Jumat, 29 Juli 2016

Aku Diajarin Terorisme Katanya


Jarang banget aku bangun pagi langsung bisa melek. Tapi kabar yang aku baca di sosmed pagi ini bikin mataku langsung segar. Bukan karena liat yang segar-segar. Justru gara-gara baca kabar yang nggak ada segar-segarnya sama sekali.

Sumbernya dari press release Kedutaan Turki untuk Indonesia. Penggalan surat edarannya itu kayak gini:


There are a number of schools in Indonesia, which are linked to this terrorist organization. According to the Indonesian officials, their umbrella organization in Indonesia, i.e. PASİAD has been shut down on 1 November 2015. As the Embassy, we have for long been expressing our concerns on the activities of the FETÖ terrorist organization here in Indonesia to top Indonesian officials. 
Below is the list of education facilities in Indonesia, which are linked to the FETÖ terrorist organization, which are operating:
 
1) Pribadi Bilingual Boarding School, Depok

2) Pribadi Bilingual Boarding School, Bandung

3) Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School, Tangerang Selatan

4) Semesta Bilingual Boarding School, Semarang

5) Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School, Jogjakarta

6) Sragen Bilingual Boarding School, Sragen

7) Fatih Boy’s School, Aceh

8) Fatih Girl’s School, Aceh

9) Banua Bilingual Boarding School, Kalimantan Selatan
Kalau mau baca lebih lengkap bisa kunjungi link ini.

Gara-gara surat edaran ini, sosmed pun jadi heboh. Terutama oleh teman sesama sekolah Pasiad dan guru-gurunya. Yang pastinya nggak bisa habis pikir kenapa sekolah yang disebutkan di atas ujug-ujug kena tuduhan ngajarin terorisme dan musti ditutup. Apa cuman gara-gara punyanya Fethullah Gulen?

Mengenai asal-usul mengapa Gulen jadi scapegoat, aku nggak bisa jelasin secara rinci. Pokoknya inti cerita yang aku dapat: Gulen sama Erdogan, presiden Turki saat ini, lagi berantem. Trus tiba-tiba ada kudeta yang di Turki kemaren. Pas kudeta itu orang pada nunjuk kalo dalangnya Gulen. Trus Gulen ujug-ujug jadi teroris gitu lah. Dan sekolah-sekolah punyanya Gulen yang tersebar di seluruh negara disuruh ditutup karena ditakutkan "ajaran" Gulen itu menular ke anak didiknya. Makanya sekolah-sekolah yang disebutin pada press release di atas itu pengen ditutup.

(Bagi yang bisa kasih penjelasan lebih jelas dari paragraf di atas bisa tulis di kolom komentar, ya.)

Kalo udah kabar kontroversial kayak gini biasanya aku suka ngubek-ngubek sudut pandang netizen. Terutama yang tidak pernah terlibat sama sekali dengan sekolah Pasiad. Seneng, lah, ada komentar-komentar yang ngedukung. Misalkan kayak, "Eh itu sekolahnya bagus-bagus kok mau ditutup?"
Tetapi di samping komentar tadi masiiiiiiiih aja ada netizen yang sok nyinyir dan sok tau. Bilang, "Gini, nih, harusnya pemerintah jangan kecolongan blablabla" HAHAHA WHO ARE YOU TO JUDGE.

Jadi, melalui postingan ini aku pengen jelasin sekali lagi tentang apa yang sudah pernah aku dapatkan dari sekolah yang disebutin di atas tadi. Oh, ya, kalo perlu perkenalan lagi. Namaku Audia, lulusan SMA Pribadi Bandung tahun 2013. Aku senang menulis blog. Kalau mau ngestalk blogku dari awal, kira-kira ada nggak konten yang ngajak pembacanya buat mengkudeta pemerintah? Nggak ada, kan? Adanya cuman postingan fangirl labil yang tergila-gila sama Seventeen. *UHUK*

Di sini aku nggak ngiklan. Aku cuman pengen sharing mengenai keadaan sekolahku yang sebenarnya. Emang, sih, udah tiga tahun aku jadi alumni. Tapi kesan-kesan tentang masa SMA itu masih ada sampai saat ini. Terlebih ketika ada tuduhan tadi. Widih, memori SMA-ku langsung berhamburan!

