Kamis, 19 Mei 2016

Strategi Untuk Menghadapi SBMPTN

Halo, para pejuang SBMPTN!

Sebelum kamu nyampe di blog ini, sudah berapa tulisan yang kamu baca demi menemukan trik lulus SBMPTN? Atau sudah berapa nasihat yang masuk ke telingamu sebagai bekalmu menempuh SBMPTN? Aih, kayaknya udah nggak dihitung, dah! Apalagi kalau kamu duduk di kelas 12. Mungkin hampir tiap hari dengar wejangan dari bapak/ibu guru, orangtua, plus motivator dadakan mengenai hal ini.

Menurutmu, sudah cukupkah tips tersebut untuk membantumu di hari-H? Mungkin tulisanku ini hanya hadir sebagai pelengkap karena tips secara umum pasti sudah pernah kamu dapat di tempat lain. Jika memang kamu ngerasa bahwa kamu perlu cerita lain dalam menghadapi SBMPTN, sok atuh baca tulisan ini sampai tuntas. 


Kalau boleh cerita dikit, aku pernah ikut SBMPTN dua kali, yaitu pada tahun 2013 dan 2014. Hasilnya seperti ini:




Kok bisa, sih, kak?

Jujur, aku ini orangnya nggak pinter-pinter amat. Di kelas pun aku nggak dapat ranking. Bilang saja kalau apa yang aku dapat tadi merupakan faktor keberuntungan. Namun jika aku flashback lagi perjuanganku dalam menghadapi dua kali tes, aku menerapkan strategi yang sama and it works!  

Berikut adalah strategi yang aku gunakan dalam menghadapi SBMPTN:


1. Pedekate sama SBMPTN

Kamu punya gebetan, nih. Kalau kamu pengen menaklukannya, apakah kamu akan langsung nembak dia? Tentu saja kamu harus pedekate dulu, kan? Kalau kata SHE, “Slow down baby!” Masa, sih, kamu belum kenal banget langsung main tembak aja? Nikah juga gitu. Kalau belum kenalan, masa langsung dinikahin gitu aja? Minimal harus ada taaruf dulu, dong. *eaa eaa eaa uhuk* 

Begitupula dengan SBMPTN. Jangan kemakan omongan orang kalo SBMPTN itu hanya main-main di untung sehingga kamu cenderung menyepelekan dan pasrah begitu saja di Hari H. Tentunya kamu juga harus tahu, dong, soal kayak gimana yang bakalan keluar di SBMPTN, waktu pengerjaannya berapa, poin-poinnya kayak gimana, dan macem-macemnya, lah. Caranya? Dengan sering mengerjakan soal-soal SBMPTN. Bisa dari buku, internet, ataupun tempat les. Jangan lupa dengarkan cerita-cerita alumni. Pokoknya sampai kamu bisa merasakan feel-nya waktu tes nanti kayak gimana. Ini berguna banget agar kamu bisa lebih rileks dan tidak gugup saat mengikuti tes. 

Rekomendasi situs: Blog Pak Anang, zenius.net, dulu aku suka latihan soal di masuknegeri.com tapi udah nggak bisa diakses lagi kayaknya. 

Nggak disarankan: sistem kebut semalam. Pedekatenya musti dari jauh-jauh hari. Kalau belum melakukannya, DO IT RIGHT NOW! 


2. Memilih Tempat Tes

Ada isu yang beredar kalo PTN di suatu daerah itu lebih mementingkan anak daerahnya sendiri yang lulus ke PTN tersebut dibanding harus mengambil dari daerah lain. Aku juga nggak bisa menjamin kebenaran isu ini. Faktanya, 2013 aku ambil tes di Bandung dan lulus ke Unair Surabaya dan 2014 aku ambil tes di Surabaya dan lulus ke ITB. Tetapi kalau boleh melakukan generalisasi, peserta yang melakukan tes di Pulau Jawa lebih banyak yang keterima (di PTN top). Karena pesertanya banyak juga, sih. Saranku, ada baiknya kalau memilih lokasi tes yang ada di kota tempat PTN impianmu berada. Atau minimal di ring wilayah yang sama. Misal kalau pengen masuk UGM, ambil tesnya di Yogyakarta. Strategi ini emang nggak urgent banget, tapi boleh kalau dicoba. Sesuaikan sama budget kamu juga, ya.


3. Menyiapkan perlengkapan

Jangan sepelekan perlengkapan buat hari H! Percuma belajar capek-capek kalo pas hari H lupa bawa pensil 2B! Peralatan tulis seperti pensil, penghapus, papan ujian, rautan, pulpen hitam, dan penggaris LJK (kalau diperlukan) harus disiapkan dari jauh-jauh hari. Pastikan juga waktu hari H peralatan tulisnya nggak ketinggalan. Perlengkapan lain yang nggak boleh ketinggalan adalah kartu peserta dan ijazah. Bagi yang baru lulus SMA dan ijazahnya belum keluar bisa bawa SKHU maupun surat tanda kelulusan.

