku mencari beberapa artikel di internet yang mungkin akan membantu dalam menghadapi hal ini:



Seseorang juga pernah memberi evaluasi terhadap sikapku. Dia bilang, "Kamu di dunia kerja harus pintar berbaur dengan yang lain. Jangan terlalu penyendiri. Berusaha aja buat nyambung sama yang lain. Ngomongin apa, kek. Nggak perlu terlalu basa-basi juga. Ntar ada waktunya buat sendiri, kok. Hati-hati dapat sindiran halus dari orang kantor :p"

Intinya, aku tidak boleh terlalu menuntut orang untuk mengerti denganku. Akulah yang harus pintar menyesuaikan diri. 

Anyway, here I am, an introvert! 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...