Selasa, 17 November 2015

Rahasia Menulis Produktif ala Dua Penulis

Kurniawan Gunadi dan Ahmad Rifai Rifan
Sebagai penulis pemula, banyak banget masalah yang aku hadapi dalam membuat sebuah karya. Salah satunya adalah produktivitas. Sering banget aku memiliki banyak ide, tetapi untuk menuangkannya dalam tulisan, buntunya minta ampun. Kadang-kadang kalo aku melakukan eksplorasi ke toko-toko buku, aku langsung iri berat sama mereka yang namanya udah tercantum di cover. Kok aku nggak bisa sekonsisten mereka, sih?

Selama dua puluh tahun lebih perjalananku mengarungi dunia ini, aku bertemu dengan banyak penulis. Di antara para penulis tersebut, ada dua orang yang lekat dalam pikiranku. 

Selasa, 10 November 2015

Travelling, A Mood Neutralizer

sumber: en.wikipedia.org
Tulisan ini berawal dari artikel ini.

Seperti yang aku jelaskan dalam tulisan Perantauan 4: Gue Tinggal di Tangerang Apa Jakarta, Sih?, kendaraan umum favoritku saat ini adalah KRL. Karena KRL, aku jarang banget nyasar di Jakarta. Dari kendaraan umum ini pula aku bisa menjelajahi berbagai tempat di Jabodetabek. Baik bersama rombongan maupun sendirian. Karena itulah kabar adanya kenaikan tarif KRL cukup bikin aku hopeless. Mungkin ada yang fine-fine aja dengan kenaikan ini. Ya, cuman naik 50% doang kok. Mungkin, ya, mungkin. Tapi bagi anak kos kayak aku nih, yang perlu apa-apa serba murah demi bertahan hidup di kampung orang, kenaikan itu bisa berakibat pada pengeluaran ekstra juga. Duh.

Anyway, setelah berada di Jakarta--maaf, Bintaro--hobi favoritku, yaitu jalan-jalan-menyasarkan-diri-dalam-hiruk-pikuk-kota-sembari-pikiran-menerawang-ke-antah-berantah pun berlanjut. Setelah aku telusuri, ternyata hobi ini bermanfaat buat mengatur mood-ku. Jika aku sedang badmood atau kenapa, travelling dapat jadi penetralisir mood yang tercemar gara-gara apapun.

Well, sebenarnya apa istimewanya hobi ini, sih, sehingga dapat menjadi mood-neutralizer?