Jumat, 18 Maret 2016

Unforgettable Nasi Kuning Masak Habang



Sebelumnya, aku tidak pernah membayangkan bahwa Bitung, sebuah kota yang berada di ujung utara Pulau Sulawesi, akan menjadi kota domisiliku. Saat aku menulis tulisan ini, sudah dua minggu lamanya aku menjalani kehidupan di tempat ini. Budaya, adat istiadat, serta kebiasaan yang dijalani oleh masyarakat lokal masih sangat baru buatku sehingga aku perlu menyesuaikan diri agar bisa berbaur. Yang aku syukuri, lingkungan tempat tinggalku serta lingkungan kantorku diisi oleh orang-orang yang ramah. Mereka tak sungkan-sungkan memberiku penjelasan mengenai cara bertahan hidup di Bitung, tak terkecuali tips untuk mencari makanan halal.

Yap, jadi ini juga pertama kalinya aku menjadi minoritas di tempat perantauanku. Jika biasanya aku bisa bebas berkeliaran buat wisata kuliner sendirian with no hesitation, kali ini aku memerlukan petunjuk dari guide jika ingin membeli makan di sebuah tempat. Karena itulah baik teman kompleks maupun teman kantor sudah memberi beberapa rekomendasi tempat makan yang makanannya insya Allah halal. Salah satu makanan yang sudah aku coba adalah nasi kuning yang dijual dekat kantor. Satu bungkus nasi kuning bisa didapatkan dengan harga 5000 rupiah saja. Nasi kuning ini biasanya terdiri atas nasi, abon ikan, telur, kacang, dan sambal. Tak lupa pemilik warung juga menambahkan kerupuk sebagai pelengkap. Lumayan, lah, bisa mengisi perut.

Menyantap nasi kuning di banua orang selalu membuatku teringat dengan nasi kuning yang biasa jadi santap pagiku di kampung halaman, Kandangan. Sebelum aku tinggal di Bandung, aku pikir semua nasi kuning di Indonesia itu penyajiannya sama dengan nasi kuning di Kandangan. Ternyata, setiap daerah memiliki nasi kuningnya sendiri!

Nasi kuning yang aku rindukan itu adalah Nasi kuning khas Banjar, atau biasa juga disebut Nasi Kuning Masak Habang. Yang bikin kangen itu terutama masak habang-nya. Masak habang jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti sambal merah. Meski ada embel-embel sambal di masakan ini, makanan ini tetap bersahabat banget, lho, sama lidahnya orang yang nggak bisa makan pedas. Bahkan rasanya agak manis. Soalnya, masak habang nasi kuning ini ditambah dengan gula merah sebagai penyedap rasanya.

Nasi Kuning Masak Habang umumnya disajikan dengan formasi nasi kuning + lauk utama + masak habang. Lauk pelengkap nasi kuning pun beragam. Jika ingin nasi kuningnya Banjar banget, iwak haruan (ikan gabus) bisa jadi pilihan utama. Selain ikan ini, kita juga bisa melengkapi Nasi Kuning Masak Habang ini dengan telur dan ayam. Bahan lain yang juga bisa ditambahkan ke nasi kuning di antaranya adalah tahu, tempe, bawang goreng, abon kelapa, kerupuk, serta mie.


Hal lain yang menjadi ciri khas Nasi Kuning Masak Habang adalah penyajiannya yang sebagian besar di atas daun pisang! Kalaupun ada nasi kuning yang dibungkus dengan kertas nasi, biasanya di dalamnya juga dilapisi dengan daun pisang. Menurutku, daun pisang ini memberi aroma alami khas daun pisang yang kalau dikombinasikan dengan nasi kuning menjadi terasa nikmat. Selain itu, daun pisang juga menetralkan tampilan nasi kuning. Warna kuning terang dari nasi bisa sedikit dipadamkan dengan warna hijau tuanya daun pisang sehingga Nasi Kuning Masak Habang tak hanya sedap di lidah, tetapi juga sedap dipandang sehingga yang melihat pasti tak sabar untuk menyantapnya. ^^

Nasi Kuning Masak Habang ala ibu yang jualan di Car Free Sunday Kandangan. Syedaaap!

