Senin, 11 September 2017

Mengejar Pelangi + Project Kedua Taruna Ngeblog

sumber: pixabay
Jika kau bertanya padaku bagaimana aku mengenal pelangi, aku akan menjawab, “Dari lagu anak.” Lagu legendaris ciptaan AT Mahmud itu memberikanku deskripsi bahwa pelangi adalah sesuatu yang indah. Dia memiliki banyak warna dan menghiasi langit yang berwarna biru polos. Namun aku masih belum tahu kapan pelangi akan muncul. Karena itulah aku sering memandang langit, berharap bahwa dia akan muncul dengan indahnya seperti lirik lagunya.

Setelah mengamati, barulah aku tahu bahwa pelangi akan muncul setelah hujan. Seiring dengan bertambahnya usia dan masuknya pengetahuan baru, aku pun mengetahui bahwa pelangi hanyalah ilusi optik. Dia hanya tampak pada pandangan, tapi sebenarnya tidak nyata. 

Begitupula dengan beberapa keinginanku.

Pelangi itu seperti sebuah keinginan. Dia menghiasi angan-anganku dengan indahnya. Aku sering membayangkan bahwa aku akan mewujudkan keinginan tersebut. Namun aku tahu bahwa keinginan itu tidak akan mungkin diwujudkan. 

Aku seperti mengejar pelangi. Mengejar keinginan yang hanya ditakdirkan padaku sebagai sebuah ilusi. Aku tahu bahwa aku tidak akan menjumpai ujung kaki dari pelangi dan aku tetap mengejarnya. 
Seseorang berkata, “Jangan mengejar pelangi. Kau harus bisa merasakan dirimu ditimpa tetesan hujan terlebih dahulu. Maka pelangi itu akan muncul sendirinya di hadapanmu, sebagai pemanis dari apa yang telah kau capai.”

Kemudian aku merenungkan apa yang telah aku amati pada pelangi. Ya, aku tidak bisa semerta-merta memandang pelangi sesukaku. Dia hanya akan tampak jika ada perpaduan dari hujan dan cahaya. Apabila dalam hidup, hujan adalah cobaan yang kita hadapi. Sementara cahaya matahari adalah perlawanan kita terhadap cobaan itu. Dan pelangi jika dipandang dari persepsi ini, bukanlah ilusi optik saja, tetapi perpaduan antara prisma yang terdapat dalam tetesan air hujan dengan cahaya sehingga menghasilkan warna yang indah. 

Aku disadarkan, keinginan itu perlu proses. Aku tidak bisa mengejar pelangi saja, tapi aku harus melewati semua tahap yang ada untuk menghasilkan pelangi.   

********

📝 Call for Stories 📝



Setelah berhasil menerbitkan buku #2014onDuty, Komunitas Taruna Ngeblog kembali membuka project baru, khusus untuk taruna-taruni STMKG, dengan ketentuan sebagai berikut:

Ketentuan:

1. Buku project #2 akan terdiri dari 3 topik utama, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

2. Tiap topik terdiri dari 7 subtopik

3. Tiap subtopik berisi 2 cerita mirip prosa yang ditulis oleh 3 orang

4. Cerita yang dibuat harus berlandaskan/sesuai dengan topik yg dimaksud dan dikaitkan dengan kejadian sehari hari atau hikmah dari sebuah kejadian dan atau proses

5. Tiap cerita maksimal terdiri dari 2 lembar tanpa gambar
Font : century gothic
Size : 12
Spasi 1.5
Rata kanan kiri

6. Deadline pengumpulan 24 September 2017, dikirim ke tarunangeblog@gmail.com dengan subjek: Project2_Nama_Judul Tulisan

7. Setiap orang bisa mengirimkan lebih dari 1 cerita

8. Bagi yang jurusan instrumentasi bebas memilih subtopik dari ketiga topik dan memasukkan pengetahuan tentang instrumen dalam tulisannya                      


Topik Tulisan 

Meteorologi :
1. Hujan
2. Pelangi
3. Siklon
4. Aurora
5. Angin
6. Cahaya (dalam hal ini matahari)
7. Sirkulasi

Klimatologi :
1. Pranata Mangsa
2. Musim Hujan
3. Iklim
4. Global Warming
5. Musim Kemarau
6. El Nino
7. La Nina

Geofisika
1.Sesar
2.Rotasi
3.Hilal
4.Medan magnet
5. Petir
6. Bintik matahari
7. Gempa

Narahubung:
Anistia (087738803200)


2 komentar:

  1. semoga lancar semua ya Aud

    BalasHapus
  2. JADI LAPAR :V... tetap semangat buat blognya mbaa.... :D

    BalasHapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...