Senin, 14 Maret 2016

IndonesiaX, Solusi Waktu Gabut Saya



Saya pernah membagikan sebuah gambar di akun Instagram saya. Gambar tersebut merupakan screenshot dari tampilan kursus online gratis yang saya ikuti di IndonesiaX. Di bawah gambar itu, saya menjabarkan keterangan sebagai berikut:
Walaupun aku bukan mahasiswi Ilmu Komunikasi lagi, aku masih bisa kursus broadcasting, lho. Gratis pula! Tinggal login jadi member di indonesiax.co.id dan pilih kursus yang pengen diikuti. Nggak cuman broadcasting doang, dari economy sampai engineering pun ada! Direkomendasikan banget nih terutama buat yang lagi nganggur (gara2 belum dapet pengumuman pkl huhuhu). Mumpung hari libur dan banyak waktu luang, yuk habiskan waktunya buat produktif!
Seruan ini saya tujukan terutama untuk teman-teman seperjuangan saya yang juga masih menunggu pengumuman pemberangkatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Selama masa penungguan itu, kami sudah dinonaktifkan dari kegiatan kampus. Jadi, bisa dibilang kami memiliki banyak waktu luang (Bahasa kasarnya, sih, pengangguran, hehe).


Semenjak dinonaktifkan dari kegiatan kampus, saya sendiri sudah jarang sekali menyentuh materi yang diajarkan selama kuliah. Saya lebih senang menggeluti hobi saya, seperti blogging, membaca, jalan-jalan, sampai fangirling. Kadang-kadang juga mengikuti acara-acara luar seperti seminar dan lokakarya. Sampai pada suatu titik saya merasa sangat bosan dengan rutinitas saya. Padahal, saya sebenarnya bisa melakukan kegiatan ini-itu, tetapi saya merasa tidak dapat melakukan apa-apa. Situasi inilah yang istilah kekiniannya disebut gabut.

Di sela-sela kegabutan saya, saya berpikir bahwa ternyata memang hidup itu harus berimbang. Kalau kebanyakan ngampus bisa bikin jenuh, kebanyakan main juga dapat berakibat sama. Karena itulah saya berencana untuk menemukan tempat belajar. Saya sudah memikirkan untuk les bahasa. Akan tetapi, saya mengurungkan niat tersebut karena selain tempatnya yang jauh, biayanya pun juga cukup mahal.

Sampai pada akhirnya saya menemukan sebuah artikel di detikINET. Judulnya adalah IndonesiaX, Massive Open Online Course 'Persembahan untuk Negeri'. Ketika membaca artikel tersebut, fokus saya langsung tertuju pada "...pendidikan gratis secara online..." Saya langsung menyimpulkan bahwa situs ini adalah situs edukasi online yang menyediakan berbagai macam materi pelajaran dan dapat diikuti secara gratis! Duh, siapa, sih, yang nggak mau gratisan?

Tetapi tetap saja saya harus mengkritisi kata "gratis" di sini. Dalam beberapa pengalaman belajar online yang saya ikuti, gratis itu hanya sementara. Cuman sekadar trial. Ketika sudah masuk materi selanjutnya, tiba-tiba ada suruhan untuk upgrade to the pro version tak lupa diikuti dengan tampilan sejumlah harga.

Penasaran, akhirnya saya memutuskan untuk mendaftarkan diri di situs tersebut. Setelah mendaftarkan diri, saya pun memilih kursus yang ingin saya ikuti, yaitu Introduction to Broadcasting yang pematerinya merupakan kru PT Net Mediatama Televisi. Ketika materi kursus sudah diunggah, saya pun menerima materi kursus di depan laptop dengan santainya sambil menyeruput kopi.

Selesai mendapatkan materi kursus, tanpa pikir panjang, saya langsung memberitahukan eksistensi IndonesiaX pada teman-teman saya! Inilah yang akhirnya menghasilkan foto di Instagram ini.



