Jumat, 30 Desember 2016

Throwback 2016: Weather, I Watch You


Kita sudah berada di penghujung tahun 2016. Kalau aku bongkar ingatanku tentang kejadian tahun ini, ternyata banyak juga yang bisa diceritakan di sini. Padahal kayaknya hari-hariku banyak berlalu dengan datar hahaha.

Alhamdulillah masih diberi kesempatan buat memperbaiki diri. Masih diberi waktu buat mengembangkan potensi. Masih diberi tenaga juga untuk mencicil mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan di masa depan. Yap, meskipun resolusi tahun ini ancur-ancuran, tapi masih ada, kok, hal-hal menarik yang aku lakukan sepanjang tahun ini. Well, that’s not something really big, but it’s so meaningful for me

Jadi, langsung aja, inilah rangkuman hal-hal yang terjadi di tahun ini:

Kembali ke Jalur Kpop!

Image result for seventeen mansae gif

Kejadian di awal bulan Januari ini mengubah segalanya. Waktu itu aku lagi bosen-bosennya sama playlist lagu sehingga aku memutuskan buat nyari pembaharuan playlist. Aku browsing Youtube dan aku dipertemukan dengan MV Seventeen – Mansae di suggestion. Pas aku klik.... my heart was overflowed by joy! Ibaratnya, saat itu hatiku seperti rumah yang gentengnya bocor. Seventeen kemudian datang layaknya tukang genteng yang mampu memperbaiki genteng yang bocor tadi. Tak hanya memperbaiki, mereka juga sekalian merenovasi rumahnya sehingga terlihat seperti baru. Yap, efek inilah yang membuat aku lama-lama suka banget sama Seventeen sehingga memutuskan untuk masuk dalam fandom Carat. Sampai saat ini. Dan berimbas pula pada update-nya kembali aku sama berita Kpop.



BOM SARINAH!


Ini lumayan greget. Waktu itu, aku bersama Isti dan Peni punya rencana mau keliling Jakarta pakai Jakarta City Tour sekalian mau datang ke acara bedah buku di Perpustakaan Nasional Salemba. Ketika kami sudah sampai di tempat bisnya nongkrong (dekat Mesjid Istiqlal), pak bisnya bilang kalau bisnya tidak beroperasi hari itu. Beliau bilang, “Ada bom di Sarinah, neng. Makanya nggak boleh jalan.”

“Oh, gitu.” Tanggap kami. Biasa banget.

Yaudah, akhirnya kami memutuskan untuk langsung ke Perpusnas dengan naik busway. Sesampainya di perpus, tiba-tiba mamaku nelpon. Nanya aku lagi di mana. Aku bilang di Salemba, kan. Trus langsung suara Mama kayak khawatir gitu dan bilang, “Nak, hati-hati kalau pulang, ya. Di TV tadi bilang ada ledakan di Thamrin...”

Seketika aku langsung merinding.

Tak hanya mamaku. Kedua temanku juga mendapat telepon dari orang tua mereka dengan topik yang sama sehingga aku bisa menyimpulkan bahwa situasinya cukup genting. Grup Whatsapp juga ribut membicarakan itu. Apalagi ada kabar kalau bom juga meledak di Senayan dll (tapi akhirnya berita ini hoax). Sampai diimbau untuk jangan pergi ke mana-mana sampai situasi reda.

Kami yang di Salemba, yang cuma 5 km dari Thamrin, sudah ngerasa was-wasan. Rasanya pengen nangis. Aku aja udah sempat mikir seandainya umurku ternyata cuma sampai hari itu aja....

Alhamdulillah, acara di perpusnas tetap berjalan lancar. Keluar dari perpustakaan, nggak ada tanda-tanda Jakarta mencekam. Jakarta tetap rame dan macet seperti biasa. Sosial media pun saat itu lebih rame dengan hashtag #KamiTidakTakut, tukang sate, dan polisi ganteng sehingga akhirnya aku memutuskan untuk mengabadikan kejadian itu dalam sebuah tulisan singkat.



Bikin komunitas blog



Yasss, karena aku tahun ini mulai suka ngeblog dan belum ada komunitas di kampus yang menampung minat khusus buat blogging, aku dan Isti akhirnya memutuskan untuk mendirikan sebuah komunitas yang dinamakan #tarunangeblog. Masih seumur jagung, sih. Tapi doakan aja, ya!



Officially Become A Weather Observer!


Setelah lulus D1, aku beserta teman-teman seangkatanku harus menunggu kurang lebih 6 bulan dulu sampai akhirnya mendapatkan kepastian penempatan. Yup, kami sudah terikat kontrak bahwa kami harus bersedia ditempatkan di mana saja di seluruh wilayah NKRI untuk mengabdi di unit kerja BMKG. Kalau aku, karena jurusan meteorologi, maka aku akan melakukan pekerjaan sebagai observer cuaca. Tak disangka, ternyata aku ditempatkan di Bitung, Sulawesi Utara! Penempatan setelah D1 ini berlangsung kurang lebih selama satu tahun sebelum kami kembali lagi ke kampus untuk lanjut S1.

