Rabu, 17 Mei 2017

Berkenalan (Lagi) dengan Cuaca


Jujur aku agak struggling sama pelajaran kuliahku saat ini. Salahku juga karena aku nggak serius pas dapet pelajaran basic. Cuman asal masuk kuliah plus ngebawa tagline "yang penting lulus". Thanks buat sistem pendidikan di kampus yang ngasih "libur" selama satu tahun sehingga aku punya space untuk merenung tentang apa yang sebenarnya ingin aku capai. Hal itu berujung pada pembaharuan niat agar lebih serius mendalami kuliah selanjutnya. 

Tapi, ya gitu, aku masih ketinggalan jauh. Di saat teman-teman lain sudah ngobrolin tentang analisis cuaca dengan metode ini-itu atau pendekatan ini-itu, aku cuman bisa diem karena nggak nyambung sama omongannya. Padahal satu jurusan, lho. Aku aware banget sama perasaan kayak gini. Biasanya kalau aku udah nggak nyambung pas ngomongin soal pelajaran, mending sekalian nggak aku sambungin deh, alias ngebelok. Sok atuh pada ngomongin meteo, aku lebih senang belajar yang lain. Belajar Bahasa Mandarin, misalnya. Jadi kalau aku ngomong Bahasa Mandarin sama yang lain, mereka nggak bakal nyambung. Gitu. Kayak balas dendam sih. Cuman aku sadar kalau sebenarnya mental kayak gini harus aku singkirkan dulu. Jadi mending fokus ke sini dan mengejar yang lain biar ntar ngobrolnya nyambung. 


Aku sedang dalam proses menumbuhkan kecintaanku pada jurusanku saat ini. Aku jadi ngerasa kayak anak yang baru masuk SD. Harus emang belajar dari bawah banget. Dan harus pake cara anak SD juga. Nggak mungkin, kan, gitu anak SD baru belajar matematika langsung dikasih kalkulus. Pasti dikasih yang materi hitung dasar dulu. Dan dikasihnya pun biasanya in a fun way biar kita tertarik buat belajar. Nah, begitupula aku dengan meteorologi. 

Aku selama ini sudah banyak mencari referensi tentang meteorologi di internet. Search-nya "meteorology for kid" atau "learning weather for kid" karena biasanya materi buat anak-anak itu lebih menonjolkan visual, jadi lebih menarik untuk dilihat. Tapi sayangnya kebanyakan aku dapat sumber berbahasa Inggris. Sumber yang Bahasa Indonesia masih jaraaaaang banget.

Kemudian aku nemu info kalau salah seorang senior di kampus menerbitkan buku bergambar yang ngomongin soal cuaca. Waktu dengar kabar itu, aku langsung excited karena itu adalah hal yang emang lagi aku cari-cari. Aku langsung menghubungi senior tersebut untuk pesan bukunya. Dan akhirnya sampailah buku ini di tanganku!


Senior yang menyusun ini namanya Richard Mahendra Putra. Namanya lumayan eksis di kampus karena sering menulis, entah artikel populer ataupun paper. Bahkan juga sampai menerbitkan buku. Dan salah satu buku yang berhasil terbit adalah buku "Mengenal Cuaca" yang merupakan seri pertama dari "Bersahabat dengan Cuaca". Jika ingin menengok tulisannya, bisa kunjungi blognya di sini.

Ketika membaca buku ini, aku disambut oleh kakak-beradik Nino dan Nina. Mereka sering ditemui di tiap halaman karena merekalah yang mengenalkan cuaca secara umum. Sebenarnya mereka seperti mengulas lagi materi Meteorologi Umum yang pernah aku dapatkan di semester pertama. Tapi, buku ini dapat menyederhanakan bahasa yang aku dapat dari kuliah sehingga aku yakin bahwa materinya akan dapat dimengerti dengan mudah oleh masyarakat luas.




Dan perlu dicatat juga kalau buku ini baru seri pertama. Di seri pertama ini, kita diperkenalkan dengan cuaca. Apa, sih, pentingnya mengenal cuaca? Kemudian kita juga akan berkenalan dengan jurusanku, Meteorologi. Nanti pengenalan ini nyambungnya ke mengenal atmosfer karena meteorologi itu berhubungan erat dengan gejala atmosfer.  

Buku ini cocok dibaca oleh siapa aja, termasuk anak-anak. Dan buatku sendiri, buku ini mengubah cara pandangku dalam belajar meteorologi. Bahwa aku belajar itu bukan buat diriku aja, tapi aku harus bisa jadi seorang translator. Masyarakat itu banyak yang memerlukan informasi cuaca. Tugasku adalah menerjemahkan bahasa meteorologi yang dipenuhi Fisika-Matematika itu ke dalam bahasa yang bisa diterima oleh semua kalangan. Seperti yang sudah dilakukan oleh seniorku ini.

Oh, ya, perlu diingat juga bahwa buku ini baru seri pertama. Masih ada seri berikutnya. Anticipate it!



2 komentar:

  1. Hi Audi..

    Finally, got the chance to visit your blog, after read your story in #2014OnDuty. Both are cool! (If ever Laporan Aktualisasi be written as casual as them...LOL)

    Agree with you. Learning should be fun and that require a goal. Without realizing "why" we learn something, the best result won't be achieved.

    Good luck, dear. Enjoy your moments in campus... Keep the learning go...

    -Roro-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Bu Roro, you found me! :D
      Nanti kapan-kapan laporan aktualisasi dibikin santai aja ya bahasanya bu hehe. Thanks for visiting my blog and reading our book. :D

      Hapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.