Selasa, 08 September 2015

7 Tempat Paling Berkesan Buat Saya di Surabaya


Seperti yang udah aku paparkan di Perantauan 3: Kota Pecinta Jangkrik, aku nggak terlalu sering nongkrong gara-gara kendala transportasi. Tetapi, aku tetap memiliki beberapa tempat yang pernah aku kunjungi dan pengen banget aku datengin lagi seandainya nanti aku balik lagi ke Surabaya. Mungkin ini juga bisa jadi referensi buat yang pengen jalan ke Surabaya. Cekidot!

Minggu, 06 September 2015

Perantauan 3: Kota Pecinta Jangkrik


Jangan terlalu polos mengartikan judul di atas. Jangan ngebayangin kalo kamu bakalan ngeliat jangkrik beneran di segala sudut kota ini. Bukan gitu. Definisi "jangkrik" di sini adalah sebuah kata umpatan yang kamu ucapin kalo kamu lagi kesel atau dongkol atau perasaan sejenis itu, jika kamu bener-bener udah nggak bisa lagi nahan emosimu. Kalo emosimu makin nggak ketahan juga, kamu bakal ngucapin kata lain yang lebih nusuk; janc*k.

Haha, you should have known which city that I will tell to you. Yap, Surabaya. Tempatnya para jangkrik keluar dari mulut orang-orang. Maaf kalo tersinggung, tapi kalo kenyataannya emang gitu ya gimana lagi?

Makasih banget buat hasil SBMPTN-ku tahun 2013 yang bikin aku sempat merasakan "sumuk"-nya kota yang merupakan ibukota dari provinsi Jawa Timur ini. Padahal sebelum mendapatkan tempat kuliah, aku membayangkan sosokku berada di kota pelajar dengan makanan dan kos yang serba murah. Apa daya, nasib bilang aku harus ke tempat ini.

Kamis, 03 September 2015

7 Tempat Nongkrong Favorit Saya di Bandung

Lapangan Cinta, 18 Agustus 2015
Ketika SMA, mood-ku masih nggak sestabil sekarang. Sekali aku badmood, aku pasti ngerepotin orang-orang sekitarku. Mungkin sering juga mereka capek buat menghadapi aku yang kayak gini. Maka dari itu, aku berusaha mencari waktu buat sendiri dan menghindar dari orang-orang yang mengenalku. Dari sinilah hobi jalan-jalanku muncul.

Yap, aku suka banget jalan-jalan sendiri di Bandung. Orang banyak bilang bahwa kota besar itu rawan kriminalitas sehingga kegiatanku ini sebenarnya cenderung mengkhawatirkan. Toh sampai sekarang aku baik-baik aja kok. Alhamdulillah dijagain sama Yang Di Atas. Dari hobi jalan inilah aku mendapatkan beberapa tempat nongkrong favorit. Cekidot~

7 Tempat Makan Favorit Saya di Bandung


Di tulisan mengenai perantauan di Bandung (cek Perantauan 2: Kumaha Damang? :)), aku sudah paparkan bahwa Bandung adalah surganya kuliner. Berat badanku bertambah gara-gara tinggal di Bandung. Selera makanku juga bertambah. Mungkin juga karena akumulasi efek jamu beras kencur yang sering aku minum sewaktu kecil, hehehe.

Selama di Bandung, aku udah menjelajah beberapa tempat makan. Tujuh yang aku paparkan ini merupakan tempat atau makanan paling berkesan, paling ngangenin, dan paling pengen dikunjungi lagi tiap kali balik ke Bandung. Berikut Top 7 tempat makan favoritku di Bandung:


Rabu, 02 September 2015

Perantauan 2: Kumaha Damang? :)


Dan Bandung, bagiku bukan cuma urusan wilayah belaka. Lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.
Mungkin, Bandung diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum, mungkin
(“Tuhan menciptakan tanah Priangan tatkala sedang tersenyum” - MAW Brouwer)
Mungkin saja ada tempat yang lainnya, ketika ku berada di sana, akan tetapi perasaanku sepenuhnya ada di Bandung, yang bersamaku ketika rindu. Yang bersamaku ketika rindu. 
Kutipan Pak Pidi Baiq di atas emang sukses bikin baper. Bikin ingatanku melayang pada masa-masa puber terbaik. Masa SMA. Masa SMA memang penuh cinta. Bukan cuman cinta-cintaan jenis simpanse gitu. Aku juga dikenalkan dengan cinta lain.

Bandung membuatku jatuh cinta. Bahkan sebelum Kang Ridwan Kamil menjadi walikotanya.