Sabtu, 19 Desember 2015

"Wonder If I Gave An Oreo...."



Kesel, nggak, sih, kalo nonton TV nasional kita? Dikit-dikit iklan, dikit-dikit iklan. Trus pas programnya berlangsung pun kadang-kadang diselipin iklan juga. Anaknya guru fisikaku waktu SMA sampai ikutan ngomen, lho (FYI, dia orang Turki). Dia bilang, “Abla (kakak perempuan–red), kok di TV Indonesia banyak sekali iklannya, ya? Di Turki iklannya nggak sebanyak ini...” dan aku cuman bisa nyengir.

Bahkan, iklan di Indonesia sampai dilucu-lucuin sama Mbak Sacha Stevenson dalam video berikut ini....



Tapi, di sela-sela kekesalan kalian, pernah nggak kalian merhatiin iklan-iklan yang ada di TV kita? Siapa sangka, di balik iklan yang cuman berdurasi beberapa detik itu, yang kadang isinya itu apaan banget, terdapat otak-otak yang terperas habis buat mikir. Sepengetahuanku, nih, iklan itu terbentuk atas banyak pertimbangan. Seperti:
  • Gimana caranya agar dalam durasi yang sebegitu singkatnya pesan dari iklan bisa sampai pada penonton?
  • Gimana caranya agar iklannya ngebekas dalam pikiran penonton?
  • Gimana caranya agar penonton langsung ngiler sama produk yang ditampilkan dalam iklan?
  • Slogan atau jargon apa yang cocok untuk iklan ini agar dapat merepresentasikan si brand?
  • Iklan ini perlu jingle, nggak? Kalo perlu, jingle seperti apa yang bakal terngiang-ngiang di telinga penonton?
  • Siapa yang sekiranya bisa membintangi iklan ini agar penonton yakin dengan kualitas brand tersebut?

Sampai sini, masih menganggap iklan itu sepele?


Dari banyaknya iklan yang berseliweran di televisi, ada sebuah iklan yang ngebekas banget buat aku. Dari judul tulisan ini pun kalian bisa menebak itu iklan apa. Yup, iklan Oreo! Baru-baru ini, iklan Oreo ditampilkan dalam sebuah animasi lucu dengan jingle yang lucu juga. Dan aku mengakui bahwa aku pernah jadi “korban” iklan Oreo ini.

Awalnya aku cuma tau versi Bahasa Indonesia dari jingle Oreo ini. Ketika aku kepoin lagi di internet, ternyata lagu ini aslinya dinyanyikan oleh Owl City, penyanyi yang lagu-lagunya fresh banget menurutku. Dan itu semakin bikin iklan ini jadi tambah fresh.

Berikut lirik jingle Oreo dari bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.



Oreo Wonderfilled 

Versi 1:
Wonder if I gave an Oreo
To the big bad wolf, how would the story go?
Would he still go Huff and Puff?
Or would he bring those pigs cool stuff
to decorate the deck he helped them build
Would they not get killed?

Wonder if I gave an oreo
To a vampire in a creepy show
Would he not act so undead?
Would he thirst for milk instead?
I’ve just got this feeling that it might work out
Alright

Cause cream does wondrous things
Inside a chocolate sandwich dream
If I gave them to great white shark
Would they share them with baby seals?
Would they called up the giant squid for a friendly meals?

Wonder if I gave an oreo
Wonder if I gave an oreo to you

Versi 2:
Wonder if I gave an oreo
To somebody out there who I didn’t know
Would they laugh after I’ve gone?
Would they pass that wonder on?
I wonder how it change your point of view
If I gave one to you

Penuh Keajaiban

Versi Hiu:
Bayangkan kuberi oreo
Tuk si hiu bergigi tajam
Akankah dia berubah dan jadi bersahabat?
Bersama berbagi krim yang nikmat
Penuh keajaiban
Bayangkan kuberi oreo

Versi Vampir:
Bayangkan kuberi Oreo
Tuk si vampir yang menyeramkan
Akankah dia berubah dengan susu segelas?
Kurasa semua kan jelas menyenangkan

Karna krimnya sangat nikmat
Dalam sandwich coklat
Bila si hiu datang, kuberi oreo lagi
Bisakah dia bersahabat dan berbagi?