Apa saja yang membuat saya senang kursus online gratis di IndonesiaX?
  1. Gratisnya memang benar-benar gratis! Materi yang ditampilkan di silabus benar-benar bisa diakses semua secara gratis tanpa ada tagihan untuk upgrade ke versi pro.
  2. High Quality VideoKhususnya untuk materi broadcasting. Alat-alat yang dipakai untuk siaran, gerak-gerik reporter, dan segala macam hal yang berhubungan dengan dunia broadcasting bisa ditampilkan dengan jelas. Suara pun jernih. 
  3. Download-able! Kalau internet susah diakses di kemudian hari, materi kursus yang ada bisa diunduh. Baik videonya maupun transkripnya. 
  4. Bisa berinteraksi dengan peserta kursus lainnya. Tinggal klik menu Diskusi dan saya dapat berinteraksi dengan teman-teman sesama peserta kursus broadcasting di manapun mereka berada.
  5. Ada statistik progres pembelajaran. Bisa dilihat di menu Kemajuan. 
  6. Belajar bisa di mana saja dan kapan saja! Selama masih bisa terkoneksi ke internet tentunya. IndonesiaX juga punya aplikasi di smartphone, lho!
  7. Pematerinya kredibel. Khususnya broadcasting, siapa, sih, yang masih meragukan kemampuan Net TV dalam menyajikan program-program berkualitas? Tak hanya Net TV, instansi seperti Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung juga turut menjadi bagian dalam menyajikan materi edukasi online ini. 
  8. Bisa dapat sertifikat juga sebagai penghargaan karena telah berpartisipasi dalam kursus. Tentu saja sertifikat ini bisa menjadi nilai tambah ketika melamar kerja ataupun melamar beasiswa.
Dengan munculnya IndonesiaX, dampak positif sederhana yang saya rasakan adalah terisinya waktu luang saya. No more gabut! Waktu luang pun menjadi lebih berarti karena bisa saya isi dengan hal positif.

Dampak sederhana ini sesungguhnya bisa berimbas pada pembentukan karakter. Seperti yang kita ketahui, pendidikan adalah sebuah sarana untuk mencerdaskan bangsa. Tolak ukur kemajuan suatu negara pun salah satunya dilihat melalui pendidikannya. Jika diibaratkan rumah, pendidikan adalah fondasinya. Tanpa fondasi, sebuah rumah tidak akan berdiri dengan kokoh. Begitulah yang bisa terjadi di negara kita.

Dengan adanya edukasi online, pendidikan dapat dijangkau oleh siapa saja dan di mana saja selama masih bisa terkoneksi dengan internet. Bayangkan saja jika mengakses situs edukasi online menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat pun dapat bertransformasi menjadi insan-insan yang berpendidikan, walaupun secara informal.

Terakhir, saya menemukan sebuah kutipan inspiratif yang bisa memberi motivasi untuk terus berpendidikan:
Education is the most powerful weapon which you can use to change the world 
- Nelson Mandela
Siapa sangka nantinya dari menghabiskan waktu gabut dengan kursus online gratis dapat menjadi orang yang mengubah dunia. :)



Pondok Betung, 20 Januari 2016


Artikel ini juga diposting di Kompasiana.

6 komentar:

  1. Wah keren nih. Jadi pengen coba juga, Mbak. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, selamat mencoba kalo gitu kak ^^

      Hapus
  2. Mau coba lah. Thanks for sharing Aud

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke mbaak. Sama2. Selamat mencoba ^^

      Hapus
  3. Saya sudah daftar IndonesiaX lho. Yang saya daftarin waktu itu kursusnya Rhenald Kasali. Tapi entah gimana, saya nggak nemu info kapan kursus akan diadakan, hari apa, jam berapa. Hingga saya dengar bahwa kursusnya Kasali sudah mencapai episode keempat. Saya ogah masuk lagi ke IndonesiaX karena ada prioritas lain.

    Plus, saya segan kalau harus nongkrong di depan laptop pada jam yang sudah ditentukan untuk mengikuti kursus. Karena saya punya anak bayi, dan saya nggak bisa terikat dengan laptop.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya ada pemberitahuan di email kok mbak soal kursusnya. Yaah, berarti kursusnya emang disesuaikan juga dgn kebutuhan masing2 mbak. Terima kasih udah sharing :)

      Hapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.