The Five Love Languages: Kpopers Edition


"Jangan ngaku fans oppa kalo belum ngoleksi albumnya!"
"Jangan ngaku fans oppa kalo ngga streaming MV-nya 24 jam!"
"Jangan ngaku fans oppa kalo ngga voting!"
"Jangan ngaku fans oppa kalo ngga belain oppa waktu dibilang plastique!!!" 
Sound familiar? 

Inilah fenomena yang belakangan ini aku pantau di Twitter melalui akun khusus Kpop-ku maupun akun utamaku yang kebetulan ada tweet serupa yang lewat. Jujur sih, awalnya aku cuekin aja kalo ada tweet-tweet kayak gitu lewat TL. Cuman karena keseringan lewat, lama-lama muak juga. Kayak sekarang kok bisa-bisanya gitu ngefans sama orang diatur-atur. Padahal ya fungsi dasar buat fangirling itu nyari hiburan sama melepas stress, bukan malah nambahin stress. 

Aku cuman ngga bisa bayangin aja sih misalnya dalam suatu sirkel pertemanan fans kpop gitu orang-orangnya pada beli album trus ada satu orang yang anaknya kurang mampu gitu. Kemudian, karena anak ini ngga beli album, teman-teman di sirkelnya itu ngecap anak ini sebagai 'fans abal-abal'. Trus, demi keterima di sirkelnya, anak ini lalu merengek-rengek sama ortunya buat dibeliin album. Atau kalo mau lebih parah lagi bisa sampai doing whatever it takes demi bisa beli album, termasuk nipu. Jangan sampai gara-gara jadi kpopers buat having fun trus berubah jadi bibit-bibit kriminal. Ya akunya mikir kejauhan sih, tapi ini tuh bisa jadi worst possibility yang aku pikirkan ketika kpop terlalu dibawa serius sampai jadi tolak ukur pertemanan. 

Aku jadi teringat pada The Five Love Languages, bukunya Gary Chapman. Di sana disebutkan kalau secara umum kita mengungkapkan/mengartikan rasa cinta dengan lima bahasa, yaitu words of affirmation (kata-kata/pujian), acts of service (membantu), receiving gifts (hadiah), quality time (waktu buat sama-sama), dan physical touch (kontak fisik). Bahasa sederhananya itu gini: kamu kalau suka sama orang, orang itu bakalan kamu apain sih? Ini jawabannya pasti beda-beda tiap orang. Ada yang dia bakalan ngasih kado tiap hari, atau bakalan selalu ada untuk dia, atau bakalan menghujani dia dengan pantun-pantun cakep nan romantis, pokoknya tergantung gimana orangnya. Maka dari itu, menurut Chapman, kita perlu memahami love language orang lain (terutama pasangan) biar ngga terjadi kesalahpahaman. Misalnya aja cowo senang banget memuji ceweknya tiap hari. Menurut cowonya, dia itu sudah mengungkapkan rasa cinta dan perhatiannya. Tapi, cewek merasa itu ngga cukup karena menurutnya kalo cowonya itu cinta, harusnya cowonya selalu menyempatkan diri buat ngehubungin dia sesibuk apapun. 

Nah, menurutku Love Languages ini juga berlaku di dunia Kpop, khususnya dalam hubungan antara fans dengan idolnya. Jadi ya kamu ngga berhak buat menyamaratakan kalo misal ciri-ciri orang yang ngefans sama Idol X harus mutlak A, B, C, D gitu. Tiap orang punya caranya sendiri buat mengekspresikan rasa sukanya terhadap oppa. Di sini aku coba mengelompokkan bagaimana biasanya kpopers mengekspresikan cintanya berdasarkan bukunya Gary Chapman.

WORDS OF AFFIRMATION


Ada kpopers yang mengungkapkan perasaan sukanya pada satu grup melalui kata-kata. Kalimat paling dasar dalam love language ini adalah: 

"Aku ngefans sama X" 
"Aku ngebiasin X" 
"Aku suka sama X"

Selain itu, kpopers dengan love language ini biasanya sering banget berkomentar positif ke idolnya postingan sosmed, channel Youtube, ataupun platform khusus buat berinteraksi dengan idol seperti Vlive dan Fancafe. Entah menyemangati, memuji-muji, ataupun cuman sekadar bilang "saranghaeyo". Mereka juga yang biasanya gemar nge-up hashtag yang berhubungan dengan idolnya agar bisa masuk trending dan dinotis. 

ACTS OF SERVICE


Kpopers yang punya love language ini biasanya banyak melakukan project buat menyenangkan hati idolnya. Sudah bukan rahasia lagi kalo idol Kpop dengan fans itu memiliki bonding yang kuat. Banyak fans yang sukarela--sekali lagi, SUKARELA--mengeluarkan materi ataupun capek-capek untuk menjalankan project ini. Jenis project-nya bermacem-macem. Misalnya waktu konser/fanmeeting biasanya fans bikin project dengan mengangkat banner pada lagu tertentu, bikin video project, bahkan sering juga yang kolektif ngasih snack/makanan buat artis dan stafnya. 

