Selasa, 29 November 2016

Catatan Pejuang Photocard


Akhir-akhir ini Seventeen udah ngasih tanda-tanda comeback.  Kalau mau comeback itu artinya.... ada album lagi!

Seperti biasa, aku eksyaited banget kalau Seventeen mau ngeluarin album lagi. Selama masa-masa per-fangirling-an, cuman Seventeen yang bisa bikin aku bela-belain nyimpan duit buat beli album mereka. Soalnya menurutku worth banget. Selain karena lagunya yang aku suka semua (dan bikinan mereka sendiri tentunya), desain albumnya juga enak banget diliatin. Cerah. Ceria. Tapi kalau yang album pertama (17 Carat) aku agak complain, sih, soalnya ribet buka-tutupnya. Musti pinter-pinter ngelipat.

Album Seventeen yang pernah di-unboxing bisa ditengok di sini.

Unboxing Seventeen Love and Letter Repackage Album (Special Edition)


Ngomongin soal warna kesukaan, cowok itu biasanya identik sama warna netral: hitam-putih. Kalau orangnya agak melow mungkin pilih biru. Kalau yang seger-seger suka pilih ijo. Yang pemberani pilihnya merah. Pokoknya warnanya itu warna yang setrong lah, ya. Tapi kalo warna pink... idih! Pokoknya kita masih agak gimana gitu, ya, kalau bayangin ada cowok yang ter-bonding banget sama warna pink.

Akan tetapi, semenjak aku suka Seventeen, ketidaknyambungan cowok dengan warna pink langsung hilang begitu saja dari pikiranku. Entah karena mereka emang bisa membawakan warna tersebut dengan baik atau emang mereka udah unyu dari sononya. Sejak debut tahun 2015 dengan Adore U, Seventeen udah mulai kelihatan “pink” di MV. Warna pink tersebut kemudian ditunjukan lagi di album Boys Be Hide Version dan First Album Love Version. Bahkan, Seventeen sering pakai outfit warna pink pas di stage, terutama waktu promosi Pretty U.

Dan ketika wujud album Repackage ditampilkan, aku nggak kaget-kaget amat.

Senin, 28 November 2016

#TravelioMore: Mewujudkan Impian Tinggal di Apartemen


Tahun 2016 adalah tahun menjamurnya drama Korea yang oke banget! Sepanjang tahun ini banyak drama yang aku ikuti dengan beragam jenis cerita, mulai dari cerita polisi masa kini yang bisa berkomunikasi dengan polisi masa lalu lewat transmitter, cerita mahasiswa ekonomi yang kerjaannya berantem sama hantu, sampai cerita manusia yang ditarik masuk ke webtoon. Banyak yang bikin baper pastinya, terutama pada cerita cinta segitiga. Paling kasian sama second lead yang bisa mencintai tapi tidak bisa memiliki. Hiks.

Personally, jalan cerita di drama Korea emang menarik. Tapi itu bukan satu-satunya yang aku perhatikan ketika nonton drama Korea. Ada hal lain yang tak luput dari perhatianku, seperti:

Kamis, 24 November 2016

Bitung Udah Punya Cinema, Lho!


Waktu pertama kali tau bahwa aku mendapatkan penempatan di Bitung, aku langsung search di Google buat tau Bitung itu kayak gimana. Aku juga nyari hashtag #explorebitung di Instagram. Kebanyakan yang aku dapatkan adalah pemandangan alam dengan laut dan gunung. Indah memang. Apalagi daerah Sulawesi Utara itu memang dikelilingi oleh laut.

Sayangnya, aku ini nggak doyan vitamin sea banget. Jadi, ya, pantai-pantai indah tersebut memang jadi nilai plus tapi bukan prioritas (tapi tetep, sih, pengen banget ke Bunaken hehe). Karena aku dapat penempatan di kota dan kotanya deket sama ibukota provinsi, aku jadinya ngincer tiga hal ini di penempatan, yaitu mall, Gramedia, dan tempat makan yang ada wifinya.

Kecuali yang terakhir, dua tempat lainnya ternyata hanya bisa didapat di Manado. Emang pernah ada Gramedia di Bitung, tapi ternyata cuman bertahan beberapa bulan. Jadi, kalau emang mau ngemall atau beli buku, aku musti ke Manado dulu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...