Jumat, 22 Januari 2016

Mengikuti Kelas Melukis Bersama Bipolar Care Indonesia


Banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal gangguan Bipolar (Bipolar Disorder). Penyakit ini merupakan salah satu penyakit mental yang ditandai dengan adanya mood-swing atau perubahan mood secara tiba-tiba. Perubahan ini umumnya terdiri atas dua fase, yaitu fase manic dan fase depresi.  Jika penderitanya berada pada fase manic, dia akan merasa senang secara berlebihan. Namun jika dia berada pada fase depresi, maka dia akan mengalami depresi berlebihan. Bahkan memiliki keinginan untuk bunuh diri. Karena itulah perlu adanya perhatian khusus kepada para penderita penyakit ini.

Komunitas Bipolar Care Indonesia (BCI) menjadi komunitas yang peduli pada para penderita Bipolar. Kepedulian tersebut salah satunya dilakukan dengan mengadakan kegiatan art therapy, yaitu Kelas Melukis dan Kelas Biola. Sabtu (9/1) kemarin, aku dan temanku, Asti, berkesempatan untuk berpartisipasi dalam Kelas Melukis. Kegiatan ini diadakan di Gedung A Kemendikbud Senayan, Jakarta.

Tidak hanya penderita bipolar yang mengikuti kelas ini, yang bukan penderita juga bisa ikut ambil bagian. Hitung-hitung buat menghilangkan stress, lah. Kegiatan melukis ini dipandu oleh seorang seniman sekaligus art therapist, Pak Joko Kisworo, 

Uniknya, dalam memulai kelas ini, Pak Joko tidak langsung mengarahkan kami untuk langsung berkreasi di atas kanvas, melainkan melakukan pemanasan terlebih dahulu. Pemanasan ini dilakukan dengan berjalan sambil mengangkat dan menurunkan tangan, sembari tak lupa menarik dan menghembuskan nafas. Layaknya pendinginan waktu senam aerobik. Hal ini agar tubuh menjadi lebih rileks. Ini juga diharapkan dapat berpengaruh baik pada performa kami waktu melukis.

Setelah pemanasan dilakukan, kami menggambar dulu di atas kertas HVS. Setelah itu barulah gambaran itu kami tuangkan ke dalam kanvas. Pak Joko tidak menuntut kami untuk memiliki teknik yang bagus dalam melukis. Yang terpenting, emosi yang ada dalam diri kami bisa dilampiaskan ke atas kanvas. Meskipun begitu, Pak Joko juga sesekali memberi pengarahan tentang teknik dasar melukis. Terutama buat kami yang baru pertama kali berurusan dengan kuas dan kanvas. 

Menurutku, titik paling menyenangkan dalam melukis adalah bermain-main dengan warna. Seringkali aku mencampurkan warna secara random dan menambahkannya begitu saja ke dalam lukisanku. Nggak peduli entah itu nyambung atau tidak. Namun yang aku incar bukan bagus-tidaknya lukisan bikinanku, melainkan bagaimana kemudian aku merasa bebas in the odd way. Rasanya, pulang dari Kelas Melukis, aku pengen beli kanvas sendiri dan melukis sendiri. 

Setelah kurang lebih tiga jam, akhirnya semua peserta menyelesaikan lukisannya. Begini, nih, hasilnya:


Rencananya, lukisan-lukisan ini akan diseleksi untuk dipamerkan di pameran lukisan Universitas Tarumanagara.

Ada lagi hal yang aku dapatkan selain kepuasan menumpahkan emosi ke dalam lukisan:

Dapat teman baru

Ki-ka: Mbak Fitri, Asti, Audi, Mbak Yisha

Kelas Melukis ini emang friendly environment. Meskipun pada dasarnya melukis adalah urusan individu, tetapi kami masih tetap berinteraksi satu sama lain. Setelah kelas selesai pun kami juga nggak lupa buat nongkrong sebentar di FX Sudirman.

Dapat oleh-oleh dari Jepang


Snack yang bisa dimakan sambil melukis. Ada yang original didatengin dari Jepang, lho!

Ini, sih, agak-agak jackpot. Kebetulan salah satu anggota BCI baru saja datang dari Jepang. Sayangnya, beliau tidak dapat hadir di Kelas Melukis. Sebagai gantinya, suaminya mengantarkan oleh-oleh berupa snack Doraemon dan Kit Kat rasa green tea. Terima kasih banget buat si Mbak ini, ya! 

Yang pastinya, dapat wawasan baru

Aku tau mengenai bipolar hanya melalui sumber-sumber internet. Melalui kelas ini, aku banyak mengobrol dengan Mbak Yisha dan Pak Joko mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan penyakit mental. Pokoknya, penyakit mental itu tidak bisa hanya dengan self-diagnose. Harus melalui dokter atau psikiater. Penyembuhannya pun macam-macam, tidak hanya dengan art therapy. Dari Mbak Yisha pun aku dapet rekomendasi Drama Korea!

Terima kasih buat BCI atas kesempatannya untuk mengikuti Kelas Melukis. Kalau pengen ikut berpartisipasi dalam acaranya BCI, pantengin aja sosial medianya BCI, baik di Facebook, Twitter, dan Instagram. Informasi lengkapnya dapat diakses di www.bipolarcareindonesia.com.


4 komentar:

  1. Meskipun aku pernah mempelajari sedikit tentang penyakit kelainan bipolar, aku masih belum memahami bagaimana melukis bisa meredakan senyawa-senyawa kimiawi yang meletup-letup berlebihan yang menjadi manifestasi penyakit gangguan bipolar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya melukis itu sejenis relaksasi gitu deh mbak, hehe. Kalau saya jujur lebih rileks, sih. Mungkin penjelasan lengkap bisa ditanya ke ahlinya :)

      Hapus
  2. iyah..melukis, menggambar..itu self healing. dan..kondisi jiwa seseorang bisa lho kebaca dari lukisanya. tapi cuma para psikolog yg ngerti :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin kita juga bisa mencoba buat mengerti mbak biarpun bukan psikolog ^^

      Hapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.