Rekomendasi barang lain yang dibawa saat tes:

  • Jam tangan. Nggak semua tempat tes ada jam dindingnya. Nggak semua pengawas rajin ngingetin soal waktu. Sebaiknya bawa jam sendiri biar bisa tetap keep in touch sama waktu.
  • Tisu atau sapu tangan. Jaga-jaga kalau tangan berkeringat atau pilek tiba-tiba.
  • Snack atau minuman. Jangan sampai kamu nggak merhatiin perutmu saking semangatnya ikut tes, ya!

Jangan lupa juga baca tata tertib SBMPTN di sini.


4. Berkunjung ke tempat tes H-1

Biasanya, sore hari pada H-1 SBMPTN lokasi tes sudah diatur. Saranku: jangan mager buat datang ke tempat tes pada hari itu! Meskipun kamu nggak bisa masuk ke lokasi (karena biasanya kelas dikunci), setidaknya kamu sudah bisa mengira-ngira posisi dudukmu di mana. Beberapa keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan ketika datang ke tempat tes pada H-1:

  • Sudah tau kelasnya di mana. Jadi pas hari H nggak perlu ada drama nyasar dulu.
  • Karena tau kelasnya, otomatis bisa observasi kalau dekat kelas itu ada apa aja. Mungkin ada kantin atau orang jualan deket situ. Kalo lapar pas jam istirahat, kan, bisa nongkrong di sana dulu. Hehehe, Tapi, ya, jangan lama-lama juga. 
  • Karena tau kelasnya dan tau tempatnya, otomatis tau juga cara sampai ke sana. Entah pakai kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Alangkah baiknya kalau bisa mengira-ngira waktu tempuh perjalanan biar bisa memutuskan akan berangkat ke tempat tes jam berapa. 

5. Jaga kondisi

Pastikan fisikmu bugar ketika akan menghadapi SBMPTN. Kalau kamu memiliki penyakit yang sewaktu-waktu bisa kambuh, jauhilah hal-hal yang bakalan menyebabkan penyakitmu kambuh. Jangan begadang pas malam sebelum SBMPTN! Aku aja sampai rela nggak nonton Jerman main pas Piala Dunia 2014 lalu gara-gara besoknya tes. Huhuhu.


6. Pakaian

Pakaian waktu tes nggak harus seragam sekolah, kok. Yang penting bebas sopan rapi. Kalau standar pakaian kebanyakan, sih, baju berkerah dan celana kain. Sebaiknya ikutin standar aja, ya! Salah satu yang aku perhatikan buat milih pakaian adalah kenyamanannya. Soalnya itu bakalan bikin nyaman juga waktu mengerjakan soal. Nggak perlu yang ngejreng dan instagram-able.


7. Mengisi identitas diri

Oke, sekarang waktunya ngebahas hari H!

Udah siap mental, nih. Peralatan siap. Pakaian oke. Waktunya mengerjakan soal! Tapi, jangan saking semangatnya ngerjain soal kamu langsung ngerjain aja. Tau, nggak, apa yang harus kamu lakukan terlebih dahulu sebelum ngerjain soal?

Berdoa. Dan mengisi identitas diri terlebih dahulu. Jangan remehkan kegiatan yang satu ini. Soalnya pernah kejadian ada peserta yang nangis setelah tes selesai karena dia baru sadar kalau identitasnya lupa diisi. Kalau nggak pakai identitas, biarpun nilainya bagus, kan, tetep nggak tau itu siapa yang ngerjain.


8. Baca petunjuk soal

Udah ngisi identitas, nih. Langsung ngerjain soal, ah~

Eit, tunggu dulu! Baca petunjuk soalnya dulu, ya! Yang ini juga, nih, mungkin sering jadi langkah yang dilewatkan oleh peserta. Emang, sih, tiap tahun, sistemnya gitu-gitu aja. Tapi menurutku ada baiknya petunjuk soal dibaca terlebih dahulu, seperti berapa lama waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal, nilai benar-salah-nggak menjawab, ataupun cara mengisi lembar jawabannya. Siapa tau, kan, ada peraturan yang berubah? Hehe. Buat aku, baca petunjuk soal bisa mengurangi rasa gugup. Serius. Coba, deh. :)



9. Strategi Pengerjaan Soal

Yep, inilah waktunya kita ngerjain soal! Ketika ngerjain soal, pastikan kamu punya patokan seperti berikut ini (titik-titik isi sesuai kemampuanmu):

  • Aku pengen ngerjain satu soal dalam waktu .... menit.
  • Urutan bidang studi yang akan aku kerjakan: ...., ...., ...., .....
  • Aku merasa pede kalau ngerjain soal ..... Berarti bidang ini harus aku maksimalkan/paling banyak aku yakin betulnya. 
  • Setiap bidang soal harus setidaknya ada benar 1 soal. 
  • JANGAN SAMPAI ADA NILAI MATI!
Bagi yang nggak tau nilai mati, nilai mati itu ketika kamu ngerjain satu bidang soal tapi nilaimu minus. CMIIW. Lima patokan di atas itulah yang--miraculously--bisa bikin aku (pernah) jadi mahasiswa Unair dan ITB.

