Sabtu, 27 Februari 2016

Introvert Problem #2: Leave Me Alone!


Jika kamu memiliki seorang teman yang introvert, kamu bakalan sering melihat dia sendirian daripada bersama teman-temannya. Kadang juga kasihan, kok kayaknya nggak ada yang mau temenan sama dia, ya? Emangnya dia salah apa? (Liat diri sendiri)

Nah, disinilah kebanyakan orang salah paham dengan orang-orang introvert. Dia sendirian bukannya antisosial atau nggak mau temenan. Dia cuman emang perlu kadar me time lebih banyak dari yang lain. Soalnya, introvert itu lebih banyak menghabiskan dunianya di alam pikirannya daripada di dunia nyata.

Menyelami dunia pikiran apa asyiknya, sih? Nah, di sini aku nggak bisa jawab secara ilmiah. Mungkin ini berhubungan dengan sumber energi yang didapat. Ibarat HP, introvert itu charger-nya adalah kesendirian. Beda dengan ekstrovert yang bersemangat kalau berada di tengah banyak orang. Introvert justru lebih bersemangat ketika sendirian.

Jika banyak yang mengira kalo introvert bakalan kesepian ketika sendirian, it’s a BIG NO! Justru kesendirian adalah sebuah kebebasan bagi dia. Soalnya dia bebas untuk menentukan hal-hal yang akan dia lakukan sendiri tanpa harus mengkhawatirkan interupsi dari pihak lain. Jalan-jalan misalnya. Kalau jalan sendirian, introvert bebas buat ‘nyangkut’ ke mana-mana. Beda kalau jalan bareng. Kadang-kadang, teman jalan bareng itu bukannya ngeramein, tapi malah ngerepotin. Kadang-kadang, lho, ya. Kadang-kadang. Takut ada yang kesindir lagi, hihihi.

Aku nggak bilang kalau introvert itu SELALU sendirian. Pasti ada waktu-waktu di mana dia bisa berbaur dengan yang lain. Tetapi, waktu untuk berbaur itu pun ada batasannya. Ketika dia merasa terlalu lama berbaur, dia akan merasa lelah dan pikirannya sudah fokus untuk mencari alasan agar bisa ‘kabur’. Yang pastinya, temen-temennya jarang banget yang bakalan nerima kalau dia cabut dengan alasan: looking for the peacefulness within myself. Nggak bakalan! Kecuali itu emang sohib-sohib yang udah mau menerima dia apa adanya.

Ketika menulis ini, aku jadi ingat banget sama momen-momen leave me alone-ku waktu di Surabaya. Thanks banget banget banget bangeeeet buat Huda Faridha, Agustina Suminar, Elysa Yuni Rahmawati, dan Widya Alenta, eh, Widya Lestari Ningsih atas kesabarannya menghadapi aku selama setahun di Surabaya hehehe. Nggak perlu aku jelaskan lebih detail momennya seperti apa. Pokoknya, mereka adalah orang-orang yang sering denger Audi bilang, “Lagi nggak mau ketemu orang” dan bisa (atau mungkin berusaha keras) untuk memakluminya. Semoga kalian sukses di sana! ^^

Aku akui, terkadang kesendirian introvert ini ngerepotin orang. Ngebikin orang serba salah. Misalnya, ketika lagi low batt (dalam artian: lagi ngumpul dan sudah capek), biasanya bawaannya udah bete. Dan muka bete itu kadang bisa menularkan betenya ke orang sekitarnya. Trus bete semua deh jadinya, wkwk. Mungkin masih bisa diatasi seandainya ngumpulnya itu skalanya masih kumpul bareng sohib di waktu luang. Nah, gimana kalau low batt-nya itu pas lagi di kampus waktu jam-jam kuliah?? Serius, ini juga sebenarnya momen low batt yang sering aku takutkan.

Karena itulah aku memiliki beberapa hal yang biasa aku siapkan untuk nge-charge diri sebelum berkumpul dengan orang banyak:

1.       Siapkan mental. Analisis besok bakalan ketemu siapa, gimana cara menghadapinya, dan gimana cara membuat pertemuan itu menjadi menyenangkan. Kayak mau wawancara kerja aja.
2.       Lakukan sesuatu biar mood bagus. Bisa denger lagu, nonton drama, makan, atau tidur, terserah. Yang penting dari kegiatan tersebut, mood bagusnya bakal kebawa di pertemuan nanti.
3.       Hindarkan pikiran negatif. Bikin sugesti kalau kumpul-kumpul nanti akan menyenangkan.
4.       Dan kalau misalnya udah ngedrop, dibawa senyum aja. Senyuuuum aja.

Duh, kok ribet banget, ya. Ketemu orang aja musti punya persiapan, wkwk. Tapi aku personally nganggap ini penting mengingat seringnya aku mengalami mood-swing di saat yang tidak tepat. Dan ini berhasil banget waktu aku jalan bareng sama Nelly, Yoshua, Ricky, dan Zikri nonton kejuaraan dunia bulutangkis di Istora Senayan. Baca juga: Another Dream Came True: Pengalaman Menonton Langsung Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015Padahal itu mengharuskanku berkumpul di keramaian dari jam 6 pagi sampai jam 7 malam.

So, introvert itu memang senang sendirian. They just need more privacy. Kalau memang mereka pengen sendirian, jangan terlalu dipaksa untuk berbaur dulu. Kecuali kalau urusannya memang penting banget. Ada saatnya, kok, nanti mereka bakal datang sendiri buat ngumpul bareng.


Sampai jumpa di introvert problem berikutnyaaa~ ^^

Baca juga Introvert Problem #1: Basa-Basi

8 komentar:

  1. Kalau aku udah "low batt" biasanya minta permisi bentar ke belakang. Pergi cuci muka sama kumur² biar berasa fresh lagi, hahaha :))

    BalasHapus
  2. ya kita kadang memang butuh sendiri , gak mau diganggu orang

    BalasHapus
  3. Nomer 4 itu emang gue setuju banget, seberat apapun masalah kadang Introvert suka ngadepin dengan senyuman #PAHAMBANGET

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, pokoknya disenyumiiin aja ya :)))

      Hapus
    2. Kan senyum adalah ibdah wkwk Jozz..

      Hapus
  4. hahaha senyum senyum sendiri baca tulisan ini,
    introvert memang sedikit "nerd" mungkin ~
    tapi untuk yang memahaminya, pasti mengganggap itu normal

    BalasHapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...