Senin, 12 Oktober 2015

Explore Kandangan Part 2: Balajar Bahasa Banjar

Ketika ada temanku yang tahu kalau aku berasal dari Pulau Kalimantan, pertanyaan yang sering diajukan oleh temanku adalah, “Wah, berarti bisa bahasa Dayak, dong!”

Well, Borneo is not only the matter of Dayak. FYI, ada bahasa lain yang lebih sering dipakai oleh orang Kalimantan Selatan. Bahasa ini juga menyebar ke daerah Kalimantan Tengah, Timur, sampai Utara. Bahasa ini adalah Bahasa Banjar. Ini aku buktikan sendiri ketika aku mengadakan kumpul kontingen Kalimantan di kampusku. Mayoritas orang-orang Kalimantan bagian Selatan-Tengah-Timur-Utara rada nyambung saat ngobrol pakai bahasa Banjar sedangkan yang dari Barat cuman bisa jadi pendengar.

Sebenarnya, bahasa Banjar yang aku gunakan juga bukan Banjar yang sempurna. Faktornya karena lama berada di kampung orang tentunya. Tapi di sini aku bakal coba buat ngejelasin sebisaku general term yang biasa dipakai orang ketika berbahasa Banjar. Dan mungkin agak khusus ke daerah hulu sungai karena Kandangan adalah salah satu kota di daerah hulu sungai.

Oh, ya, tetap saja postingan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, bagi agan-agan yang merasa urang Banjar nang bahasa banjarnya tabagus pada unda, CMIIW...

Aula Simfonia Jakarta, Feel Your Classical Soul!

Gambaran Aula Simfonia Jakarta dari Google (sumber: kompasiana.com)
Musik klasik masih kurang diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Kesimpulan ini aku dapatkan setelah aku mengajak teman-teman di kampusku untuk menyaksikan orkestra. Dari info yang aku dapatkan di internet, akan ada event konser musik klasik pada hari Sabtu, 10 Oktober 2015, di Aula Simfonia Jakarta (ASJ). Aku meneruskan info itu ke grup chatting  kelas serta organisasi. Dan pada akhirnya hanya ada satu orang yang bersedia ikut. Okesip.

To be honest, aku hanyalah manusia biasa yang awam soal musik. Aku nggak bisa baca partitur. Aku juga buta nada. Tapi aku senang mendengarkan musik. Berbagai macam musik, dari yang bikin kalem sampai jingkrak-jingkrak, dari Mozart sampai Linkin Park, pokoknya telingaku fleksibel. Untuk menonton konser baru pilih-pilih. Salah satu syarat menariknya suatu konser bagi Audi adalah harga tiket masuknya nol rupiah alias gratis! Makanya, aku minat banget ketika ada acara Enjoy Jakarta Jazz Festival 2015 bulan September lalu. Karena free entry tentunya.

Nah, bagaimana dengan konser musik klasik yang satu ini? Selain bakal jadi pengalaman pertama nonton konser musik klasik, kegiatan ini juga sebagai pengisi waktu luangku yang luang banget selama di kampus. Kemudian, tempat terselenggaranya konser itu, yaitu ASJ, juga menarik perhatianku. Dari penelusuranku di Google Images, tempat tersebut terlihat megah dan mewah dengan gaya arsitektur khas Eropa.

Kamis, 08 Oktober 2015

Explore Kandangan Part 1: General Introduction


Sabtu, 12 September 2015, aku berkesempatan buat meet up dengan teman SMA-ku. Tepatnya di daerah Otto Iskandardinata, Jakarta Timur. Kebetulan saat itu Galih, temanku yang kuliah di Jepang, sedang dalam masa libur dan sedang berada di Jakarta. Dia pun ikut serta dalam temu kangen kecil-kecilan itu.

Reuni yang hanya terdiri atas aku, Galih, Zeini, dan Kak Sita ini sebagian besar diisi dengan obrolan. Baik nostalgia tentang masa SMA maupun kegiatan kami saat ini. Kemudian iseng Kak Sita bertanya pada Galih, “Gal, kamu di Bandung udah pergi ke mana aja?”

“Ke rumah, hehehehehehehe.”

“Serius? Ga ada ketemuan sama siapa gitu di ITB atau jalan ke mana?”

“Bentar doang. Aku anak rumahan hehehe.”

“Wah, jangan-jangan aku lebih tau Bandung daripada Galih.” gumamku.

Sepertinya fenomena ini juga terjadi padaku: orang yang rajin jalan-jalan di kampung orang tapi diam di rumah kalau berada di kampung sendiri. Akibatnya, aku lebih kenal kampung orang daripada kampung sendiri. Tapi aku akui memang iya.

Senin, 05 Oktober 2015

Perantauan 4: Gue Tinggal di Tangerang Apa Jakarta, Sih?


“UI itu di mana, sih?”

“Di Jakarta!”

Bagi kalian yang menganggap jawaban dari pertanyaan itu nggak ada yang salah, mungkin kalian belum pernah ke UI secara langsung. Atau mungkin pernah ke UI tapi benar-benar nggak tahu kalian menginjak wilayah apa. Well, guys, sebenarnya UI itu di Depok. Dan Depok masih masuk wilayah Provinsi Jawa Barat, bukan DKI Jakarta.

Maaf kalau tiba-tiba ngomongin geografi. Tapi emang wilayah Jabodetabek itu saking deketnya (baik secara wilayah maupun kultur) sering banget disalahartikan sebagai Jakarta. Hal itu terkadang membuat aku bingung sendiri, sebenarnya aku lagi di mana, sih?

Nah, hal ini aku alami sendiri di kota perantauanku yang ini. Secara geografis, aku tinggal di Bintaro. Bintaro itu masuk Jakarta apa Jawa Barat? Neither. Bintaro itu Tangerang Selatan. Tangsel masuk Provinsi Banten. Jadi, kesimpulannya aku berdomisili di Provinsi Banten. Tapi, jika siapapun di kampung halaman bertanya aku kuliah di mana, jawaban simple-nya adalah: Jakarta.

Oke.Ga ada yang peduli juga sama masalah geografi ya?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...