Selasa, 05 September 2017

Pengalaman Mengeksplor Film Christopher Nolan


I’ve got a new hobby! Akhirnya aku ketularan juga buat menjadikan ‘menonton film’ sebagai sebuah hobi. Sebelumnya aku nggak terlalu tertarik buat nonton. Biasanya asal ngikut, sih. Kalo lagi jalan trus teman-teman pengen nonton, yawes ikutan. Aku juga biasanya nggak terlalu update sama film baru dan hits. Pernah temanku ngomongin sebuah film yang hits terus aku nggak ngerti and they were like, “Masa kamu nggak tau film ini??” Yap, saking nggak update-nya.

Tapi semenjak aku mendapat penempatan di Bitung dan satu penempatan sama orang yang hobi nonton film, ya tertularlah sudah. Apalagi di Bitung juga baru dibuka bioskop (Baca: Bitung Udah Punya Cinema, Lho!). Udah nggak kehitung berapa kali aku dan temanku bolak-balik bioskop.

Untuk genre film favorit, aku kayaknya ngga punya genre yang spesifik. Aku paling suka film dengan plot twist serta film yang memiliki detail, yang tiap scene-nya berharga banget. And it can be any genre. Cuman kayaknya kebanyakan yang punya unsur ini adalah film ber-genre misteri atau thriller. Untuk batasan umur, aku cenderung milih yang SU dan 13+ karena kebanyakan filmnya lebih minim adegan provokatif, penyampaian pesan positifnya terang-terangan, dan less f-words.

Baru-baru ini ada orang yang memicuku buat maraton film. Sebut saja Im Youngmin, my recent kpop crush. Awalnya gara-gara ada acara nonton bareng film Dunkirk sama Im Youngmin dan Kim Donghyun di Korea sana. Yang pastinya aku nggak bisa ikutan nobar. Karena itulah pas Dunkirk baru rilis di Indonesia, aku bela-belain buat langsung nonton bareng temanku. Jadi biarpun terpisah jarak, setidaknya aku dan dia menonton film yang sama J *maaf alay*

Image result for im youngmin gif

Aku juga sering baca hasil interview Youngmin dengan berbagai majalah. Pas ngomongin film, dia bilang film favoritnya adalah film yang punya plot twist dan ada adegan kejar-kejaran atau escaping room. Dia juga nyebutin kalo film favoritnya adalah Inception, yang kebetulan banget adalah film pertama yang aku tonton di bioskop (trus?). Kemudian tanpa sengaja aku mengaitkan hasil wawancara ini ke film Dunkirk, film yang dia tonton bareng fans, dan menemukan benang merahnya.

Yap. Christopher Nolan.

Kalau bukan karena Youngmin, mungkin aku nggak bakal excited banget buat nonton Dunkirk. Tapi tanpa dipicu sama Youngmin pun ternyata film ini jadi film yang ditunggu-tunggu sama para pecinta film. Apalagi kalo bukan sutradaranya, Nolan, yang disebut-sebut sebagai salah satu sutradara terbaik dunia. Bagi aku yang masih awam, aku nggak terlalu merhatiin siapa yang nyutradarain. Yang penting filmnya bagus.

Thanks to Youngmin, aku jadi penasaran sama karya-karyanya Nolan dan memutuskan buat maraton film bikinannya. And..... yes, akhirnya aku ikutan ngefans sama Nolan!

Emang film-film Nolan sebagus apa, sih?

WARNING: Aku usahain konten ini nggak ngasih spoiler. Cuman nggak tau, ya, kalo keceplosan.

Indikator bagus-ngggaknya itu sebenarnya tergantung sama penonton. Subjektif banget, sih. Tapi Nolan ini bener-bener menyajikan film yang pas banget sama seleraku. Beberapa kesan yang aku dapat dari film-filmnya Nolan:

1.       Alurnya, Euy!

Cerita alur maju udah biasa banget. Cerita pake alur maju disertai flashback lumayan challenging, lah. Tapi Nolan ternyata bisa bikin alur mundur, lho! I REPEAT, ALUR MUNDUR. Jadi kalau biasanya kita liat kejadian pagi-siang-malam, Nolan bisa ngebikin itu jadi malam-siang-pagi. Alur kayak gini aku dapat pas nonton Memento. Ini cerita tentang seseorang yang mengalami ingatan jangka pendek. Dia bisa lupa kejadian beberapa menit yang lalu sehingga dia harus nyatet apapun. Dia bahkan bisa aja lupa sama orang yang dia temui. Yang bikin filmnya fascinating, ternyata kita dibawa dari kejadian akhir ke kejadian awal. Kita nggak nebak akhir filmnya, kita malah nebak awal dari kejadiannya.