Misalnya, nih, aku menargetkan satu soal bisa aku kerjain satu menit. Kalau bisa ngerjain kurang dari satu menit, sisa waktunya dipakai buat ngerjain soal yang agak susah. Untuk urutan bidang studi, aku mengurutkan dari yang paling aku kuasai sampai yang paling nggak banget. Contohnya:
  • TKD: Bahasa Inggris - Bahasa Indonesia - Matematika Dasar
  • IPA: Kimia - Matematika IPA - Fisika - Biologi
  • IPS: Sejarah - Sosiologi - Geografi - Ekonomi
Hal ini bertujuan buat efisiensi waktu. Nggak mau, kan, waktu terbuang di soal yang susah dan akhirnya nggak sempat ngerjain soal yang lebih mudah? Kemudian, banyak bidang studi yang nggak terlalu aku kuasai. Karena itulah aku banyak menjawab di bidang yang aku pedein. Untuk dua kali SBMPTN, aku selalu menargetkan soal TPA yang harus paling banyak terisi. Sedangkan untuk bidang yang nggak aku kuasai bukan berarti nggak aku isi. Setidaknya isi SATU aja dan YAKIN BENAR. Percuma ngisi banyak tapi salah semua. Ntar jatuhnya jadi nilai mati. Seperti tahun 2013, aku cuman isi satu soal aja di Matdas dan ternyata aku bisa lulus. Tapi, ya, jangan isi semua bidang studi dengan satu aja, ya. Harus ada yang bikin tinggi juga pokoknya.

Dan ingat juga, jangan sampai ada nilai mati! Pinter-pinternya kamu aja gimana caranya agar nggak ada satu bidang pun yang bernilai minus. Kalau aku begini: jawab soal yang yakin banget. Kalau dirasa ada soal lain yang pengen coba dijawab, hitung dulu udah ngerasa benar berapa soal. Artinya, boleh jawab coba-coba, asalkan sudah punya back up.


10. Positive thinking dan berdoa!

Setelah selesai tes, just let it go! Nggak perlu langsung ngebahas soal atau apa. Nanti stress, wkwkwk. Kalau aku setelah SBMPTN 2013 langsung caw ke Ciwalk. Sementara tahun 2014 aku habiskan dengan bobo cantik aja. Manjakan dulu pikirannya 1-2 hari. Kemudian lanjutkan saja kegiatan berikutnya. Bagi yang masih ada tes masuk lain, sok atuh belajar lagi. Bagi yang nggak ngapa-ngapain, yaudah sih. Hehehe. Yang pastinya, hasil akhir SBMPTN selalu pasrahkan saja sama Yang Di Atas. Don't stop praying. Jangan lupa juga selalu berpikir positif tentang hasil yang akan didapatkan.


Dan perlu diketahui juga bahwa hal-hal yang aku paparkan ini berdasarkan pengalaman pribadi. Pengalaman yang sebenarnya nggak pantas disebut membanggakan karena kamu mungkin akan langsung menyimpulkan betapa inkonsistennya aku ini. Dan bagi alumni yang nggak keterima SBMPTN mungkin langsung pengen nimpuk aku karena melihat betapa tidak bersyukurnya aku. Tetapi, seandainya aku tidak mengalami hal-hal tersebut, mungkin aku tidak akan membuat tulisan ini. Aku cuman berharap tulisan ini bisa bikin ikhtiarmu bertambah untuk meningkatkan peluang berjodoh dengan PTN impianmu lewat jalur ini. Dan semoga kamu benar-benar bisa langgeng sama jodoh PTN-mu, ya. Jangan tiru kakak ini :’)

8 komentar:

  1. Wahhh... Saya di poin satu aja langsung gagal... uhuhuhuhu gagal pedekate.... dulu saya ipa, ambil ipc... pala terasa panas... tiap soal ga ada yang saya paham *efek ikut2an* hahahahahahaha kalo hasilnya dibacain kayaknya nilai mati saya udah banyaaakkk de.. mungkin hasil akhirnya minus XD udah jadi utang bisa buat jajan permen hohohoho saya kayaknya uratannya terbalik, malah saya cuma modal nomor 10.. jadinya hancuurr hauhuauahhauuah

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduuuh, jadi hasilnya gimana tuh mas?

      Hapus
  2. Oh jadi langkah pertamanya harus pdkt dulu ya mbak biar akrab gitu atau biar lebih dekat gituh sama sbmptn kaya cewe aja ya kudu pdkt dulu.

    BalasHapus
  3. Kakak masuk FITB ITB dengan jalur SBMPTN ya kak?
    Aku sekarang baru kelas XI :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, lewat sbmptn.
      widih, masih muda banget, hehe. belajar aja dari sekarang. nggak rugi kok.

      Hapus
  4. Kalo boleh tau, sudah dinyatakan lulus anda langsung gimana lanjutanya?

    Thaks you

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung nyiapin berkas buat daftar ulang ke univ

      Hapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.