Kamis, 28 Januari 2016

Menjadi Kutu Buku Yang Kekinian!


Pernah kepikiran, nggak? Kok orang yang kecanduan buku mendapat julukan 'kutu buku'?

Ketika aku search di Google, orang punya pendapat yang berbeda-beda soal arti dari julukan ini. Ada yang bilang bahwa orang yang suka baca buku itu kerjaannya nempeeel terus sama buku layaknya kutu di kepala. Ada pula yang berprasangka bahwa istilah 'kutu' itu disematkan oleh para penjajah untuk pribumi karena negatifnya istilah tersebut agar orang pribumi tidak senang membaca.

Kalau boleh berpendapat, kutu itu memiliki filosofinya sendiri. Selain suka nempel, kutu juga senang mengisap darah dari kepala. Jika dikaitkan dengan buku, orang yang senang membaca itu bisa 'mengisap' isi dari buku tersebut sebagai nutrisi untuk otaknya. Karena itulah sebagian besar kutu buku dianggap 'pinter' oleh teman-temannya.

Tak hanya mengisap darah saja. Kutu pun penyebarannya cepat. Dalam satu rumah, satu anggota keluarga saja yang kena kutu, anggota keluarga lain bisa tertular (based on true story, hihihi). Nah, begitu pula seharusnya dengan orang yang senang membaca buku. Jika dalam satu lingkungan ada yang suka baca buku, orang lain pun bisa mengikuti dia untuk membaca.

Oke, ada yang berminat buat menjadikan buku sebagai hobinya. Lantas, relakah mereka-mereka ini dikasih julukan 'kutu buku'?


"Kutu Buku is old-fashioned!"  


Kutu buku katanya kayak gini.... (sumber)

Dalam beberapa film atau sinetron, kutu buku itu digambarkan sebagai orang yang culun abis. Rambut licin, kacamata frame tebel, baju kameja yang dikancing semua, serta postur tubuh agak bungkuk. Sedangkan di zaman sosial media ini, orang-orang pengen banget tampil keren, eksis, dan dibilang kekinian. Terbukti, tren-tren viral sosial media banyak diikuti. 

IMHO, melihat fenomena seperti ini, hal yang dapat dilakukan untuk menularkan hobinya para kutu buku ini adalah menjadikan book addict sebagai sebuah tren kekinian! Caranya dengan menjadi seorang kutu buku dan menyebarkan 'benih kutu' ini di dunia maya. Karena itulah langkah Stiletto Book patut kita apresiasi. Dengan mengadakan lomba blog yang terbuka untuk umum, penerbit buku perempuan ini berusaha untuk menyuarakan bahwa menjadi kutu buku itu sexy, lho! Jangan terpengaruh dengan gambaran kutu buku ala-ala sinetron, yak!


"Oke, Audi. Lu ngajak-ngajak gue jadi kutu buku. Trus, kenapa gue musti ngikutin elu?" 

Alasan untuk jadi kutu buku itu memang tergantung tujuan masing-masing individu. Jika emang pengen jadi kutu buku tapi nggak tau tujuannya untuk apa, berikut adalah rekomendasi tujuan yang bisa kamu pakai ketika pengen memulai jadi kutu buku:

1. Untuk meningkatkan hormon dopamin


sumber

Hormon dopamin merupakan hormon yang dilepaskan secara alami ketika kita merasa rileks dan senang. Membaca buku bisa jadi kegiatan yang dapat meningkatkan hormon dopamin kita. Kalau lagi gabut, nggak ada kerjaan, trus bosan dengan kegiatan yang itu-itu aja, coba deh luangkan waktunya dengan membaca buku. Jika kamu merasa lebih rileks, berarti hormon dopaminmu sedang bekerja. Belum lagi kalau baca bukunya sambil ngopi, senderan, dengar musik klasik, trus melihat pemandangan yang hijau-hijau. Duh, dopaminnya bisa meluap-luap kali, ya.  

2. Untuk memperluas wawasan



Wawasan itu emang bisa kita dapat dari mana aja. Dari pengalaman, cerita orang, televisi, termasuk buku. Menurutku, wawasan yang didapat dari buku itu lebih kaya, lho. Soalnya, buku itu nggak hanya sekadar konten. Tetapi juga diksi, tanda baca, kosakata, bahkan unsur estetika yang dipakai dalam tulisan tersebut. Hati-hati, wawasan luas ini juga bisa berakibat pada meningkatnya rasa percaya diri!  

3. Untuk menjadi lebih sehat


Rap Monster, leader BTS yang masuk 1% populasi orang pintar di Korea!
Doi juga baca buku, nih. (sumber)

Hah? Serius baca buku bisa bikin sehat? Dalam artikel yang ditulis di Detik Health, setidaknya ada tujuh manfaat rajin membaca buku bagi kesehatan. Salah satunya adalah untuk mencegah penyakit Alzheimer, yaitu salah satu penyakit demensia paling umum yang ditandai dengan penurunan daya ingat. So, rajin membaca = antipikun!  