Aku sampai membuka kembali beberapa postingan khusus cerita soal SMA-ku ini. Postingan ini aku bikin saat aku masih duduk di kelas 12 SMA. Postingan ini pula yang sering bikin aku ditanya sama adek-adek ataupun orang tua yang pengen masukin anaknya ke sekolah Pasiad:

Yang Menarik Waktu SMA (Part 1) -- merupakan kesan pertamaku saat melihat sekolah baruku.
Yang Menarik Waktu SMA (Part 2) -- merupakan fakta-fakta sekolah Pasiad, khususnya SMA Pribadi Bandung. Dan mungkin beberapa bagian sudah ada yang kadaluwarsa.
Yang Menarik Waktu SMA (Part 3) -- merupakan fakta tentang asrama puteri Pribadi Bandung. Beberapa bagian juga mungkin sudah kadaluwarsa.
Yang Menarik Waktu SMA (Part 4) -- merupakan prestasi yang pernah diraih teman-temanku, di kancah nasional maupun internasional.

Seharusnya membaca hal-hal yang aku jabarkan di atas bisa membuka mata hati telinga Anda sekalian. Anak-anak kayak gini, tuh, mungkin, nggak, sih, didoktrin buat jadi teroris Kalau masih nggak percaya dengan penjabaran pada postingan di atas, izinkan daku buat menambahkan poin-poin lain:


  1. Sekolahku agak-agak mirip pesantren, TBH. Kalau tinggal di asrama, bagi yang Muslim pasti disuruh sholat berjamaah. Lalu setelahnya baca tesbihat (sejenis witir). Kelas cowok-cewek dipisah. Jadi kalo pengen ngemodus cuman bisa di kantin atau di perpus. Rajin beribadah itu teroris banget, ya?
  2. Satu kelas muridnya maksimal 24 orang. I LOVE THIS KIND OF CLASS. Nggak terlalu ribut. Nggak terlalu riweuh. Guru juga menurutku jadi mudah menguasai murid karena jumlahnya cuman dikit. Interaksi lebih mudah dilakukan. Berdasarkan pengakuan temanku dari sekolah lain, guru yang gaul banget di sekolah mereka paling cuman guru BP. Kalo di Pribadi? ALMOST ALL TEACHERS HAVE THEIR GAUL SIDE! Pokoknya mereka-mereka ini yang bikin murid-muridnya nggak sungkan buat curhat ke mereka, dari soal akademik, pertemanan, sampai soal gebetan. Bisa bergaul gaya ABG ke guru itu teroris banget, ya?
  3. Kegiatan sekolah itu nggak cuman belajar doang. Ada namanya rehberlik dan sohbet. Kerjaannya itu kayak dengerin kisah hidup yang bisa dijadikan pelajaran, trus ada sesi makan-makannya. Gunanya untuk mengakrabkan guru ataupun pembina dengan para murid. Trus tiap akhir semester biasanya ada camping. Jangan bayangin camping di hutan, ya. Camping-nya Pasiad itu NGINEP DI VILLA trus diselingi dengan kegiatan lain. Biasanya baca bukunya Gulen. Kalau di akhir semester genap, camping-nya baru 90% rekreasi. Bahkan pernah ada yang ke Singapura dan Korea Selatan. Tentunya ini tetap acara guru - pembina - murid. Acara kayak gini teroris banget, ya?
  4. Di asrama ada yang namanya etut atau belajar. Biasanya dilakukan pagi setelah Subuh dan malam setelah Isya di hari-hari masuk sekolah. Kegiatannya, ya, belajar mandiri. Saking disuruh belajarnya, HP pun disita. Cuman boleh dipakai waktu weekend kalau nggak salah (udah agak lupa, nih. CMIIW). Disuruh konsentrasi buat belajar itu teroris banget, ya?
  5. Walaupun cuman ada jurusan IPA, kemampuan seni dan bahasa masih bisa dikembangkan, kok. Soalnya ada Olimpiade Bahasa Turki ataupun Olimpiade Bahasa Indonesia. Guru-guru, terutama orang Turki asli, seriiing banget berbagi cerita soal budaya Turki. Bahkan waktu kelas musik diajarin nyanyi lagu kebangsaan Turki, lho. Belajar budaya itu teroris banget, ya?
  6. Sebagian murid sekolah Pasiad itu bisa belajar di sekolah Pasiad karena beasiswa. Entah dari Olimpiade Sains Nasional (OSN), Kompetisi Matematika Pasiad (KMP), maupun beasiswa pemerintah daerah. Dikira dikasih beasiswa masuk sekolah ini buat diajarin jadi teroris, ya?
  7. Coba tanya sama yang pernah ikut OSN. Di tahun apapun ikut OSN-nya, kalau ada dresscode pakai pakaian sekolah, pasti pernah liat rombongan anak-anak berbaju merah ngejreng yang belakang seragamnya ada bendera Indonesia-Turki (tapi kalau nggak salah lambang bendera di belakang seragam ini udah dihapus). Yap, anak-anak Pasiad nggak pernah absen buat jadi peserta OSN. Bahkan sering banget nyumbangin medali buat Indonesia di ajang internasional. Mengharumkan nama Indonesia itu kerjaan teroris, ya?
  8. Terus terang, aku bersyukuuuur banget jadi lulusan sekolah Pasiad. Entah bagaimana aku ngerasain banget persaudaraan yang ada di antara alumni sekolah Pasiad. Seperti ketika aku kenalan dengan seorang alumni Semesta Semarang waktu masih di Surabaya. Kenalannya cuman dari BBM, trus akhirnya memutuskan untuk meet up. Meet up-nya itu bukannya meet up orang yang baru pertama ketemu, tetapi jadi kayak meet up sama teman lama! Waktu kenalan sama orang baru juga, ketika tau dia dari sekolah Pasiad juga, obrolan bisa jadi nyambung seketika! Membangun persaudaraan itu teroris, ya? 
  9. RIDHO RHOMA LULUSAN PRIBADI DEPOK, LHO. RIDHO RHOMA TERORIS, YA??? :'((((

