Overseas Trip #2: Malaysia


Ini sambungan dari Overseas Trip #1: Singapura.

Sekitar jam 12 malam, akhirnya kami bisa juga rebahan di bis. Bis inilah yang akan mengantarkan kami ke Malaysia melalui jalur darat. Akhirnya setelah seharian jalan, inilah kali pertama kami bisa rebahan manja. 

Trus nggak lama dibangunin buat ngelewatin imigrasi. 

Dengan keadaan setengah sadar, aku jalan buat ngelewatin imigrasi. Cuman nyerahin paspor sama tes sidik jari. Aku scan salah satu jariku. Tunggu beberapa saat. Nggak ada reaksi. Sepertinya ada yang nggak beres. Petugas yang menghadangku di gerbang imigrasi langsung mengarahkanku buat ke tempat lain saat yang lainnya bisa dengan mudah lewat gerbang dan kembali ke bis. 

AKU DITAHAN SAMA IMIGRASI MALAYSIA, GUYS!

Untungnya petugasnya cuman ngecek paspor, minta aku scan ulang sidik jari lagi, dan akhirnya aku diperbolehkan buat lewat. Kalo aku berspekulasi, kayaknya ini terjadi gara-gara pas bikin paspor kemaren aku cuman berhasil ngescan empat jari (Baca Overseas Trip #1). So, nanti kalo bikin paspor usahain semua jari bisa discan, ya! 

Setelah naik bis dan tidur beberapa saat, kami harus turun lagi bersama barang bawaan buat diperiksa di imigrasi Malaysia. Setelah itu beres. Tinggal tidur aja sepanjang perjalanan. Sempat terjaga dan dengerin supir bis memutar radio Malaysia. Di antara banyak lagu, ada lagunya Armada yang Asal Kau Bahagia. Yah, berasa di Indo aja, sih. 

Kami sampai di Malaysia, tepatnya di terminal bis Bandar Tasek Selatan (kalau nggak salah) sekitar pukul 5 pagi waktu setempat. Kala itu, terminalnya penuuuuuh banget. Kalau di Singapura lebih banyak ngeliat cici-cici dan koko-koko, kali ini di sini aku banyak ngeliat cewek-cewek berhijab. Yap, berasa di Indo aja. Cuman beda bahasa aja. Kami kemudian memanfaatkan waktu buat sholat subuh, mandi, dan ganti pakaian. Terminal bis ini lumayan lengkap fasilitasnya. Banyak tempat makan dan minimarket tersedia. Trus juga ada loker buat penitipan barang.

Suasana di terminal
Kami langsung jalan ke Batu Caves naik KRL. Kalo KRL mirip-mirip, lah, sama yang di Jakarta. Bedanya, KRL di Malaysia ini ada tempat duduk yang menghadap depan. Gerbong wanita juga ditaruhnya di tengah-tengah, bukan di ujung. Sebenarnya aku pengen banget menikmati pemandangan negeri orang di sepanjang jalan. Apa daya aku masih ngantuk. Jadi aku manfaatin juga perjalanan ke Batu Caves ini dengan tidur.

Nunggu kereta
Keadaan KRL
Di Batu Caves, kami diberi waktu berjelajah sekitar dua jam. Tempat ini kayak India of Malaysia, gitu. Banyak orang India yang berada di sini, baik berwisata maupun jualan. Tempatnya emang ada kuil dan patung dewa. Di sini aku cuman keliaran hunting foto, beli kartu pos, sama minum air kelapa bareng Mama. Setelah itu kami naik KRL lagi buat balik ke terminal. Di terminal, kami makan siang bentar, trus kami naik Grab buat ke penginapan kami yang terletak di Petaling Street. Di sini akhirnya kami bisa rebahan beneran di kasur. 


Ikon Batu Caves
Jam 4 sore waktu setempat, kami bersiap buat menjelajah lagi. Kali ini tujuan kami adalah KLCC dan ikon Malaysia, Menara Kembar Petronas. Kali ini kami dari Petaling naik menggunakan MRT. Turunnya di KLCC. Stasiun di KLCC sama mall-nya itu satu tempat. Turun dari MRT tinggal jalan kaki dan langsung nyampe. Di mall KLCC sendiri banyak dijual barang-barang bermerk, tapi nggak akan dibeli juga, wkwk. Di sini juga pandanganku nggak sengaja menangkap sebuah merk kopi yang gerainya banyak diiklanin di drama Korea: dal.komm! Nggak mau melewatkan kesempatan, aku langsung menuju ke lantai di mana gerainya berada. Alhamdulillah, akhirnya bisa nyoba juga! Di sini pesannya unik. Habis pesan dan bayar, nanti dikasih sebuah benda bulet gitu. Kalo pesanannya udah siap diambil, bendanya itu bakalan bergetar sendiri. Semoga gerai ini bakalan buka cabang di Indonesia juga ya.

Keadaan dalam mall KLCC
Dapat ini setelah memesan di dal.komm
Akhirnya dapat juga!
Dari mall KLCC ke Menara Kembar Petronas bisa ditempuh dengan jalan kaki. Untuk spot fotonya paling bagus di taman yang berada tepat di depan menara tersebut. Di sana banyak warga lokal yang menjajakan jasa buat foto-foto, kayak umumnya di Indo juga. Sembari foto-foto, waktu di Menara Kembar juga dihabiskan dengan menikmati senja. Halah. 