4. Untuk mencari inspirasi


"Mau masak, nih. Liat buku, deh!" (MV Man in Love - Infinite)

Buku juga bisa jadi sumber inspirasi, lho. Kabar baiknya, buku nggak cuman menyajikan inspirasi untuk menulis aja. Ada pula inspirasi bisnis, masakan, fashion, pengalaman hidup, skripsi, dan banyak lagi! Tergantung genre yang pengen kita baca tentunya.

5. Untuk pedekate sama si doi


"Doi suka baca buku. Baca juga ah..." (MV Day 1 - K Will)

Lagi naksir seseorang yang suka baca buku? Udah waktunya, nih, kamu ikut menyukai apa yang doi suka. Caranya dengan ikut suka baca buku tadi. Dengan membaca buku, kamu bakalan punya bahan obrolan yang seru sama doi. Baca buku juga bisa buat pedekate sama yang nggak suka baca buku, lho! Tinggal cari tau doi sukanya apa, trus pelajari hal yang dia suka itu dari buku ^^v


"Udah tau tujuannya, nih! Sekarang, gimana cara memulainya?"

Selamat kalo kamu udah punya tujuan buat baca buku! Kini, kamu bisa ikuti langkah-langkah berikut ini:


Pertama, miliki sebuah buku. It doesn't matter which, yang penting kamu punya feeling kalo bakal enjoy banget buat baca buku tadi. Boleh majalah, komik, buku rumus, atau apa aja, dah. Dari memiliki sebuah buku dan menikmatinya pada kesan pertama, maka kamu bakalan punya sugesti bahwa ternyata membaca itu asyik banget. Trust me, ini bisa bikin kamu pengen punya buku lagi.


Kedua, bergaul dengan kutu buku lainnya. Misalkan di sekolah ada temanmu yang senang baca buku. Kamu wajib temenan sama dia! Kutu buku punya banyak koleksi buku yang bisa dipinjem hehehe. Selain itu, kamu pasti bakal sering dapat rekomendasi buku dari dia sehingga wawasanmu soal buku jadi bertambah. Kamu juga bisa, lho, memperluas jaringan kutu bukumu dengan mengikuti komunitas baca yang notabene isinya kutu buku semua. Biasanya, kita bakalan nemu orang yang udah baca ribuan buku di usia muda! Wih, tambah termotivasi, nih, buat memperbanyak bacaan.



Ketiga, nongkrong di tempat yang banyak bukunya. Boleh toko buku, perpustakaan, tempat rental buku, bahkan rumah tetangga yang punya koleksi buku. Ini bisa membiasakan kamu buat berada di lingkungan buku. Percaya, deh, sama pepatah Jawa: witing tresno jalaran soko kulino, yang artinya: cinta tumbuh karena terbiasa. Dengan biasa berada di sekitar buku, kamu bisa jatuh cinta sama buku!


Keempat, memenuhi sosmed dengan buku. Bisa dengan follow atau like akun-akun penerbit, penulis, serta apapun yang berhubungan dengan buku di sosial media seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Jadi, kamu bisa tetap up to date dengan perkembangan dunia buku. Dari informasi tentang buku baru, bedah buku, launching buku, resensi buku, bahkan giveaway yang berhadiah buku!

Sosial media khusus buku ada juga, lho! Coba, deh, buka Goodreads. Kalau kamu punya akun di sana, kamu bakalan bisa mengeksplorasi banyak buku. Berguna banget, lho, jika kamu pengen beli buku. Kamu bisa lihat review dari orang yang sudah baca buku yang kamu beli. Kamu juga bisa ngasih review buku buat bantu referensi orang juga, kok. Asyik pokoknya.

Aku dan si buku @ Bandara Internasional Soekarno-Hatta!

Kelima, membawa buku ke mana-mana. Buku bisa jadi teman yang baik ketika berpergian. Misalkan sedang nunggu kereta, nunggu angkot, atau nunggu-nunggu lainnya. Selain nggak bakal bosan, waktumu juga jadi lebih bermanfaat. Orang yang membaca buku di tempat umum juga cenderung lebih berkharisma, lho. Serius. Setidaknya dari sudut pandang Audi, sih, hehehehehe. Eh, tapi jangan sampai kebablasan juga, sih. Soalnya aku pernah waktu di Bandung pengen jalan ke BEC sendirian, trus keasyikan baca buku di angkot, eeeh ujug-ujug udah di Cimahi!


Sebarin 'benih kutu' ini, yuk!

Nah, udah merasa senang dengan buku, kan? Setelah kamu melalui semua tahap di atas, aku ucapin: CONGRATULATIONS!! Sekarang, kamu udah bisa menjadikan 'Kutu Buku' as your middle name! Tapi kalo cuman suka buku sendirian juga nggak seru, nih. Sekarang, waktunya kita sama-sama menyebarkan 'benih kutu' ini ke orang-orang terdekat kita. Gimana, sih, caranya?

