Jumat, 19 Februari 2016

Kok Audi Bisa Jadi Alumni Dua Sekolah?


Aku pernah mengunggah sebuah foto di Instagram. Foto tersebut merupakan foto narsisku di depan gerbang SMA Banua Kalsel dengan caption: “A unique thing that ever happened in my life: menjadi alumni dua SMA sekaligus” dan itu langsung mengundang beberapa komentar. Kok bisa?

Cerita ini dimulai dari terpilihnya kembali Pak Rudy Ariffin sebagai Gubernur Kalimantan Selatan periode 2010-2015. Pak Rudy, yang saat itu maju sebagai calon petahana, memiliki nazar bahwa jika dirinya terpilih lagi sebagai gubernur, maka beliau akan mendirikan sebuah sekolah yang memberdayakan anak-anak di seluruh bagian Kalimantan Selatan yang memiliki kelebihan dalam bidang akademis. CMIIW.

Beruntungnya, program ini dimulai di tahun lulus SMP-ku, yaitu 2010. Seleksi muridnya dilakukan dengan memilih 10 orang peraih nilai UN SMP dan MTs tertinggi se-Kabupaten/Kota di Kalsel. Sepuluh orang tadi tidak langsung lulus begitu saja, namun harus ikut tes lagi. Dan keikutsertaan pun bersifat sukarela. Kalo emang nggak mau masuk sekolah ini, ya nggak usah ikut tes. Sebelum ikut serta dalam tes, peserta harus mengurus berkas-berkas dan mengumpulkannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang bersangkutan.

Kalau nggak salah, tes ini berlangsung selama dua hari. Ada tes tertulis dan tes wawancara dalam Bahasa Inggris. Tim penguji adalah guru-guru dari sekolah Pasiad. Aku ingat banget, pokoknya ada orang Turki yang juga ngawasin keberlangsungan tes. Yang lulus dari tes ini akan resmi menjadi angkatan pertama sekolah ini.

Berhubung bangunan sekolahnya masih belum ada, maka rencananya angkatan pertama tadi akan dititipkan terlebih dulu selama setahun ke tiga sekolah Pasiad, yaitu SMA Semesta Semarang, SMA Pribadi Bandung, dan SMA Kharisma Bangsa Tangerang. Waktu tes, seingatku di awal-awal kami mengisi kuesioner terlebih dahulu mengenai sekolah mana yang ingin kami tuju. Waktu itu, aku menjawab Kharisma Bangsa (KB) karena tergoda gambar brosur yang pernah aku lihat waktu aku mengikuti Kompetisi Matematika Pasiad (KMP).

Tapi akhirnya aku lulus dan ditempatkan di SMA Pribadi Bandung!

Baca juga Perantauan 2: Kumaha Damang? :)

Lanjut cerita. Meski wacana penitipan kami hanya satu tahun, ternyata di waktu tersebut bangunan sekolah yang akhirnya kami ketahui bernama SMA Banua Kalsel inipun belum jadi. Di tahun setelah kami, SMA Banua Kalsel tidak melakukan penerimaan siswa baru. Nah, bangunannya ini baru bener-bener siap waktu kami sudah memasuki tahun ketiga. Di tahun inilah kami akhirnya memiliki adik kelas. Merekalah yang menempati bangunan sekolah untuk pertama kalinya.

Pada akhirnya, kami menuntaskan pendidikan kami di sekolah penitipan kami masing-masing. Ijazah yang aku terima pun dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Akan tetapi, tetap saja kami dibiayai oleh Pemerintah Kalsel selama pendidikan kami di sini. Maka dari itu, titel sebagai “alumni SMA Banua Kalsel angkatan nol” tetap diberikan pada kami.

Jadi, secara formal (dibuktikan dengan ijazah dan berkas), aku adalah alumni SMA Pribadi Bandung. Waktu pemberkasan CPNS aja aku musti balik ke Bandung dulu, heuheu. Sedangkan secara nonformal tapi agak menjurus ke formal juga (keterikatan dengan pemerintah daerah, tujuan awal penitipan, serta pengakuan dari berbagai pihak), aku adalah alumni SMA Banua Kalsel. Begitulah pada akhirnya aku menjadi alumni di dua SMA. Dan ini tak hanya terjadi padaku, tetapi juga pada teman-teman angkatan pertama SMA Banua Kalsel juga. :)

Angkatan nol SMA Banua Kalsel cabang Pribadi Bandung bersama Pak Sudarman
taken @ SMA Banua Kalsel waktu ambil legalisasi ijazah dan SKHU

10 komentar:

  1. Wahhh pasti pinter2 semua yg jd anak SMA banua ya.. sedihnya SMA tsb klo kemarau selalu jd titik utama dampak asap kebakaran hutan.. jd sedih gmn nasib anak2 yg disitu..
    Salam kenal dr banjarbaru yaa ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe gersang banget berarti ya? kerasa, sih, kemaren wkwk. tapi nggak pernah tinggal di sana jadi nggak pernah ngerasain. Salam kenal juga kak ^^

      Hapus
  2. Keren di. Berarti cuma angkatan kamu yang punya dua alumni?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih dayuu.
      Iya, angkatanku doang. Soalnya adek kelas yg masuk langsung sekolah di banua.

      Hapus
  3. mantappp nih. seru dan unik. salah satu keuntungan anak luar jawa itu begitu. pemda nya loyal banget kalau nagsi beasiswa..suksees ya Aud...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbaak, bahkan kemaren habis lulus, yg nilai UN tertinggi plus yg kuliah ke Turki dikasih beasiswa lagi sama pemda. *sayang nggak dapet heuheu*
      Makasih, sukses juga buat Mbak ^^

      Hapus
  4. weh gile.. keren au bisa jd double sekolah begitu.. mbok yo dilanjutin double kuliah lah.. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. di stmkg kagak bisa double degree -_-

      Hapus
  5. Awalnya aku kira benar2 sekolah di dua tempat, Mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe banyak yg ngira gitu juga makanya bingung ^^v

      Hapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...