Minggu, 16 Agustus 2015

Another Dream Came True: Pengalaman Menonton Langsung Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015

Sudah sedari kecil aku gemar menonton pertandingan olahraga, terutama sepak bola dan bulutangkis. Kalo bulutangkis mah aku rasa wajib banget buat disukai oleh seluruh penggemar olahraga di Indonesia, bahkan yang nggak gemar olahraga juga. Soalnya, olahraga ini satu-satunya olahraga yang berhasil meraih medali emas untuk Indonesia di ajang olimpiade! Bahkan, sempat ada tradisi emas olimpiade turun temurun dari sejak masa Alan-Susi di Barcelona 1992 sampai Kido/Hendra di Beijing 2008, dan sayang banget terputus di London 2012. Nggak hoki itu mah. Semoga tradisinya lanjut lagi di Rio de Janiero 2016. Aamiiin. 

Bulutangkis bahkan juga dikenal sebagai olahraga nasional di Indonesia! Buktinya di video ini:


Video tersebut adalah video Arsenal Asia Tour 2013 berformat kuis yang diikuti oleh Lukas Podolski, Theo Walcott, dan Alex-Oxlade Chamberlain. Coba cermati soal-soalnya.

Last question: what is the number one sport in Indonesia?
And the correct answer is........ BADMINTON!!

Tuh, kan, dari sana kita bisa melihat pandangan dunia internasional mengenai bagaimana melekatnya bulutangkis dengan Indonesia. 

Karena aku juga penggemar bulutangkis, menonton para pemain kelas dunia bertanding secara langsung merupakan salah satu impian masa kecil yang ingin aku wujudkan. Keinginan ini sudah pernah aku publikasikan di catatan Facebook: Mimpi Itu Bisa Disaksikan, Tetapi Tidak Bisa Diwujudkan. Dan akhirnya perwujudan mimpi itu berawal dari ajakan Yoshua buat nonton bulutangkis di Istora Senayan. Yap, brace yourself, Badminton World Championship 2015 in Jakarta!!!

Rabu, 12 Agustus 2015

Perantauan 1: Kemilau Intan Sejati

Audi, 12 tahun, masih belum percaya dengan hidup baru yang akan dia jalani. 

Beberapa menit yang lalu, dia masih berada di pelukan nenek yang menangis. Sembari tubuhnya terfokus pada masa kini, dia pun mengingat hal-hal yang pernah dia lalui bersama neneknya di masa lalu. Neneklah yang menjadi teman terbaiknya saat dia masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Pun sekolah dasar. Dan kini, Nenek harus melepas pengawasannya.

"Baik-baik di pondok, Cu." kata Nenek dengan mata masih berair. 

Audi juga ingin menangis. Tapi dia masih bisa menahannya. Sampai kemudian Mama, Abah, dan adik-adiknya bergantian memeluknya, menciumnya, dan mengucapkan banyak pesan padanya. Menyalurkan doa, semoga jadi anak sholehah dan mandiri. Lalu, semua orang yang dia kasihi meninggalkannya seorang diri, di sebuah pondok pesantren bernama Darul Hijrah...


Jumat, 07 Agustus 2015

Perantauan: Prolog

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan. Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang. Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa. Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran. Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam. Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang. Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang. Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan. 
-Imam Syafi'i-

Kamis, 06 Agustus 2015

Studying is Bored, Learning is Fun!

Baru-baru ini, kalimat yang saya jadikan judul dari tulisan ini sering saya gunakan. Mungkin ini bisa jadi motto hidup saya yang baru. Saya kurang tahu apakah ada orang lain yang pernah mempopulerkannya. Kalimat tersebut begitu saja keluar dari pikiran saya. Bisa jadi sebagai jawaban atas pertanyaan: mengapa saya tidak suka belajar di sekolah/kampus, tetapi sangat bersemangat ketika mempelajari hal lain di luar dari yang diajarkan di sekolah?

Study dan learn jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya akan sama, yaitu belajar. Mari kita lihat definisi dari kedua kata ini menurut Oxford Dictionary.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...