Bayangkan kuberi oreo
Dunia penuh keajaiban
Kalau kuberi Oreo tuk kamu

Bayangkan kuberi oreo



Dari lirik Oreo Wonderfilled, ada tiga tokoh spesifik yang ingin diberi Oreo oleh tokoh aku (I), yaitu serigala (wolf), vampir (vampire), dan hiu (shark). Baik serigala, vampir, dan hiu merupakan makhluk yang punya imej menyeramkan serta kerap kali dijadikan sebagai tokoh antagonis. Nah, apa yang terjadi jika ketiga tokoh tersebut aku beri Oreo?

Kalian ingat dongeng serigala dan tiga ekor babi? Dalam dongeng tersebut, serigala ingin memakan para babi. Kemudian, masing-masing dari babi tersebut membangun sebuah rumah untuk berlindung. Ada yang membangun rumah dari jerami, kayu, dan batu bata. Serigala bukannya masuk ke rumah untuk menerkam para babi, tapi dia mengandalkan kekuatan napasnya untuk meniup rumah-rumah tersebut. Dia berhasil menghancurkan rumah yang terbuat dari jerami dan kayu, tetapi dia gagal menghancurkan rumah yang terbuat dari batu bata sehingga babi yang berlindung di rumah itu selamat.

Iklan Oreo mengajak kita berfantasi, bagaimana jadinya jika serigala dalam dongeng tersebut diberi Oreo? Apakah dia akan tetap kejar-kejaran dengan tiga ekor babi tadi, atau malah membantu para babi untuk membangun rumahnya?

Serigala yang mendapat efek baik dari Oreo pun memberikan Oreo tersebut kepada vampir. Dalam adegan tersebut, vampir yang baru keluar dari peti akan mengisap darah seorang gadis. Akan tetapi, dia tidak jadi haus darah, melainkan lebih ingin minum susu. Bahkan, dia minum susu bersama sang gadis dan menjadi teman baik.

Oreo juga diberikan kepada ikan hiu. Yang menggemaskan, ikan hiu ternyata tidak memakan Oreo itu sendiri. Dia malah berbagi dengan anjing laut serta turut mengundang cumi-cumi untuk bersantap Oreo bersama.

Selain berfantasi mengenai persahabatan, iklan ini juga tak lupa membuat kita memfantasikan kelezatan krim vanila yang diapit oleh dua biskuit coklat. Karena kelezatan inilah serigala, vampir, dan hiu berubah menjadi sahabat bagi tokoh karakternya berseberangan dengan mereka.

Dalam versi jingle yang lebih pendek, tokoh aku memberikan Oreo kepada orang asing atau stranger (dalam jingle-nya disebutkan somebody out there who I didn’t know). Jika kita diberi sesuatu oleh orang yang tidak kita kenal, reaksi kita biasanya menaruh curiga, kan? Atau mungkin menertawakan soal kok bisa-bisanya dia ngasih kita sesuatu tanpa sebab yang jelas?

Kemudian, ada harapan tersirat yang disampaikan oleh tokoh aku dalam lirik, “I wonder how it change your point of view if I gave one to you” Artinya, “Penasaran deh, ‘pandangan’ kamu bisa berubah, nggak, sih, kalo aku ngasih Oreo ke kamu?” Menurutku, ini berhubungan dengan jingle sebelumnya di mana serigala, vampir, dan ikan hiu menjadi baik karena Oreo. Meski mereka baik, tetapi mereka tetap terlihat menyeramkan untuk kita, kan? Jadi, tokoh aku pengen ngasih stranger, anggap aja kita, sebuah biskuit Oreo untuk mengubah pandangan kita mengenai ketiga makhluk menyeramkan tadi, bahwa mereka dapat bersahabat dengan kita. Hal itu terlihat dalam setiap adegan jingle itu. Vampir yang berkeliaran malam-malam ternyata juga bisa jalan-jalan bersama gadis mengendarai mobil. Lalu, serigala yang kita pikir akan meniup rumah para babi, ternyata justru tiupannya itu dia pakai untuk meniup layar perahu yang membuat perahu serigala dan tiga ekor babi berlabuh di air. Ketika mereka berlayar, mereka juga bertemu cumi-cumi dan berbagi oreo. Cumi-cumi ini juga muncul saat hiu berbagi Oreo dengan anjing laut.

