Kamis, 14 Januari 2016

Pengalaman Pertama Menonton Indonesian Basketball League di Senayan!


sumber

Kalau soal tonton-menonton pertandingan olahraga, aku paling suka menonton sepak bola dan bulutangkis. Okelah menonton olahraga lain, selama itu pertandingan multievent yang ada kontingen Indonesia-nya. Nah, kok tiba-tiba Audi jadi nonton basket, sih?

Jujur, pengalamanku menonton basket ini benar-benar nggak pernah direncanakan sebelumnya. Bahkan aku nggak tau kalo hari itu bakal ada pertandingan Indonesian Basketball League (IBL). Semua ini bermula dari datang ke event Kelas Melukis yang diadakan oleh Bipolar Care Indonesia di Gedung Kemendikbud Senayan, Jakarta. Waktu itu aku pergi sama Asti. Selesai dari kelas melukis, rencananya kami pengen jalan-jalan, nih. Monas pun terpilih sebagai destinasi perjalanan. Tetapi, karena waktu itu udah hampir Magrib (dan kami juga masih keliling-keliling nyasar di GBK huhu), kami pun memutuskan buat langsung pulang aja.

Waktu otw ke Stasiun Palmerah, kami bakalan keluar dari kawasan GBK lewat Pintu 8. Kan, pintu 8 deket sama Basketball Hall. Di sana, kok, kayaknya rameeee banget. Karena penasaran, maka kami memutuskan untuk nimbrung. Ternyata ada penyelenggaraan IBL! Hari pertama pula!

Atmosfer nggak biasa di sekitar Hall A Senayan yang bikin kami tertarik buat gabung.
Awalnya, aku ngajuin syarat ke Asti, "Kalo tiketnya di bawah 25 ribu aku nonton!"

Harga tiket paling murah 60 ribu.

Dan aku tetep nonton. Heuheu.


Ngantri di ticket box. Panjang banget, euy!
Ada beberapa pertimbangan mengapa aku memutuskan buat nonton IBL:

  • Kebetulan--sekali lagi, KEBETULAN--banget kami mampirnya tuh pas hari pertama penyelenggaraan! Biasanya, kan, kalo hari pertama ada rame-rameannya.
  • Pertandingan yang bakal kami tonton merupakan big match antara Aspac Jakarta vs Satria Muda Pertamina! 
  • Yang pastinya pengen banget merasakan atmosfer baru dalam menonton pertandingan olahraga. 
  • Dapet Keratingdaeng! 
Akhirnya kami masuk juga ke arena pertandingan. Masuknya pake gelang berbarcode seperti waktu nonton bulutangkis di Istora kemaren. Bangku penonton udah rame banget. Untung kami masih bisa dapat tempat duduk.

Dapet minuman sponsor

Aku sering banget ngebandingin hall basket ini sama hall badminton. Aku nggak tau apakah ini di IBL doang atau gimana, tapi peraturan nonton di hall basket lebih longgar. Kita masih bisa bawa makanan dan minuman ke dalam arena pertandingan. Dan bisa ditebak setelah itu sampah langsung memenuhi bangku penonton. Kemudian, kita juga bebas jepret-jepret pake flash

Bedanya sama Istora lagi, mushola letaknya di dalam arena! Jadi kita nggak perlu ke luar arena buat sholat. Gelang barcode-nya juga bisa dilepas, kalo emang nggak bolak-balik ke luar arena lagi. Tapi potensi nggak khusyu sholatnya sih menurutku tinggi banget. Kenapa? Soalnya, kan, basket ini olahraga yang gawl beudh. Setiap break pertandingan, pasti disetel lagu-lagu kekinian macem Maroon 5 dan temen-temennya. Eh pas main aja ada background music-nya, kok. Jadi, pas ada yang lagi sholat, di luar lagi ada konser. Oke.

Terlepas dari itu semua, pertandingan yang aku tonton seru banget, kok!

Karena kami datang di hari pertama, kami menyaksikan pembukaan IBL langsung! What a wow moment I've got in the beginning of the year! Pembukaan IBL dimulai dengan penampilan dance. Lalu, satu persatu tim peserta IBL dipanggil buat maju ke podium. Hanya satu orang perwakilan plus anak kecil. Ketika timnya dipanggil, layar besar di arena menampilkan logo tim tersebut dengan beserta efek-efeknya. Menurutku, itu adalah moment paling heboh dalam pembukaan event ini.

Yang paling heboh tentu ketika tim yang akan bertanding dipanggil, yaitu Aspac Jakarta dan Satria Muda Pertamina. Otomatis yang show up udah satu tim. Mereka langsung ke tengah lapangan.

Para pemain Aspac dan SM Pertamina saling berhadapan


Aspac Jakarta


SM Pertamina

Yang unik dari pertandingan basket adalah background music-nya. Pas lagi bertanding ada musiknya, pas ada tim yang mencetak poin juga ada musiknya, pas time out juga ada. Pokoknya nonton basket itu full music!

Setelah pertandingan Aspac vs Satria Muda, pertandingan pun dilanjutkan dengan Pelita Jaya Jakarta vs Garuda Bandung. Nah, di sinilah akhirnya aku bisa nonton langsung pemain basket yang namanya udah aku kenal sejak SD: Kelly Purwanto!

Kalau secara jalannya pertandingan, aku nggak bisa komentar banyak. Well, orang aku nggak terlalu ngerti banget sama basket, kok. Yang penting itu bola masuk keranjang aja. Udah. Sementara beberapa kali ada momen pemain yang gini-gitu trus reaksi wasitnya gitu plus sorakan penontonnya meriah and I don't get what actually happen. Si Asti juga nggak bisa ngejelasin. Yaudah. Yang penting aku ngerasa enjoy aja buat nonton pertandingannya.

Buat yang masih pengen nonton IBL di Senayan, pertandingannya masih akan berlangsung sampai tangal 17 Januari, lho! Dan bagi yang rumahnya terlalu jauh dari Jakarta, tenang aja. Selain di Jakarta, series lain dari IBL tahun ini juga ada di Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Malang. Dan bagi yang bener-bener jauh dari semua kota tersebut, kalian bisa nonton lewat channel RTV atau streaming di www.iblindonesia.com.

Oh, ya, jangan lupa share momen kalian pas nonton, yak!

Contoh



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...