Kami lebih akrab bilang kegiatan ini PKL. Tapi pimpinan kampus keukeuh kalau kami ini hitungannya udah kerja. Kalau udah kerja, berarti udah dapat gaji. :’) Barang pertama yang aku beli saat menerima gaji pertama? Cek di sini.

Baca juga My Current Life


My First Job Review

Image result for SEVENTEEN GIF clap

Nggak cuman kerjaan utama, akhirnya aku bisa juga dapat penghasilan dari hobi!!! Salah satu resolusiku terwujud~ :’)))

Jadi, sebuah situs memberi tawaran kepadaku untuk mengulas situs yang mereka punya. Reward-nya emang nggak seberapa. Tapi karena itu kali pertama aku mendapat tawaran job review, maka aku terima aja dengan senang hati. Bersyukur karena tawaran itu kemudian disusul dengan beberapa tawaran lain. Hasil tulisan dari job review ini bisa dilihat di sponsored post.

Kebagian job review itu bonus, tetap konsisten ngeblog itu yang paling utama. Tapi kalo ada yang pengen mengiklankan sesuatu di sini sok atuh kirim e-mail aja~ ^^

Well, akunya juga sekalian membenahi Alexa yang lagi terjun bebas, sih...   



Gerhana Matahari Total


Masih ingat dengan gerhana matahari total? Luckily, kejadian yang jarang banget berlangsung ini terjadi pas aku lagi PKL! Kalau gerhana, sih, sebenarnya bagiannya Geofisika. Tapi karena sama-sama BMKG ya udah, deh, ikutan aja hehe. Untuk di Sulawesi Utara sendiri, pengamatan gerhana dilakukan di Pantai Kema, Minahasa Utara. Sayangnya, Sulut nggak kebagian gerhana matahari total. Jadi gerhananya cuman sebagian. Acara nobar gerhana ini juga dihadiri para pejabat pemerintah Sulut.  


Explore (MALL) Manado!


Manado bisa ditempuh dari Bitung dalam waktu satu jam. Kalau ngomongin Manado, pasti banyak yang menyangkutpautkannya dengan Bunaken. Trus Audi pernah ke Bunaken? Hahaha, BELUM. Kemaren ada yang ngajakin tapi benturan sama jadwal dinas sehingga nggak jadi pergi. Tapi, kalau mau lihat keindahan laut nggak harus ke Bunaken, kok. Masih banyaaaaak banget pantai-pantai indah di Sulawesi Utara yang belum terekspos media. Tapi aku sendiri baru pernah mengunjungi dua pantai.

Jadi kalau ditanya aku ke Manado udah ke mana aja, jawabannya... ke Mantos, Megamall, ITC, Lippo, blablabla pokoknya seringnya ke mall. Nggak sering, kok. Cuman pas lagi libur dinas kalo pengen ya pergi. Lagian Gramedia ada di Manado juga. Kota Manado menurutku lumayan bersih, kok. Bersahabat sama pejalan kaki.  


Diklat Prajabatan


Akhirnya dapat kesempatan buat ketemu teman-teman kampus lagi! Soalnya namaku ada dalam daftar pemanggilan peserta Diklat Prajabatan Golongan II. Sekitar pertengahan September, aku dan empat orang teman yang sama-sama ditempatkan di Provinsi Sulawesi Utara terbang bareng ke Jakarta. Pertama, kami semua registrasi dulu di kantor BMKG Kemayoran. Di sana akhirnya kami ketemu sama teman-teman yang lain! Tapi nggak semua. Yang dipanggil pada kloterku itu sebagian besar yang ditempatkan di daerah Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan beberapa di Pulau Jawa dan Maluku.

And the most common question I heard in our first met: naik berapa kilo?
Yaelah.

Inti dari diklat ini bukan ketemu teman lama, kok. Itu mah bonus. Intinya, di sini kami belajar dasar-dasar nilai yang harus diterapkan oleh Aparatur Sipil Negara. Nilai tersebut tergabung dalam ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Antikorupsi). Diklat ini diadakan selama kurang lebih sebulan dengan rincian dua minggu on campus (di Citeko, Bogor) dan off campus (di tempat aktualisasi). Setelah aktualisasi, baru kami kembali lagi ke Citeko untuk mempresentasikan kegiatan yang sudah kami lakukan selama aktualisasi.

Untuk tempat aktualisasi ini kebetulan aku dapet di Cilacap. Yes! Sesuai dengan harapan. Soalnya aku pengen tempat aktualisasiku nanti tempatnya ditempuh dengan menggunakan kereta. Menurutku, kereta itu adalah transportasi paling ideal bagi orang-orang yang pengen menikmati perjalanannya. Tapi taunya ternyata ngebosenin juga. LOL. Apalagi naik keretanya itu sambil mikirin laporan. Pokoknya pengen suatu hari nanti bisa naik kereta buat liburan.


Selama di Cilacap, kerjaan kami kurang lebih sama kayak yang biasa kami lakukan di stasiun. Tapi karena aku dari maritim, aku jadi agak kaku juga. Terutama pas ngerjain pengamatan udara atas atau yang penerbangan. FYI, Stamet Cilacap juga melayani informasi penerbangan di Bandara Tunggulwulung. Dan waktu aku kebagian shift di sana, cuacanya buruk. Hmm.


