Rabu, 17 Mei 2017

Berkenalan (Lagi) dengan Cuaca


Jujur aku agak struggling sama pelajaran kuliahku saat ini. Salahku juga karena aku nggak serius pas dapet pelajaran basic. Cuman asal masuk kuliah plus ngebawa tagline "yang penting lulus". Thanks buat sistem pendidikan di kampus yang ngasih "libur" selama satu tahun sehingga aku punya space untuk merenung tentang apa yang sebenarnya ingin aku capai. Hal itu berujung pada pembaharuan niat agar lebih serius mendalami kuliah selanjutnya. 

Tapi, ya gitu, aku masih ketinggalan jauh. Di saat teman-teman lain sudah ngobrolin tentang analisis cuaca dengan metode ini-itu atau pendekatan ini-itu, aku cuman bisa diem karena nggak nyambung sama omongannya. Padahal satu jurusan, lho. Aku aware banget sama perasaan kayak gini. Biasanya kalau aku udah nggak nyambung pas ngomongin soal pelajaran, mending sekalian nggak aku sambungin deh, alias ngebelok. Sok atuh pada ngomongin meteo, aku lebih senang belajar yang lain. Belajar Bahasa Mandarin, misalnya. Jadi kalau aku ngomong Bahasa Mandarin sama yang lain, mereka nggak bakal nyambung. Gitu. Kayak balas dendam sih. Cuman aku sadar kalau sebenarnya mental kayak gini harus aku singkirkan dulu. Jadi mending fokus ke sini dan mengejar yang lain biar ntar ngobrolnya nyambung. 

Selasa, 25 April 2017

Cara Aman Packing Album Kpop


Akhir Maret lalu, masa PKL-ku berakhir sudah dan aku harus kembali melanjutkan pendidikan di Tangerang Selatan. Itu artinya aku harus pindah dari Bitung, meninggalkan zona nyaman yang sudah aku lalui selama lebih dari setahun. Selamat tinggal buat unlimited waktu nganggur. Halo buat tugas, belajar, dan aktivitas lain-lainnya! 

Namun, ada hal yang bikin pusing ketika menyiapkan pindahan, selain karena menyiapkan berkas. BARANG-BARANGKU BANYAK BANGET! Sebenarnya pakaianku dikit banget. Aku bahkan cuman pernah sekitar 2-3 kali beli pakaian, itu pun ada yang sudah aku jadikan lap karena sobek. Yang bikin banyak itu buku (sampai koleksi tiga kardus) dan koleksi album Seventeen. Hiks. 

Jumat, 24 Maret 2017

Yang Aku Dapatkan dari PKL


Judulnya ini kayak mau bikin laporan, ya. HAHAHA. Nggak gengs, ini curhat.

Kami baru saja melihat pengumuman yang seger banget kayak es cendol di siang bolong. Setelah setahun menjalankan masa PKL, akhirnya kami akan melanjutkan kembali pendidikan di kampus sampai nanti lulus D4. Nggak kerasa, ya. Kayaknya baru kemaren aku syok banget gara-gara dapat pemanggilan PKL mendadak, yang bikin aku melalui perjalanan Kalimantan-Jawa-Sulawesi dalam waktu tiga hari. Dan sebentar lagi bakalan say goodbye sama zona nyaman.

Tapi kalau dipikir-pikir, tempat penempatanku (a.k.a Bitung) adalah jawaban dari doa-doaku. Dengan adanya kontrak “bersedia ditempatkan di mana saja di seluruh wilayah NKRI”, aku emang udah siap-siap dengan kemungkinan terburuk. Aku nggak punya request tempat yang spesifik. Aku bersedia ditempatkan di mana saja, ASAL WIFI-NYA LANCAR! Dan, yeah, aku puas banget ditempatkan di Bitung! :)

Jumat, 10 Maret 2017

I'm Thinking About Death

Akhir-akhir ini orang yang aku kenal banyak yang pergi. Satu persatu mereka meninggalkan dunia ini. Dari teman seangkatanku, teman yang pernah aku jumpai waktu lomba, seorang blogger, dan ketika aku menulis ini, aku baru saja menerima kabar kalau guru ngajiku waktu aku kecil dulu meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. 

Kabar kematian sering membuatku termenung. Seandainya saja mereka bisa bercerita, aku ingin tahu apa yang terjadi setelah ruh mereka terpisah dari badan. Aku juga ingin sekali mengetahui firasat seperti apa yang mereka dapat sebelum meninggal. Atau bagaimana sosok malaikat pencabut nyawa itu. 

