Rabu, 30 Desember 2015

Throwback 2015: “Kepalaku Kini Ada Dua!”

Tak terasa kini kita sudah berada di penghujung tahun 2015. Rasanya baru aja kemaren aku berdiri bengong ngejagain wall of fame di acara tahun baruan kampusku. Ahsudahlah.

Seperti perkiraanku di awal tahun kemaren, up and down pasti ada. Ada saat aku stress banget, tapi tekanan itu kemudian digantikan dengan having fun di kemudian hari. Kronologis hari-hari yang aku jalani sepanjang tahun ini ada di diary. Lengkap dengan baper-bapernya. Tapi nggak bakalan aku tumpahin semua di sini, lah. Gila aja -___-

Yang paling perlu digarisbawahi di tahun ini adalah umurku sudah genap 20 tahun. Biarpun aku bilang bahwa I’m forever 17 deep inside my heart. Tetapi, tentu saja aku nggak bisa melawan umur biologis yang semakin bertambah setiap harinya. Jujur, perpindahan umur ini sebenarnya agak ngebikin aku sedih juga. Apalagi kalau aku pikir-pikir lagi, kok di umur belasan aku kayak nggak ngapa-ngapain, sih? Ini sumber baper paling utama. Karena itulah aku bertekad pengen mewujudkan berbagai impian masa kecilku di umur segini.

Selain berkepala dua, ada beberapa hal lagi yang aku alami di sepanjang 2015:


Gelar Akademik


Yeay lulus!
Setelah melalui rangkaian perkuliahan beserta ujian-ujiannya, akhirnya aku dan teman-teman seangkatanku dinyatakan lulus program Diploma 1! Dan itu membuat kami mendapatkan gelar baru, yaitu Ahli Pratama (A. P.) Prosesi pelepasannya dilakukan di lapangan apel besar kampus dengan mengenakan Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB). Mendapatkan gelar sebenarnya bukan sesuatu yang perlu dibanggakan, justru malah dijadikan motivasi. Itu artinya aku bakal dipandang sebagai orang yang ahli dalam bidangku. Apalagi yang aku tempuh ini adalah studi terapan. So, jangan sampai ilmu yang didapat di kampus langsung melayang ketika sudah praktik di lapangan, ya!

Arsenal dan Problematikanya
Dokumentasi saat Arsenal memenangkan Community Shield
Nggak cuman aku doang yang dapat gelar. Arsenal juga bisa dapat gelar! Tahun ini, FA Cup dan Community Shield sukses dipertahankan, ditambah lagi dengan Barclays Asia Trophy dan Emirates Cup. Total ada empat tropi. Namun, di balik gelar tersebut, para pemain Arsenal masih aja sering kena cidera.

Yang paling ngeselin dari Arsenal di tahun ini adalah pergerakannya di bursa transfer musim panas. Aku bela-belain begadang sampai jam 12 malam mantengin Twitter dengan keyword #DeadlineDay #Arsenal dan nggak dapet apa-apa selain capek. Capek hati. Udah mah transfernya Petr Cech lambat banget launching-nya, ditambah lagi kenyataan bahwa doi cuman satu-satunya pemain baru di Arsenal. Padahal rumor-rumor Benzema, Pato, Cavani, dan segala macem rumor pemberi harapan lainnya berseliweran tanpa kasihan. Sebagai fans yang cuman bisa bacot di sosmed, aku mah apa atuh nyak.

Tapi nggak disangka-sangka, dengan kehematan inilah Arsenal berhasil menjadi tim langganan empat besar yang masih setia nongkrong di empat besar pada saat era-era tim sejenis Leicester City, West Ham United, dan Watford berhasil menembus dominasi tim papan atas. Arsenal masih mending dibandingin sama nasibnya Manchester United, Liverpool, apalagi Chelsea yang udah mulai kegusur. Di Liga Champion pun Arsenal masih beruntuuuuuung banget bisa lolos lagi ke 16 besar, meskipun ntar lawannya Barcelona, heuheu. Dan di beberapa pertandingan, Petr Cech bener-bener megang peran kunci. Rasanya kalo nggak ada dia, Arsenal mungkin udah gimana-gimana. Ya Allah jenius amat Wenger ini ternyata. Nyesel dah suudzon mulu.