Selain waktu konser, project juga biasanya dilakukan dengan mengadakan acara ulang tahun member. Event-nya itu biasanya dihadiri sesama fans dengan isi acara berupa games, screening, dan bagi freebies. Dalam mengadakan acara ulang tahun juga ngga lupa biasanya banyak fans yang bikin project donasi seperti adopsi hewan liar ataupun donasi ke orang yang membutuhkan, yang nantinya hal tersebut akan diberikan atas nama idol yang bersangkutan. 

Project adopsi hewan yang diadakan ELF untuk Yesung Super Junior

Jangan lupakan juga project buat memberikan voting pada idol kesayangan ketika comeback ataupun streaming musik dan MV-nya agar menang di music show

RECEIVING GIFTS

Seperti judulnya, kpopers dengan love language ini gemar menerima/memberi hadiah kepada idolnya. Kalau memberi sudah jelas ya. Bisa dilakukan dengan mengirimkan hadiahnya langsung melalui alamat agensi yang menaungi artisnya. Bisa juga love language ini digabungkan dengan acts of service dengan mengadakan project untuk memberi hadiah pada artisnya. Namun aku akui hadiah dari fans kpop ke idolnya itu ngga main-main, bisa sampai nyewa banner iklan yang harganya juta-jutaan atau ada yang sampai beli tanah di Skotlandia. 

Bikin banner ads di subway ketika ada idol ultah emang udah biasa.

Lalu, apa yang bisa dikasih idol ke fansnya? Tentunya a high quality music and performance, lah! Bisa disalurkan dengan membeli barang official maupun unofficial artisnya, seperti album atau slogan. Yah, biarpun harus dibeli dulu, tapi setidaknya ada kepuasan sendiri ketika memiliki barang yang berhubungan dengan idolnya. Seperti layaknya dapat hadiah aja. 

Ini namanya printilan, gaes!

Ohya, love language ini juga bisa disalurkan dengan berbagi kepada sesama fans. Kalo aku lihat di Twitter itu yang sering ngadain GA biasanya ava Kpop, mulai dari karena artis comeback, karena habis ujian, bahkan karena bias ganti rambut. Kalo ada event dan konser juga biasanya banyak yang sukarela bagi-bagi freebies (sejenis printilan Kpop seperti photocard, bookmark, stiker, handbanner, dll). 

QUALITY TIME


Ini adalah love language yang aku lakukan sekarang. Yup, quality time atau menghabiskan waktu berkualitas dengan idol kesayangan, meskipun orangnya tidak hadir secara fisik. Kalau aku menyalurkannya dengan menulis beberapa postingan di blog ini sambil mendengarkan beberapa lagu Kpop. Kerjaan lain kpopers yang punya love language ini adalah dengan maraton lagu maupun video di mana artis tersebut tampil. Selain itu, love language ini bisa disalurkan dengan melibatkan idol dalam hobinya. Yang suka gambar atau desain biasanya bikin fanart. Atau yang senang bercerita bisa bikin fanfiction. Banyak juga yang mengcover lagu atau dance dan bikin dia menang beberapa lomba. Quality time ini juga dapat dilakukan dengan sesama fans Kpop melalui event atau konser. 

PHYSICAL TOUCH


Ini sebenarnya yang rada mustahil sih, kecuali: 
  1. Punya duit banyak dan bisa beli album segudang biar dapat undian fansign ke Korea.
  2. Dipertemukan oleh takdir layaknya mas-mas yang main voli di Taman Menteng.
Bikin iri Carat se-Indonesia

Akhirnya, love language ini paling memungkinkan dilakukan dengan menghadiri konser idolnya atau mendatangi tempat di mana idol tersebut ngadain event. Jadi di sini kesannya walaupun tidak bisa bersentuhan langsung, tetapi setidaknya bisa merasakan kehadiran masing-masing. Kita liat idolnya langsung, idolnya juga liat kita walaupun hanya sepersekian milisekon dan akan dilupakan (secara personal ya, kalo kolektif mah artisnya ngga bakal lupa kok!). 

Salam dari yang pernah physical touch (+DIUCAPIN ULANG TAHUN!) sama member The Boyz ;)

Inti dari tulisan ini adalah: tiap fans kpop punya caranya masing-masing untuk mengungkapkan cintanya pada idol. Hanya karena dia ngga melakukan sesuatu bukan berarti dia ngga ngefans. Misalnya yang ngga bisa streaming setiap saat bisa jadi dia bener-bener sibuk di real life, tapi kalo ada project dianya yang biasa handle. Atau mungkin yang ngga punya album, dia punya prioritas lain buat membelanjakan uangnya, tapi kalo streaming dan voting udah paling rajin. Perkara gini jangan sampai deh jadi war. Namanya juga sama-sama ngefans, harusnya sama-sama senang juga. 

Spread love, not virus. 

Nah, kira-kira love languages-mu yang mana? Apakah ada kegiatan lain yang belum tercantum di sini? Silakan beri komentarnya, ya! ^^


The Five Love Languages: Kpopers Edition The Five Love Languages: Kpopers Edition Reviewed by Audi on Mei 20, 2020 Rating: 5

1 komentar:

  1. Thanks kak udah nulis blog ini, secara pribadi aku suka banget sama blog ini๐Ÿ’• semangat terus!!!

    BalasHapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.

Diberdayakan oleh Blogger.