Kamis, 11 Agustus 2016

Dunia Kuliah vs Dunia Kerja


Kalau mantengin sosmed teman-teman yang lulus SMA-nya barengan sama aku, rata-rata mereka lagi update sosmed soal KKN. Widih, kalau udah tahap itu bentar lagi tugas akhir, dong. Ujug-ujug udah wisuda aja. Trus tau-tau update kartu undangan nikahannya tempat kerjanya.

Duh, nggak kerasa, ya. Perasaan dulu kita masih bocah ingusan yang apa-apa minta sama ortu. Sekarang udah waktunya kita benar-benar masuk ke real life, yakni bertahan hidup di dunia fana ini dengan kekuatan kita sendiri. Bahasa sederhananya, sih, cari duit sendiri a.k.a kerja!


Aku sendiri sebenarnya belum lulus. Masih ada waktu kurang lebih tiga tahun lagi sampai aku wisuda. Tetapi karena kebijakan dari kampus, alhamdulillah aku udah diperkenalkan dengan dunia kerja sejak dini. Pengalamanku memang masih dikit namun bisa, lah, sedikit mendeskripsikan bagaimana bedanya kehidupan kampus dengan kehidupan di dunia kerja.

Perbedaan tersebut meliputi hal-hal berikut ini:

1. Pergaulan



Yang ini sudah pasti beda. Nggak mungkin, kan, teman-teman sekelas waktu di kampus bisa kerja semua di satu tempat kerja? Kalau di kampus, interaksi banyak dilakukan dengan teman sebaya. Kalau nggak sama kakak tingkat atau adik tingkat yang beda umurnya nggak sampai lebih dari lima tahun. Kalau yang agak tuaan, mah, paling dosen. Itupun interaksinya sebatas perkuliahan.

Nah, kalau di tempat kerja, interaksi banyak dilakukan ke segala umur. Bahasa sehari-hari pun nggak bisa disamakan dengan ketika berbahasa dengan kawan sebaya. Harus bisa menyesuaikan dengan siapa kita bicara. Termasuk juga mengenai bercandaan. Kalau kita nyeritain lawakan ala Raditya Dika ke emak-emak belum tentu pada ketawa. Musti belajar lawakannya Warkop DKI biar bisa nyambung. Gitu misalnya.


2. Problematika


Ditanya Joshua, "Uang di mana?"

Bagi yang sedang memiliki masalah di perkuliahan seperti belum ngerjain tugas, teman kelompok ada yang nggak mau kerja, atau dapat dosen pembimbing yang killer, bersyukurlah. Bersyukur karena masalah di dunia perkuliahan itu lebih banyak berputar-putar pada perkuliahan itu sendiri. Yah, tapi masalah tentunya tergantung kita memandang dari sudut mana, sih.

Well, kalau masalah di dunia kerja, impasnya itu pada pertahanan hidup kita di dunia ini (duh, aku nggak tau harus jelasin gimana, wkwk). Intinya, kerja, kan, buat cari duit. Penghasilan kita itu nantinya yang menentukan apakah hari ini kita bisa makan atau nggak. Nah, gimana kalau misalnya kita mengalami pemotongan gaji? Atau kalau tiba-tiba perusahaan yang kita tempati bangkrut sehingga pegawainya terancam PHK? Kebayang, kan, rumitnya gimana.  


3. Penampilan


A to Z Hayfa Pants Merah Jambu
Celana bahan wanita kantoran

Kalau ini tergantung dari kebijakan kampus juga. Kampusku, sih, punya seragam. Jadi mau nggak mau ke kampus pakaiannya seragam itu. Tapi kebanyakan universitas, kan, kuliahnya pakai baju bebas. Kalau kuliah pake baju bebas, biasanya pakaian yang dipakai itu mencerminkan si pemakai. Ada yang pakaian kampusnya kameja atau baju berkerah trus disetrika rapi. Ada pula yang sekadar pakai jersey atau kaos oblong. Sakarepe dewe, lah, pokoknya.

Tapi sakarepe dewe ini kayaknya jarang diterapkan di dunia kerja. Misalkan seandainya ada cewek tomboy yang keterima kerja di bagian public relation produk kecantikan, masa dia sehari-hari pakai jersey ke kantor? Pokoknya, di dunia kerja itu walaupun ada yang nggak menerapkan seragam, tetap aja pakaian yang dipakai pegawainya harus satu tema. Contohnya, kalau kerja di kantor, biasanya dresscode cewek adalah kameja kerja serta celana bahan wanita kantoran. Mengenai pakaian kantor, MatahariMall.com bisa jadi sumber inspirasi. Situs ini menyediakan banyak banget pilihan pakaian kerja. Harganya sering didiskon pula!


Kira-kira seperti itulah perbedaan yang bisa dirasakan dari dunia kampus dan dunia kerja. Ini juga tergantung pengalaman masing-masing orang juga. Bisa jadi ada yang mengalami perbedaan lain selain dari tiga perbedaan di atas.

Menurut kalian, apa lagi yang membedakan dunia kampus dan dunia kerja?

14 komentar:

  1. Kalau sdh kerja, rasanya dosen killer itu gak ada apa2nya dibanding atasan yg walaupun gak killer. Krna klo qta gak perform sedikit banyak bakal ngaruh ke nasib. Parahnya bs gak diangkat tetap, jeleknya bonusan ancur.

    Makanya klo ada anak kuliahan yg ngeluh gak bs2 ngerjain tugas, skripsi lama, dll rasanya gemes bgt. Pgn gw hajar dg: yaelaah baru tugas kampus aja ngeluh mulu, ntr pas kerja kerjaan gak bener gak cm kena semprot atasan tapi jg rekan krja lain yg berkaitan.

    Btw terakhir2 emm, ada promosi matahari ta.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa. dunia kerja lebih kerassss.
      iya mbak sekalian promo wkwk

      Hapus
  2. Iyaaa, nanti kita liat temen udah wisuda kita masih kuliah aje ya auu wkwk

    Alhamdulillahnya dunia kerja adalah, pakaiannya sedikit banyak lebih bebasss 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. cuman bisa elus dada hehe.
      iyasih, kalo kerja kitanya malah agak lebih bebas yak hehe

      Hapus
  3. Baju kerja itu bebas kalau di kantor swasta. Enak sih bisa sesuka hati awalnya, Audi. Tapi makin sini aku makin hati-hati, soalnya ada salah satu pegawai yg bajunya sakarepe dewe, bisa jadi bulan-bulanan di kantor, huhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyasih, kalo swasta mah emang bajunya lebih bebas yaa...

      Hapus
  4. dunia kampus: waktu bebas banyak, uang sedikit
    dunia kerja: waktu bebas sedikit, uang banyak
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. good point mbak (y)
      tapi kalo aku mah justru kerja lebih banyak waktu luangnya wkwk

      Hapus
  5. Dunia kerja:bebas berekspresiiii....alhamdulillah hobi sama kerjaaan bisa jalan sekaligus. Kuliah ga bisa gity

    BalasHapus
    Balasan
    1. Widiih selamat kalo gitu mbak! ^^

      Hapus
  6. Dunia kerja, lebih banyak kesempatan bertemu dengan client karena saya konsultant, jadi koneksi lebih banyak saat bekerja. Sedangkan saat kuliah kalau tidak menjadi siswa berprestasi ya gak mungkin ikutan pertukaran pelajar :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa kalo kerja emang bisa banyak koneksi hehe

      Hapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...