Untungnya kami sempat jalan-jalan ke Nusakambangan, meskipun di sini aku nyesel banget. Kirain cuman nyeberang ke pulau, udah. Ternyata ada pantainya lagi di dalam. Karena pada minat ke pantai, aku ikutan aja. EEEEH jalannya ternyata naik turun menanjak kayak naik gunung. Fisikku juga nggak terlalu kuat banget, kan. Jadi aku sering ditinggal di belakang. Tapi nggak apa deh ya. Pengalaman.


BEING A PUBLIC SPEAKER!!


Ini sebenarnya nggak terduga banget. Akhir November kemaren terselenggara Sekolah Lapang Iklim di Manado. Panitianya dari Stasiun Klimatologi Kayuwatu. Tapi ada beberapa materi yang berhubungan dengan maritim. Karena itulah ada dari stasiun maritim juga yang diminta mengisi materi. Nah, waktu itu Bu Kasie nyuruh aku bikin PPT presentasi mengenai peralatan pengamatan maritim. Yaudah aku bikin aja. Trus aku nanya, “Aku ini cuman bikin presentasi aja, kan, Bu?”

“Nggak. Ntar kamu ngisi materi juga.”

DEG!

Sebenarnya aku lumayan punya pengalaman bicara depan umum. Terutama waktu SMP. Aku sering diikutkan Story Telling. Waktu ada acara pensi di sekolah juga pernah tampil dua kali membawakan Madihin (semacam kesenian Banjar dengan berbalas pantun). Tapi setelah SMP udah jarang banget. Dan dulu juga audience yang aku hadapi kebanyakan sebaya. Lha ini, bapak-bapak dan ibu-ibu. T.T

Aku sebenarnya guguuuup banget. Takut salah ngomong. Takut nggak bisa jawab pertanyaan peserta. Tapi sebenarnya aku eksyaited banget bisa dikasih kesempatan seperti ini. Akhirnya ada juga kegiatan greget yang bisa aku lakukan selama PKL. Yah, meskipun pas tampilnya banyak gagap. Tanganku juga keliatan banget gemetarnya. Trus yang paling bikin syok, ada peserta yang tiba-tiba nanya soal tsunami....

Seketika teringat dosen Pengantar Geofisika yang dulu seneng banget ngasih aku pertanyaan waktu mata kuliahnya.    

Tapi nggak apa-apa. Aku seneng, kok, dapat kesempatan kayak gini. Semoga nanti ada kesempatan lain, ya!


And... a friend has left us forever...


Ini juga tahun berkabung. Seorang teman akhirnya meninggalkan kami untuk selamanya. Berita itu muncul tiba-tiba. Dia mengalami kecelakaan motor dalam perjalanan pulang dari suatu tempat. Nggak percaya pastinya. Padahal baru saja paginya dia bicara di grup chat.

Kami biasa memanggilnya Puspa. Orangnya supel. Pinter ngomong. Aku sebenarnya nggak terlalu dekat sama dia, meskipun kami pernah satu kosan. Mungkin karena beda interest. Tapi kami memiliki satu kesamaan: sama-sama suka makan mie instan.

Setelah itu, akhirnya aku disadarkan bahwa kita baru menganggap seseorang itu berharga setelah kehilangan dia. Seperti ada yang hilang. Dan suasana sepulang kampus nanti mungkin akan berbeda. Aku jadi disadarkan bahwa sidang skripsi, kelulusan, S2, bahkan jodoh itu masih belum pasti. Kematian itu selalu pasti.

Rest in peace, Puspa :’(


Selama 2016, ada beberapa hal yang aku catat:

  1. Aku masih banyak menghabiskan waktu dengan tidak produktif, jika dibandingkan dengan teman-teman lain.
  2. Aku masih nggak jago mengatur keuangan.
  3. Masih nggak bisa jadi orang yang supel. 
  4. Dunia ini hanya sementara.
  5. Banyak resolusi yang nggak terwujud. Nah, lho!

Semoga bisa memperbaiki diri di tahun berikutnya! 

6 komentar:

  1. Keren, semoga pencapaian tahun 2017 lebih sukses daripada 2016 ya mbak ^_^
    Salam kenal dari Kandangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga mbak.
      waah ulun asli kandangan :D

      Hapus
  2. Met tahun baru yaaah!
    Semoga tahun 2017 semakin berkah buat kita semua :)

    ituuu, kenapa juga seventeen disamain sama tukang benerin genteng sih! tega bener...

    Oh, jadi sekarang dikau lagi di Bitung nih? Moga betah deh yaaaah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat tahun baru juga teh Erry!
      nggak tega kok, seventeen mah disamain apa aja tetap keren kok wkwk.
      iya teeh amiiin

      Hapus
  3. Waah keren nama komunitasnya. Semoga semakin sukses di tahun 2017

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiiin... makasih mbaak. sukses juga buat mbaknya ^^

      Hapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.