Organisasi Kampus
Panitia IPTEK Expo 2015
Nggak nyangka aja kalau aku bakal diterima di beberapa organisasi kampus. Dan aku juga nggak nyangka ternyata ngebagi waktunya juga lumayan susah. Sebagai orang yang gampang banget overthinking, terkadang beberapa urusan sekaligus udah cukup ngebikin stress. Rasanya pengen melarikan diri ke London buat liburan. Duh. Tapi kalo diingat lagi, lucu aja sih, hehehe.

Awal tahun ini, aku sudah jadi panitia tahun baru. Kemudian, aku juga jadi panitia IPTEK Expo yang diselenggarakan dari April sampai Mei. Parahnya, aku ditunjuk sebagai penanggungjawab salah satu lomba, tepatnya Lomba Cerdas Cermat. Dan kalo aku bayangin itu masih kebayang konyolnya gimana. Wkwkwk. Aku masih ingat gimana perjuangan nyusun materi soal sampai nggak tidur malam. Trus juga sering banget teman-teman sesama panitia jadi korban kebeteanku gara-gara beberapa hal berjalan di luar ekspektasi. Belum lagi pas lomba berlangsung. Yah, begitulah.

Selain itu, acara besar lain yang berlangsung adalah Pentas Seni (Pensi). Nah, ini adalah momen di mana aku pengen banget ngubah diriku jadi organisme aseksual yang dapat membelah diri. Kebagi banget! Setidaknya, aku harus menyumbang tenaga di enam tempat. Lalu beberapa di antaranya akhirnya aku eliminasi demi prioritas, terutama sebagai panitia Pensi sendiri.  
Color Guard Marching Band Bahana Angkatan VIII. Tebak aku yang mana.
Oh, ya, di Pensi juga itu pertama kalinya aku tampil dalam Marching Band! Meskipun cuman ngebawain dua lagu. Selain Pensi, kami juga tampil di acara Dies Natalis kampus.

Mewakili Kampus  

Sebagai salah satu perguruan tinggi kedinasan (PTK), kampusku juga ikut meramaikan Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK). Aku pernah intensif dipersiapkan buat ikut Scrabble. Persiapannya dengan melakukan sparring ke PTK lain seperti STIS dan STAN. Tapi, pada akhirnya aku malah ikut Karya Tulis Ilmiah bersama Kak Say Marina dan Rilly. Lucu banget kalau ingat struggling-nya kayak gimana. Sampai jauh-jauh ke UI buat studi pustaka. Trus juga nekad ke Pasar Minggu buat nganter hardcopy.

Selain itu, aku juga nggak tau entah bagaimana tiba-tiba aku bisa diikutsertakan dalam Lomba Cerdas Cermat Islami dalam rangkaian Festival Islami Ala Statistisi (FISI) di STIS. Aku satu tim dengan Kak Indah dan Fania. Sedangkan di tim lain ada Kak Umi, Nindya, dan Sari. Nggak menang juga, sih. Tapi aku nggak nyangka berkat ikut lomba ini aku jadi ketemu sama teman SMP-ku, Tati. Kapan-kapan jalan bareng, ya!

Kalian Mungkin Pernah Liat Aku di TV

Nebeng duduk di bangkunya Mbak Najwa
Kalau liat acara TV yang ada penontonnya, sering banget, kan, kalian liat anak mahasiswa pake almamater trus meramaikan dengan tepuk tangan? Well, mungkin kalian juga pernah liat aku pakai seragam. Di waktu luang kampus, aku dan teman-temanku sempat jadi penonton di beberapa acara TV. Aku sendiri pernah jadi penonton di Mata Najwa edisi “Menolak Bungkam” Metro TV, Hitam Putih Trans 7, dan Mencari Negarawan Kompas TV. Tbh, ketika aku datang ke beberapa stasiun TV tadi, aku langsung teringat dengan cita-cita lamaku. Trus baper. Oke.  