Jingle versi singkat ini seperti sebuah kesimpulan akan ajaibnya efek kelezatan Oreo. Jingle itu juga memberi pesan agar kita menghilangkan pandangan negatif kita terhadap orang lain. Dalam hal ini juga mengangkat sebuah pesan purba: don’t judge a book by its cover. Kita juga diajak untuk berpikir positif bahwa seseorang yang memiliki bad attitude juga dapat mengubah dirinya menjadi orang baik. Dari kita menghilangkan pandangan negatif kita, maka kita dapat menjalin pertemanan dengan siapa saja.

Nah, yang perlu diperhatikan juga adalah tangan-tangan yang membagi serta menyambut pemberian Oreo, dari manusia dengan berbagai latar belakang sampai hewan-hewan. Ini juga sebuah penggambaran bahwa biskuit ini sangat universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja.

Intinya, iklan Oreo ini secara keseluruhan mengampanyekan sebuah persahabatan di atas perbedaan. Kurang lebih seperti pesan perdamaian. Kita dapat melihat iklan ini seperti sebuah hiburan singkat di tengah konflik yang terjadi di dunia saat ini. Misalnya mengenai Islamophobia. Dari peristiwa gedung WTC hingga peristiwa Bom Paris, orang-orang langsung digiring pada opini mengenai kekerasan yang dilakukan oleh orang Islam, entah bagaimana. Ini pun menimbulkan stereotip bahwa semua orang Islam itu melakukan kekerasan. Padahal hal tersebut dilakukan oleh kelompok ekstrimis (atau konspirasi lain?) yang mengatasnamakan Islam. Hal seperti inilah yang kemudian disindir dalam iklan Oreo, bahwa kemudian orang-orang menjadi anti terhadap Islam, padahal mereka belum mengenal Islam itu seperti apa. Sama nasibnya dengan serigala, vampir, dan ikan hiu yang langsung di-judge menyeramkan, padahal belum tentu.

Pesan-pesan pendukung inilah yang sudah menguatkan tema yang diusung Oreo di iklan ini, yaitu Wonderfilled atau Penuh Keajaiban. Well, kalian juga pasti punya pemikiran sendiri mengenai iklan ini. Tbh, aku pengen banget keajaiban Oreo ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari wkwk. Konyol, ya?

However, this biscuit is like my mood partner. Someone once, actually twice, gave me the mini version of this biscuit and it was enough to make my day, even reducing some amount of badmood in the other time of that day. Actually I also want him to feel how wonderful being significant to someone is by giving him the kind-of-ribet-version of this biscuit but I think he just saw me as a nuisance girl who has such a ridiculous obsession over Oreo. Ahsudahlah.

Tuh, hati-hati dibaperin.

Anyway, “keajaiban” yang dihadirkan Oreo ini sudah membuat iklan menjadi sebuah hiburan yang sarat makna. Tak hanya sekadar menonjolkan kelebihan produk saja atau sekadar jadi iklan numpang lewat trus bisa ditinggalin buat ke toilet. Oke, sekali lagi, ini adalah opiniku dan kalian bebas memiliki opini lain tentang iklan ini.

Btw, aku menulis ini ditemenin sama adek-adek yang lagi makan Oreo, lhooo <3

8 komentar:

  1. Itu mah jajan kesukaan anak saya,,, Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampai sekarang saya juga masih suka kok Pak hehe

      Hapus
  2. kenapa banyak blogger ngebahas ini ya? hahaha...booming iklanya udah lama padahal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iklannya lucu banget sih mbak, hehe. Duh kebiasaan aku mah emg suka telat update ._.

      Hapus
  3. hahaa... baru tau aku maksudnya. aku termasuk penyuka iklan oreo yang ini juga tapi gak pernah terpikir sedalam gini. cuma menikmati aja menurutku iklanya lucu dan menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyasih kak. Gara2 lucu dan menarik juga sih makanya mikirnya dalem juga hehe

      Hapus
  4. Iklan yang membekas di saya itu iklannya asuransi (kalau enggak salah) Thailand. Sedih, ibunya berjuang mati-matian nyamar jadi lelaki dan jadi supir taksi untuk anak lelaki satu-satunya. :'((

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, aku juga lihat iklannya itu, sedih banget. Iklan thailand bagus-bagus juga sih sebenarnya

      Hapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.