That’s why, Nasi Kuning Masak Habang is so unforgettable! Beberapa ciri khas yang terdapat dalam masakan tersebut memang sukses bikin kangen. Terkadang aku berharap banget nemu bacaan sejenis Pesiar Citymag di setiap tanah perantauan yang aku tempati. Majalah ini berisi informasi seputar wisata di Kalimantan Selatan, dari tempat wisata sampai kulinernya. Bisa didapatkan secara gratis lagi! Bagi yang ingin berwisata ke Kalsel, majalah ini dapat menjadi referensi dalam memilih tempat wisata atau kuliner. Sedangkan bagi anak rantauan seperti aku, Pesiar Citymag bisa jadi majalah pelepas kangen kampung halaman, hehehe.


Jadi penasaran, kan, mengapa Nasi Kuning Masak Habang ini begitu berkesan buatku? Jika berkunjung ke Kalsel, makanan ini harus masuk ke daftar kuliner yang wajib dicoba! Mendapatkannya pun sangat mudah. Hampir semua warung nasi di jalan-jalan mencantumkan Nasi Kuning Masak Habang sebagai menu utamanya. So, grab your first Nasi Kuning Masak Habang and feel the unforgettable! 




22 komentar:

  1. Selamat menikmati hari hari di kota yg baru ya mbak. Makan nasi kuning panas pas musim hujan kyk sekarang emang pas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iyaa makasih mbaak. Iya, boleh tuh dicoba hujan2 maem naskun hehe

      Hapus
  2. Kirain nasi kuning itu khas Bandung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nasi kuning everywhere kok mbak ^^

      Hapus
  3. Jadi pengen nyobain nasi kuning masak habang, apalagi kalau super pedas ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo mau super pedas, saranku sih bikin sambel sendiri trus kasih bon cabe hehehe

      Hapus
  4. Pakai daun pisang gitu, tambah nikmat bener dehhh

    BalasHapus
  5. Dulu waktu kuliah aku pernah masak ikan masak habang, tapi karena di bandung ikan gabusnya susah jadi praktik masaknya pakai ikan dori.
    Jangankan audi yang suka, aku aja orang bandung suka bumbu habang ini, ga pedes soalnya hehe
    Ah jadi laper deh, dan pengen masak hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah seneng deh ada orang non-kalsel yang senang makanan banjar ^^
      Iya mbak, nggak pedes-nya emang top banget hehe. Selamat memasak~

      Hapus
  6. Aku membaca ini di saat yang tidak tepat. Ini sudah malam, dan aku jadi lapar. Kurasa aku pernah coba, tapi gak yang di Kalsel juga sih hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe maapkeun jadi bikin mbak laper :D
      Nggak di kalsel? Wah, jadi nasi kuningnya udah nyebar dong

      Hapus
  7. Di kaltim rata rata nasi kuninganya ada bumbu merahnya juga kebanyakan penjualnya juga orang banjar. Batu yah gue kalo namanya nasi kuning masak habang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak, kalo di banjar sebutannya nasi kuning masak habang. ^^
      alhamdulillah deh ada yang jadi tau lagi hehe

      Hapus
  8. wah nasi kuning masak habang memang sangat populer di kalimantan apalagi di padukan dengan masak habang iwak haruan, rasa yang tiada duanya akan bersatu dalam seporsi nasi kuning #jadi laparrrrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju bangeeet. Mikirin nasi kuning ini emang suka bikin laper, apalagi kalo posisi lagi jauh dari banua huhu

      Hapus
  9. haha emang nasi kuning selalu enak di lidah, apalagi di makan pada waktu pagi dengan segelas teh panas dan nasi kuning yang masih panas itu rasanya enak banget tidak ada duanya pokoknya.

    Semoga menang ya Lombanya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, baca komen sambil bayangin aja udah laper heeee.

      Sip sip, aamiin... makasih yaaa ^^

      Hapus
  10. kangen nasi kuning masak habang iwak haruan, nasib perantauan, makasih artikelnya mbak.

    BalasHapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.