Setelah itu, kami naik kendaraan umum buat ke Bukit Bintang. Aku lupa, sih, ini kendaraan apa. Tapi mirip-mirip kayak shuttle bus dan gratis. Bukit Bintang ini ternyata mall dengan skala yang lebih luas! Di sini tenant-tenant-nya kayak punya bangunan sendiri. Pengen ngejelajah banyak, tapi nggak dibolehin sama Mama. Takut nyasar katanya. Di sini aku sempat disamperin sama suami-istri beserta anak bayi yang, ngakunya, dari Dubai. Pertama mereka basa-basi dulu. Trus mereka cerita kalo mereka nggak bisa narik duit di ATM dan butuh duit. Aku enggan. Tapi mereka pake bawa-bawa agama gitu, bilang "We are sisters in Islam, we should help each other" like.... heol. Aku konsultasi ke tour guide dan disaranin buat nggak ngasih apa-apa. Soalnya mintanya itu nggak nanggung-nanggung. Tour guide-ku bilang, "Kalo emang mereka kesulitan di sini, harusnya ya mereka minta bantuan ke kedutaannya, dong. Bukannya ngemis di sini." So, bye!

Hati-hati ya, guys! 

Setelah itu, kami makan malam di Street Food Night Market yang berada dekat Bukit Bintang. Tour guide milihin kami makanan dari salah satu negara ASEAN tapi aku lupa negara mana, pokoknya halal. Aku ngga makan karena kekenyangan, hehe.

Bagian kecil dari Bukit Bintang
Pasar malam
Hari kedua di Malaysia, sekaligus hari kepulangan. 

Kami sudah bersiap pukul 6 pagi. Barang pun kami taruh di lobi hotel. Kemudian, kami bersiap buat pergi. Pertama sarapan dulu di sebuah warung yang pemiliknya orang Indonesia. Lumayan bisa makan makanan Indonesia lagi. Kemudian, kami ke stasiun buat naik MRT menuju ke Mesjid Jamek. Sayangnya, Mesjid Jamek masih belum buka waktu itu (karena kami sampainya jam 9 pagi). Perjalanan pun diteruskan dengan jalan-jalan ke Dataran Merdeka dan Kuala Lumpur City Gallery. Nah, di City Gallery ini harus beli suvenir dengan minimal pembelian biar bisa masuk dan liat-liat. Aku pun beli beberapa suvenir dan masuk. Tempatnya agak kecil. Cuman lumayan banyak spot foto. Trus juga sempat liat film yang mengenalkan Kuala Lumpur ke wisatawan. Filmnya ini dilengkapi dengan miniatur KL. Pokoknya keren, deh. 

Kami lalu jalan kaki menuju Central Market buat beli oleh-oleh. Di sinilah kami bisa borong coklat, hehe. Cuman sayangnya waktu itu persediaan ringgitku udah menipis. Pas mau tuker duit baru ingat kalo duitnya di dalam tas yang ditinggal di hotel. Akhirnya ngga banyak beli. Tempatnya lumayan bersih, tapi aku nggak eksplor banyak karena udah capek banget dan keterbatasan waktu juga.

Petaling Street di pagi hari

Nggak bisa masuk Mesjid Jamek karena belum buka

Pemandangan sekitar kawasan Mesjid Jamek

Masih sekitaran Mesjid Jamek

Dataran Merdeka

Isi Kuala Lumpur City Gallery
 Dari Central Market ke hotel bisa ditempuh dengan jalan kaki. Sekitar pukul 11 siang, kami memutuskan untuk langsung ke KLIA dengan naik Grab untuk mengakhiri perjalanan (yang cukup melelahkan) ini. Perjalanan pulang diakhiri dengan insiden nggak mengenakan dari supir Grab yang kayak nggak peduli sama penumpangnya. Pertama, kita udah lama nunggu Grab di gerbang Petaling, ternyata supirnya nongkrong di gerbang lain tanpa mau jemput kami. Kemudian, baik pas naik maupun pas turun, supirnya itu kayak nggak mau bantu buat ngangkatin barang dari dan ke bagasi. Cuman duduk di kursi sopir doang. Entah emang orang Malaysia gitu apa gimana. Cuman, ya, kemaren pas naik Grab dari terminal dan dapat cici-cici, kami dibantuin buat angkat barangnya. Jadi, yah, gitu lah. Sejak saat itu, aku nggak pernah pakai Grab lagi. Bahkan supirnya itu nggak aku kasih rating sama sekali, sampai sekarang. 

Overall, perjalanan ke Malaysia ini lumayan berkesan. Barang-barangnya juga lebih murah daripada di Singapura. Seandianya aku boleh balik ke sana, aku pengen banget puas-puasin jalan ke KLCC dan Bukit Bintang. 

Overseas Trip #2: Malaysia Overseas Trip #2: Malaysia Reviewed by Audia Azani on Januari 02, 2019 Rating: 5

2 komentar:

  1. ya ampun ada juga yang modus penipuan -____- untung nggak kena, btw itu batu cavesnya udah BAGUS BANGET WARNA WARNI HUWEEEE

    BalasHapus

Thanks for coming! ^^
Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam.

Diberdayakan oleh Blogger.