Berikut cuplikan kegiatan yang aku lakukan selama berada di sekolah "teroris":

Waktu camping ke Jogja. Yang pake jilbab coklat itu wali kelasku, lho.

Beda sekolah. Beda universitas. Sama-sama Pasiad. Bisa hangout bareng, kok

Dapat medali waktu OSN.

Belajar waktu camp olim.


Jadi, masih percaya kalau sekolah-sekolah tadi linked to the terrorist organization?


P.S.
Kalau ngerasa postingan ini tendensius banget, mohon diluruskan, yak.

16 komentar:

  1. Wah baru denger nama SMA nya. Bahkan ada yg di Sragen pula ya? Itu kerjasama Turki Ind atau full Turki?

    BalasHapus
    Balasan
    1. awalnya kerjasama turki-indo, tapi akhirnya udah nggak dipegang pasiad lagi. jadi full milik Indo. namun tetep aja sih ada guru turkinya di sana.

      Hapus
  2. Saya pun nggak percaya sama rumor seperti itu mba, punya niatan untuk sekolahin anak di Pribadi Depok, semoga nggak kejadian di tutup yah..soalnya rekomended, banyak yang bilang ini sekolah bagus berkualitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah tadi ada berita kalo sekolahnya nggak bakalan ditutup mbak. semoga sukses anaknya ya mbak! :)

      Hapus
  3. Gue malah baru dapet infonya malam ini. Katanya kampus UIN juga kena. Pas banget baca tulisan ini jadi jelas deh semuanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah semoga info ini bisa menjelaskan dengan lebih jelas ya (y)

      Hapus
  4. kadang banyak missunderstanding orang luar tentang jihad mbak..klo jihadnya teroris itu kan memang jelek & menurutku mereka itu bukan org islam sesungguhnya deh..tp kalo jihad yang lainnya? semoga tidak salah kaprah ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah di sekolah mah jihadnya dengan belajar mbak hehe (y)

      Hapus
  5. hanya tuhan yang tahu masalah jihad,hehehehe

    BalasHapus
  6. Peta politik dunia tidak bisa ditebak. Yang menang akan menganggap lawannya musuh dan wajid dimusnahkan. Sang pemenang akan menjadi arogan. Dan itu pun juga pernah terjadi dinegeri kita.
    Yang penting sekolah dan sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.
      tapi sayang sekolah sering jadi korban politik juga.

      Hapus
  7. Aku percaya sama kamu Aud :)

    BalasHapus
  8. kok ya aku sedih baca ini :" yang sabar ya neng, btw aku jadi iri kok kayaknya sekolahnya asik banget :"

    BalasHapus
    Balasan
    1. huhu okedeh.
      iyaa, aku bilang mah sekolahnya lumayan asyik kok ^^

      Hapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.