I’m A Witness of Some Amazing Events! 
AS Roma vs AS Roma
Siapa sangka ternyata di tahun ini Audi akhirnya dapat mewujudkan keinginan masa kecilnya, yaitu menonton pertandingan bola secara langsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Tepatnya ketika AS Roma melakukan turnya. Impian masa kecil lain yang terwujud adalah menonton pertandingan bulutangkis level dunia secara langsung. Pokoknya, di sela-sela waktu luang, aku bisa hadir ke beberapa event menarik dan bisa bertemu banyak orang. Tetapi yang paling berkesan adalah dua hal yang aku sebutin tadi. 

Berkah Ngeblog

Laptop gratis
 Ada dua hal di tahun ini yang membuatku semakin termotivasi untuk lebih serius ngeblog. Pertama, aku diundang untuk meliput sebuah pameran teknologi yang diadakan oleh GE Garages di Ciputra Artpreneur Jakarta. Kedua, aku berhasil mendapat hadiah utama, yaitu laptop Acer, dalam acara Workshop Blogger UI! Kalau dipikir lagi, jika bidang ini lebih serius aku dalami, hasil yang aku dapat bakalan lebih dari yang tadi, kan? We’ll see.  

Reuni!

Aku pernah bilang bahwa salah satu alasanku nggak betah di tempat lama adalah karena susahnya akses untuk bertemu teman lama. Ketika aku pindah ke daerah barat pulau Jawa, di sinilah aku bisa temu kangen berkali-kali.

Temu kangen yang paling kerasa suasananya adalah ketika ada International Festival of Language and Culture yang diadakan pertama kalinya di Taman Ismail Marzuki. Selain aku bisa kenal dengan salah satu seniorku yang anak Pasiad, aku juga ketemu sama teman-teman, kakak kelas, adek kelas, serta guru-guruku sewaktu SMA! Selain itu, banyak juga anak Pasiad yang datang dengan seragam merah-merah sehingga benar-benar terasa suasana Pasiad-nya.

Ada pula meet up maksa-tapi-nekad di Bandung. Aku ketemuan sama teman sefrekuensi: Zeini, Rofi, Ninda, dan Zakiah. Sempat temu kangen sama guru di sekolah juga. Tak lupa bernostalgia sama mantan calon kampus di Jalan Ganesha. Hedeh.

Dan meet up lainnya dilakukan di McD dekat kampus STIS. Ketemu lagi, deh, sama Zeini. Selain itu ada Kak Sita, teman nonton bola waktu di asrama Pribadi, serta special guest yang jauh-jauh datang dari Jepang, Galih. Pokoknya seneng banget bisa sering meet up sama teman lama. Setidaknya bisa istirahat dulu dari urusan kampus.  
Meet up di Bandung

Meet up di McD dekat STIS

Mantan fakultas. Huhuhu
Itu adalah sebagian besar hal yang aku ingat sepanjang 2015 ini. Ada beberapa kesimpulan yang bisa aku dapat:

·         Being too honest is bad sometimes. Too honest here is referred to expressing what I exactly feel on my face. I often feel kind of depressed, insecure, anxious, and many other bad feelings and I just showed it to everyone so they might feel very bad toward me. So, I think I can just start to learn how to smile in every condition I have. Well, it could be my tomorrow’s resolution.
·         Letting go of something could be the best choice. Okay, it’s not only about “loving someone” or anything like that, but it also about dreams. Yeah, if you read my previous blog post or my social media, you’ll know that I was a very-passionate-soon-to-be-full-time-sport-journalist but I can’t. Now, I’m trying to live in my new life, facing my new obstacles, and also taking chances to do what I love to do.
·         I’ve found my true passion! No need a longer explaination for this, right?

Mengingat masa lalu emang bagus buat pembelajaran. Tapi kalo bapernya berlarut-larut juga nggak baik, kan? Setelah ini akan ada resolusi 2016. Stay tune!

2 komentar:

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.