Kamis, 23 Februari 2017

Sekolah Kedinasan Nggak Enak, Mitos atau Fakta?


Baru-baru ini teman-temanku lagi dihebohkan dengan sebuah postingan dari Hipwee. Postingan itu bercerita tentang nggak enaknya sekolah di kedinasan, entah penulisnya udah pernah merasakan sekolah di sana atau cuman hasil riset aja. Yang pastinya, beberapa poin yang dibeberkan oleh penulis itu debat-able. Postingan lengkapnya bisa dibaca di sini.

Yang bikin eye-catching, header foto utama yang diambil sama penulisnya itu adalah foto wajah-wajah yang familiar. Yup, penulisnya ngambil foto senior kampusku! Makanya jadi berasa artikelnya itu emang bener-bener nyindir kampusku, serta kampus kedinasan lain tentunya.

Emang, sih, ada beberapa kali pemberitaan miring soal sekolah kedinasan di media massa. Tapi, kan, nggak semua sekolah kedinasan seperti itu. Jadi, biar meluruskan poin-poin yang sudah dibeberkan oleh penulis, aku pengen membeberkan lagi poin tersebut. Dan ini tentunya berdasarkan pengalamanku sendiri yang notabene seorang taruni dari sekolah kedinasan.

Kamis, 02 Februari 2017

Belajar Mencintai Jurusan Kuliah



Waktu SMP, aku punya teman yang senang mengamati orang. Dia berkata kepada beberapa orang teman tentang profesi yang cocok untuk mereka di masa depan. Misalnya, dia bilang si A cocok jadi guru, si B cocok jadi apoteker, si C cocok jadi penulis, dan lain-lain. Nah, pas aku iseng nanya ke dia kalau aku cocoknya jadi apa, dia malah mikir bentar. Trus bilang, “Nggak tau, Au. Bingung.”

Lalu aku bingung.

Bingungnya itu sampai terbawa bertahun-tahun kemudian, tepatnya setelah lulus kuliah. Waktu SMA sebenarnya aku yakin banget pengen ambil jurusan Ilmu Komunikasi biar bisa jadi jurnalis. Soalnya pas SMA aku sudah bosan sama hitung-hitungan. Untuk meyakinkan pilihanku ini, aku dan temanku, Ninda, ikut tes psikotes buat mengetahui kecocokan kami dengan jurusan yang kami inginkan. Ketika aku mengambil hasilnya, aku tambah bingung.

Rabu, 01 Februari 2017

5 Girl Group Songs That Bring Positive Vibes


Sebagai seorang yang sering banget mengalami mood swing, mendengarkan lagu adalah salah satu pengobat mood yang ampuh buatku. Terutama lagu-lagu yang temponya cepat, dibawakan dengan ceria, dan lirik lagunya bikin semangat. Kalaupun lagunya punya video klip atau music video (MV), sebisa mungkin konsep videonya colorful.

Dan jika aku ditanya soal lagu apa yang biasa jadikan moodbooster, mungkin jawabannya udah ketebak.

LAGU-LAGUNYA SEVENTEEN! HAHA.

Minggu, 22 Januari 2017

Yuk, Ramaikan Ultah Pertama Komunitas #TarunaNgeblog!


Yeay~ akhirnya Komunitas #TarunaNgeblog sampai juga pada usia pertama! Tepatnya nanti pada tanggal 24 Januari 2017. Ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan selama setahun ini, baik secara online maupun offline. Mulai dari rapat pertama, kelas blogging, sampai weekly talk via Whats App. 

Untuk mengenal lebih jauh tentang komunitas ini, cek #TarunaNgeblog Guide Post.

Jumat, 13 Januari 2017

Resolusi 2017: Produktif!


Tahun baru itu istimewa. Gara-gara penambahan satu angka di tahun masehi ini, kembang api dan terompet laris manis di pasaran. Puncaknya tentu saja tanggal 1 Januari 2017 pukul 00.00 ketika kembang api jadi penguasa langit. Aku sampai terbangun tengah malam karena dengar suara kembang api. Padahal nantinya tetap masuk kerja. #tjurhat

HAH? Serius, nih, tanggal 1 Januari tetap masuk kerja?

Surprisingly, yes. Tapi dibawa senang aja, sih. Soalnya gara-gara masuk kerja, aku ngerasa jadi lebih produktif di awal tahun wkwk.