Sabtu, 16 Januari 2016

5 Reasons Why You Have To Start Postcrossing!

Kartu pos favoritku di 2015

Sebagai orang yang terlahir di tahun 90an, perbedaan cara komunikasi jarak jauh antara dulu dan sekarang udah beda banget. Dulu, aku punya sahabat pena di beberapa wilayah Indonesia. Komunikasinya dilakukan dengan surat-suratan atau berkirim kartu pos. No hape. No sosmed. Kalau sekarang, karena komunikasi sudah sangat mudah dan praktis, kegiatan surat menyurat pun mulai ditinggalkan. Bahkan, tampaknya anak kecil zaman ini sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya berkirim surat.


Meskipun begitu, masih ada, kok, orang-orang yang masih hobi melakukan kegiatan yang berhubungan dengan surat-suratan. Postcrossing misalnya. Kamu masih bisa menemukan komunitas pecinta kartu pos ini di cardtopost.com (Indonesia) atau postcrossing.com (Worldwide). Kalo mau gabung tinggal masuk ke situsnya aja. 

Bagi yang ketertarikan soal postcrossing masih 50% atau kurang, mungkin kamu belum menemukan alasan tepat buat mulai berkirim kartu pos. Mungkin 5 alasan ini bisa mengilhami kamu.... 

1. Boosting your Creativity


Siapa bilang kartu pos cuman sekadar kertas yang belakangnya polos dan depannya diisi alamat pengirim dan perangko. Kartu pos memiliki banyak desain, kok! Desainnya pun sesuai selera. Mau yang cuman gambar foto doang kek, desain manual pakai lukisan tangan kek, desain pop up kek, tergantung selera kita! Maka, dengan melakukan postcrossing, kreativitas pun dapat ditingkatkan.

2. Telling the Words Unsaid


Pernah naksir seseorang tapi bingung gimana menyampaikannya? Kartu pos dapat menjadi solusinya! Bahkan, berdasarkan subjektivitas penulis, mengungkapkan cinta melalui kartu pos lebih dalam maknanya ketimbang memberi bunga ataupun coklat. Kenapa? Selain lebih murah, kartu pos juga dapat mengungkapkan beberapa hal secara tersirat (yang mungkin sulit jika harus diungkapkan ke dalam kata). Hal ini juga berlaku tidak hanya dalam urusan cinta-cintaan saja, tetapi juga persahabatan, kekeluargaan, persaudaraan, perdamaian, dll.

3. Getting in Touch Deeper


Lebih berkesan mana: ditembak gebetan lewat chat di facebook atau ditembak gebetan lewat kartu pos? Jawabannya musti bermacam-macam. Tapi aku yakin bakalan banyak yang jawab kartu pos. Perbandingannya: chat di facebook mudah dilupakan sementara kartu pos bakalan jadi suvenir unik yang kudu disimpan. Ya nggak? Trus, lewat kartu pos, doi juga bakalan lebih ngebagus-bagusin tulisannya sehingga kamu bisa baca gimana perjuangan doi untuk mengungkapkan perasaannya ke kamu lewat tulisan tersebut, ketimbang lewat chat facebook yang font-nya pasti itu-itu aja. Makanya, ungkapan emosional si pengirim pun dapat kita rasakan lewat tulisannya.

4. Killing Two Birds with One Stone!


Ungkapan ini setali tiga uang dengan peribahasa: sekali mengayuh, dua tiga pulau terlampaui. Selain mengoleksi kartu pos, kamu juga otomatis dapat mengoleksi perangko! Maka, bertambahlah barang koleksi jika gemar postcrossing!

5. Last But Not Least and Also Important: Mobilizing Yourself!


Semenjak kamu memiliki smartphone, kamu bawaannya mager terus. Betul nggak? Misalnya aja kalo kamu bangun tidur. Udah nggak zaman bangun tidur kuterus mandi. 90% pemilik smartphone ngecek HP-nya dulu setelah bangun tidur. Entah liat facebook, twitter, path, instagram, dkk. Belum kalo ada comment, pasti dibalas dulu. Belum kalo balasan comment-nya cepat, pasti dibalas lagi. Otomatis jarak antara bangun pagi menuju mandi bisa sampai satu jam atau lebih. Waduh. Nah, dengan melakukan postcrossing, kamu dilatih untuk tidak mager dan bersosialisasi dengan orang-orang di kehidupan nyata. Kamu harus jalan ke kantor pos dulu, trus transaksi sama mbak/mas yang di kantor pos. Memang tidak praktis, tapi itu dapat menjadi latihan untuk mobilisasi diri. 



So, udah cukup tertarik buat postcrossing? Tunggu apa lagi. Let's start your first postcrossing and get ready to get addicted!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.