1. Ikut Lomba Blog Stiletto Book


Header situs penerbit Stiletto Book

Seperti yang aku bilang di awal tulisan, penerbit buku perempuan ini lagi gencar-gencarnya, nih, mengampanyekan "Book addict is the new sexy" dengan mengadakan lomba blog. Masih ada waktu sampai tanggal 30 Januari, lho! Info selengkapnya bisa klik di banner yang ada di akhir tulisan ini.

2. Mengabadikan momen dengan buku di sosmed
Berawal dari posting foto buku murah, langsung banyak yang menanggapi

Nggak cuman makanan doang yang bisa narsis. Buku juga harus diberi kesempatan buat narsis, dong! Baru beli buku, foto dulu. Lagi baca buku, foto juga. Habis baca buku, foto lagi. Ada liat buku bagus, foto aja. Biarin alay. Kan, siapa tau ada yang menilai fotomu keren karena bukumu, trus dia juga ikut-ikutan pengen punya buku.

3. Share dan review buku yang baru dibaca

Contoh review di Goodreads

Baru selesai baca buku? Kamu bisa langsung rekomendasikan buku tersebut ke teman-teman terdekatmu. Bisa secara langsung ataupun melalui sosial media. Kalau pengen lebih berbaik hati lagi, kamu bisa kasih review buku itu. Entah dengan ngasih rating di Goodreads, nulis di status, nulis di blog, dan semacamnya. Dengan begitu, orang-orang bisa tertarik untuk membaca buku yang kamu review.

4. Ngasih atau minjemin buku


"Buku gue kebayakan, nih. Kasih ah..." (MV Man in Love - Infinite)

Ini, nih, action yang bisa dibilang paling nyata untuk menyebarkan titel kutu buku. Kita bisa memberi hadiah buku kepada orang lain. Jika kamu rasa budget-mu masih belum cukup buat ngebeliin orang, meminjami buku juga udah cukup, kok. Yang penting mereka juga ikut senang baca kayak kamu~

5. Ajak temen nongkrong di tempat yang banyak bukunya


Baca buku bareng di perpus sekolah

Kalau sudah suka baca buku, tentunya kamu udah punya tempat nongkrong favorit buat beli buku atau baca buku. Nah, nggak ada salahnya buat ngajakin teman-temanmu untuk nongkrong di tempat favoritmu itu biar mereka juga turut merasakan 'cinta' yang sudah lebih dulu kamu rasakan. :)


Meski zaman sudah berganti, buku masih tetap bisa menunjukan eksistensinya. Tentunya berkat para kutu buku yang terus menunjukan minatnya terhadap buku sehingga usaha penerbitan tetap bisa dijalankan. Kemajuan teknologi bahkan banyak membantu orang-orang yang menyukai buku. Berkat kemunculan sosial media, benih-benih kutu buku bisa lebih mudah untuk disebarkan! So, jangan takut dibilang cupu jika ketahuan jadi book addict. Yuk, jadi kutu buku yang kekinian!



Referensi:
http://health.detik.com/read/2013/10/16/093214/2386626/763/jangan-malas-ini-7-manfaat-rajin-membaca-buku-bagi-kesehatan-tubuh
http://yusuftantowi.blogspot.co.id/2014/11/kolonialisme-kutu-buku.html
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120625025801AAwfZw1




Ditulis oleh:
Audia Azizah Azani
FB: Audia Azani
IG/Twitter: audiamon
E-mail: iniaudia@gmail.com

16 komentar:

  1. Aku merasa kaya orang ga berwawasan kalo terlalu lama ga baca buku. Kadang suka heran aja kalo ada orang yang benci baca, sayang banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang benci baca mungkin masih belum menemukan pleasure-nya mbak :)

      Hapus
  2. keknya udah semua aku lakuin...hahahah..terutama nyebar virus suka buku. alhamdulilah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah... good job mbak inay! :D

      Hapus
  3. Suka sama filosofi kutu buku penjelasan kamu :D keren :D nice post :D

    BalasHapus
  4. aku dulu smpat dikatain si kutu buku lo,mba...hehehe sukses untuk kontesnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. pertahanin aja titel kutu bukunya mbaak hehe.
      makasih mbaak ^^

      Hapus
  5. Wah artikelnya menarik dan lengkap banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak ^^ semoga bermanfaat

      Hapus
  6. Salam kenal, selamat ya menang, suka juga baca buku, happy ketemu teman sesama suka mereview buku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mbak ^^ selamat udah jadi pemenang yeyeyeee~ sebenarnya aku jarang review buku lewat blog, lebih seneng lewat sosmed hehe. tapi resolusi tahun ini pengen lah ntar ngereview buku lagi di blog. ^^

      Hapus
  7. mampir ke blogpost ini malah pengen ngakuin satu hal: AudiaZani kau keren maksimal ^^
    Salam kenal ya ** tadi mampir ke blogpost satunya nggak pake salam2an -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mbak Lidha ^^
      duh keren dari mana ya hehehe. anyway makasih udah mampiiir

      Hapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...