Trus hati-hati juga karena filmnya Nolan ini rentan plot twist. Banyak kejadian nggak terduga yang tiba-tiba muncul di filmnya. Yang bikin aku merinding sampai kebawa mimpi.


2.       Bikin Emosi

Aku bisa jadi salah satu orang yang suka kebawa emosi kalo nonton film. Itu pertanda bagus karena artinya aku bener-bener menikmati film itu. Jaraaaaang banget kayaknya aku nggak bereaksi pas maraton film Nolan. Beberapa humor di film trilogi Batman bikin aku ketawa. Hubungan antara ayah dan anak di film Interstellar bikin aku nangis. Berantemnya dua pesulap di film The Prestige bikin aku kzl. Aku ikut ngerasa was-was dan takut sepanjang film Dunkirk. Pokoknya emosi ini yang ngebikin aku fokus sama filmnya, deh.


3.       Nggak Punya Ending yang Bener-Bener End

Kalau kita nonton film Disney, pasti kita pas nonton endingnya bener-bener yakin kalau tokoh utama hidup bahagia. Nah, kalo film-filmnya Nolan ini membawa kita pada ketidakpastian. Ya, gimana, ya. Filmnya emang selesai, sih. Tapi di situ pasti terselip sesuatu yang bikin kita masih mempertanyakan ending sebenarnya dari film tersebut. Pokoknya interpretasi endingnya diserahkan sama penonton, deh.

Btw ini termasuk spoiler ngga?


4.       Bikin Mikir

Aku tampaknya seneng banget mikir, ya. Wkwk. Ini tampak banget pas aku nonton Interstellar. Buat benar-benar memahami filmnya, aku suka nge-rewind ataupun nge-pause buat googling istilah yang belum aku tahu. Biar nyambung sama filmnya. Pas nonton Dunkirk aku juga sambil googling sejarahnya. Dan nggak bisa dipungkiri juga pas nonton Inception aku perlu cermat dalam mengamati setiap adegannya biar ngerti tokohnya lagi ngapain. Sebagian besar filmnya Nolan bikin aku googling “(nama film) movie explanation” setelah selesai nonton saking nggak pahamnya.

Nggak hanya mikir dari sisi latar belakang filmnya, beberapa perkataan tokohnya juga bikin mikir. Kayak di Memento: “Do I lie to myself to be happy?” Trus langsung berkaca sama diri sendiri. Jleb!


5.       Pengetahuan Penonton Dibatasi

Mungkin kalau film-filmnya Nolan ditulis, POV-nya kebanyakan pakai orang pertama. Artinya, apa yang kita lihat di film hanya berdasarkan pengetahuan milik tokoh utama. Kalo tokoh utama kebingungan, kita juga ikutan bingung. Keliatan banget pas di Following dan Memento. Kita nggak dibiarkan tau tokoh-tokoh lain itu sebenarnya baik atau nggak sama dia, sampai nantinya diungkapkan di saat yang tepat. Ini lumayan bisa membangkitkan rasa penasaran sehingga sayang banget kalo filmnya nggak diselesaikan.


6.       Quotable!

Sekarang, mah, orang seneng banget berburu quotes. Biar bisa dijadiin caption di Instagram hehehe. Dan nggak bisa aku pungkiri kalo film-filmnya Nolan ini bertaburan sama percakapan tokoh yang quotable. Seperti beberapa di bawah ini:







Sumber gambar di sini.


Begitulah kesan yang aku dapat selama nonton karyanya Nolan sejauh ini. Di antara film-film tersebut, aku paling suka sama Interstellar karena film itu menceritakan hubungan ayah dan anak yang dikemas secara sophisticated. Tapi nggak dipungkiri juga kalo Nolan bikin aku menjadikan Batman sebagai superhero favorit karena lebih realistis dan futuristik.

Apakah kamu juga seneng karya-karyanya Nolan? Sok tulis aja di komen ya~ 


4 komentar:

  1. Waah.. mantap! Nolan emang keren kalau bikin film. Nggak cuman cara bercerita, pengambilan visualnya pun gak ada yang gak enak di mata. Hahaha.

    Menurutku paling susah paham sih Interstellar. Mungkin karena wawasan astronomi fisikaku sangat sedikit kali, ya. Hahaha. Berbeda kalau sama Inception, banyak aku ngertinya karena aku suka mempelajari ilmu-ilmu psikologi mimpi. Terutama jika berkaitan dengan teori-teorinya Sigmund Freud. Nah, kalau Dunkirk ini aku malah belum nonton. Swediih. Padahal suka juga sama cerita-cerita sejarah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa Dunkirk bagus banget, terutama background sound-nya. sayang kalo ga ditonton langsung di bioskop hehe

      Hapus
  2. belum pernah nonton nih, makasih reviewnya

    BalasHapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...